Cinta Claudia

Cinta Claudia
Bab 4.


__ADS_3

" Terus ,Akhirnya Samuel dapat juga lho ! Sebesar ini ! eh , lebih kecil sedikit !" Cerita Ku untuk orang tua ku dan Bibi Julie di meja makan saat kami sekeluarga makan malam.


" Ray juga dapat ,lalu semuanya di berikan pada ku.."


Semua tersenyum mendengarkan ceritaku.


" Tuan Putri , lalu ikan itu diapakan ?" Tanya Bibi Julie.


" Lho.. Tentu saja di kembalikan ke sungai itu dan kalau sampai Dia mati , 'kan kasihan." Jawab Ku yang mendapatkan kecupan di kening ku dari Ibuku.


Samuel memperhatikan kehangatan di dalam keluarga kami dengan diam.


Seperti biasa sesudah makan malam , Aku temui Samuel di koridor menuju ke ruangan lain dari rumah ku.


" Samuel , pernah makan stroberi liar ?"


Samuel menggeleng.


" Sekarang ini di Bukit pelangi sedang banyak lho , nanti kita ke sana ,yuk ! "


" Oke , " Jawab Samuel tersenyum ramah kepada Ku.


Keesokan harinya dan hari -hari berikutnya Aku selalu bersama dengan Samuel bermain di bukit pelangi seperti memetik buah stroberi liar dan sebagainya.


" Akhir -akhir ini Clau selalu bersama Samuel ,ya ?" Keluh teman -temanku.


" Huh " Dengus Ray.


Di rumah , Aku pun selalu menemani Samuel di taman rumahku.


" Eh..Paman Dino kapan sih pulang nya ?" Tanya ku.


" Aku ingin ketemu ,deh " Kata Ku.


" Lebih baik Dia tidak usah pulang..." Kata Samuel sedih.


" Eh ? "


" Dia itu...Bermaksud membawaku ke sana..."


" Ke sana ?"


"..."


" Sam.."


Lalu terdengar desas desus perbincangan yang tak sengaja terdengar oleh Kami dari para pelayan rumahku.


" Apa ? Kalau begitu , Tuan Samuel itu penerus Keluarga Duke White ? "


" ' Kan dari Nyonya White yang resmi itu hanya lahir anak -anak perempuan ,"


" Ibu Tuan Samuel itu kalau tak salah dari anggota Keluarga bangsawan rendah Rusia..Yang tentunya tak bisa di bandingkan dengan Keluarga Duke White yang sangat terkenal ,"


" Hmm..Jadi Tuan Samuel itu hanya anak dari kekasih gelap Duke White , begitu ? Apa bisa Dia diangkat menjadi anak keluarga White secara resmi ?"


" Sampai sekarang , inilah yang masih menjadi masalah di keluarga White ,"


Aku tercengang mendengar percakapan kedua pelayan rumahku yang tak sengaja terdengar oleh Ku dan Samuel.


" Ah.."


Aku melihat Samuel kembali muram dan dingin.


" Eh ...Sam.."


Ku hampiri Samuel bermaksud untuk memberikan hiburan kepadanya namun Samuel menepis dingin jemariku pada lengannya.


" Kamu nggak mengerti apa -apa ..!!Kamu tak akan mengerti !" Teriak Samuel kepada Ku.


" Samuel !"


" Gosipnya sih.."

__ADS_1


Aku kesal pada para pelayan rumahku itu.Lalu Aku melempari mereka batu -batu kerikil.


" Kya !"


" Kya !"


Wuuung


Aku mengejar Samuel yang ku tahu lari ke Bukit Pelangi dan menemukannya sendirian di sana. Di saat Aku mendekatinya secara perlahan -lahan , Ia menghindari tatapan ku.


" Kamu ..Tak ingin pergi ke Keluarga White , ya?" Tanya Ku hati -hati.


" Sebelumnya Aku pernah pergi bersama Dino ke rumah Keluarga White .Besar dan megah....Tapi dingin sekali. Sedangkan , Dino selalu berkata pada ku " Samuel , lambat laun kamu akan jadi pemilik gedung ini ". Di sana, penuh dengan ada nya tekanan yang mencekam.." Cerita Samuel.


" Aku tidak mau ! Aku tak mau pergi ke Keluarga White ! Aku tak mau jadi bangsawan Terkemuka ! " Teriak Samuel begitu pilu.


" Samuel.."


" Kamu tak akan mengerti ! Kamu sih enak punya orang tua yang jelas , rumah dan keluarga ," Kata Samuel sedih.


Ku merasakan kepedihan hati Samuel dan Aku bisa melihat sorotan mata kesepian ,kesedihan di kedua matanya. Aku merasa iba dan kasihan pada Samuel.


" Kalau begitu..Tetap tinggal di sini saja " Kata Ku.


" Samuel "


Samuel menengok sedikit ke arah Ku.


" Ya ? Kamu tetap tinggal di rumahku saja ! Ka... Kamu tak membenci rumahku ,'kan ? Kamu juga suka bukit pelangi ini , 'Kan ?" Tanya Ku tulus pada Samuel.


" Clau...."


" Aku..Dengan adanya kamu , Aku juga merasa senang... Sungguh Kok ," Kata Ku menatapnya dan menghiburnya dengan mencium pipinya.


" Sungguh ! Aku suka kamu Samuel.." Batinku.


" Clauu.."


Kresekk..


"....." Geram Ray.


" Anak itu..." Batin Ray kesal.


Byuuuuur


Ray mendorong Samuel ke sungai kecil secara tiba -tiba.


" Ray ! " Teriak Ku kaget.


" Apa yang kamu lakukan !? " Tanya Ku.


" Aku tak suka kamu ! Sombong ! Seenaknya kamu masuk ke bukit pelangi ! Pokoknya...Aku tak suka Kamu ! "Tuding Ray berang kepada Samuel.


" Jadi ,kamu apa , Hah ?" Tanya Samuel dingin.


" Kita berkelahi ! Kalau Kamu menang , akan Aku turuti apa maumu ! Tapi kalau kalah jangan pernah lagi kemari ! Mengerti ! " Tantang Ray marah pada Samuel dengan telunjuknya menuding kasar pada Samuel.


"..." Samuel berdiri dan menatap berani menantang Ray.


" Baik ! " Sahut Samuel.


" Samuel.." Batinku cemas.


" Hei , Ray ! Wuaah !" Seru teman -teman kaget tak menyangka Samuel berani menantang Ray yang amat jago dalam berkelahi apalagi pada saat Ray emosi sekali.


" Kamu...."


Terjadilah perkelahian kembali di antara Ray dan Samuel.


Bugh!


Bugh!

__ADS_1


" Akan Ku bikin Ko ! "


Ray meninju Samuel begitu keras sampai Aku pun merasa khawatir pada Samuel.


" Hentikan , Samuel ! Bagaimana kalau Kamu kalah ? Kamu ingin berada di sini ,' Kan ? Kamu suka bukit pelangi ini ,'Kan ?" Batin ku khawatir jika Samuel kalah dari Ray.


" Aku pasti datang ke bukit pelangi ini besok , lusa dan seterusnya ! Karena itu Aku tak akan kalah ! Ku tidak kalah !" Tekad Samuel sangat teguh.


Samuel membalas tinju Ray dengan sangat keras sampai Ray kesakitan pada bibirnya lalu mundur -mundur ke belakang dan terjerembab jatuh ke sungai.


" Hah Hah Hah !"


" Akh !"


Byuuur


Byuuur


" Waa! "


Uuph


" Akh! "


Byur!


Byur


" To..To..."


Ray menjerit meminta tolong karena Ray ternyata tak bisa berenang dan akan tenggelam.


"Waaaa...Gawat ! Dia ,' Kan tak bisa berenang ! " Teriakan panik teman -teman.


" Dasar bodoh ! " Teriak Ku panik melihat Ray akan tenggelam di sungai.


" Cepat tolong Dia ! " Seru Ku semakin panik dan khawatir pada keselamatan Ray.


" Cepat "


Byuur


Samuel melompat ke sungai dan berenang cepat untuk menolong Ray dari sungai.


" Ke sini ! "


" Bagian sini dangkal " Samuel berhasil menolong Ray yang nyaris tenggelam di sungai.


" Samuel !" Teriak Ku di hatiku.


Teman -teman serempak membantu Samuel dan Ray untuk sampai di tepi sungai dengan aman.


Hosh


Hosh


" Fuhh.." Keluh Ray tergelatak di rumput dekat tepi sungai.


Breet


Aku merobek gaunku untuk ku balut luka di bahu Samuel.


" Berdarah , tadi Kamu terantuk batu , kan...Kamu ini memang bodoh ," Kata Ku kepada Samuel.


" Sial...Ini kekalahkanku , Samuel...Memalukan , Sampai harus di tolong . Sesuai janji , akan Ku turuti kemauanmu . Apa mu ? Kamu mau Aku ini melakukan apa ? Atau ada sesuatu yang kamu inginkan ? Cepat katakan ! Apa maumu ?" Tanya Ray jantan mengaku kalah kepada Samuel.


Samuel termangu sesaat sebelum menjawab Ray lalu Ia melihat Aku yang sedang mengobati luka nya dengan robekan gaun ku. Kemudian , Samuel mengulurkan tangannya kepadaku.


" Apa ..?" Ray lesu.


" Mauku? Clau ! Aku mau Clau ! " Jawab Samuel tegas seraya menggenggam jemariku dan Ia juga mencium pipiku dengan lembut.


Aku merasakan desiran hangat menjalar pada diri ku saat ini...Ray dan teman -teman terbelalak dan terdiam menerima permintaan Samuel dari Ray sesuai dengan janji Ray kepadanya.

__ADS_1


Bersambung..!


__ADS_2