
"Baik, Baginda." Jawab Clau dengan senyuman di bibir manisnya,lalu pamit untuk pergi tidur kepada Raja Philip yang memandanginya tanpa berhenti terpesona oleh kecantikannya.
Pagi harinya sesuai janjinya untuk menemani Raja Philip mengunjungi Bukit Pelangi.Clau berhasil membuat perasaan hati Raja Philip yang kacau menjadi tenang karena suasana alam di bukit itu sangat mengagumkan.
" Tempat ini sih tak ada apa -apanya sama sekali di bandingkan dengan taman bunga di Istanaku di Ibukota, " Kata Raja Philip.
" Jika kau tak menyukainya untuk apa kau datang ke sini ?" Tanya Clau judes.
" Ei ,Clau tak boleh bersikap begitu kepada Raja." Tegur Ray yang menutup mulut Clau dengan buah strawberry liar.
"Uh, dia sih sangat menyebalkan..!" Gerutu Clau.
" Ei, lihatlah apakah ada orang yang tak suka pada Bukit Pelangi kita?" Tanya Ray mengedikkan bahu ke arah Raja Philip untuk Clau bisa melihat wajah terpesona nya Sang Raja terhadap keindahan Alam di Bukit Pelangi.
" Ya, dia seperti Samuel pada pertama kali Samuel datang ke sini." Jawab Clau melamun memandang kejauhan dengan tatapan mata kosong.
" Samuel ? Siapakah dia itu ?" Tanya Raja Philip menoleh kepada Clau.
"Ada tak perlu tahu siapa dia karena sama sekali bukan urusan Anda." Jawab Clau nada datar dan judes kepada Raja Philip yang melototinya.
" Hei bisakah kau tak membalas setiap perkataan ku ?!" Bentak Raja Philip kepada Clau.
"Weh..Masa bodoh..!" Balas Clau meledek Raja sampai Ray harus berada di tengah keduanya agar melerai perdebatan keduanya.
Demikianlah hari demi hari mereka menjadi akrab satu sama lain sampai suatu hari datanglah para pengawal Raja Philip yang meminta Raja Philip untuk kembali ke Ibukota secepatnya.
" Aku sedang melakukan kunjungan di Kediaman Count Fillan yang telah mengundang ku untuk berlibur di desa ini untuk menemani putri Duke Count Fillan yang cantik ini." Kata Raja Philip tanpa peduli tatapan semua orang di Kediaman Count Fillan yang kaget karena Ia meraih jemari Claudia dan mengecupnya dengan lembut sampai Claudia pun tercengang dengan sikap Sang Raja.
__ADS_1
" Ih, apa -apaan kau ini?" Tanya Clau dengan nada marah kepada Raja.
"Aku akan kembali ke Ibukota dengan satu syarat yang harus di penuhi oleh keluarga Count Fillan." Kata Raja Philip tak menghiraukan amarah Clau dengan bicara langsung kepada Duke Fillan.
" Eh, apa maksud Anda ?" Tanya Duke Sean Fillan terpana.
" Aku ingin meminta Putri Claudia untuk ikut Aku pulang ke Ibukota." Jawab Raja Philip dengan nada berwibawa.
" Ini sih bukan permintaan tapi perintah..!" Semua orang di Kediaman Count Fillan pun sibuk untuk mengurus segala keperluan Clau yang akan di bawa oleh Clau ke Ibukota.
" Aduh,bagaimana ini Ray ?" Tanya Clau dengan nada gelisah kepada Ray di kebun kaca.
" Kenapa kau harus gelisah begitu ? Bukankah kau bisa bertemu dengan Samuel yang sangat kamu rindukan itu di Ibukota dengan ikut Raja Philip ke Ibukota ?" Tanya Ray tersenyum kecil.
"Ya, tapi Aku tak merasa kurang percaya diri jika Aku pergi sendiri ke Ibukota, Ray.Bagaimana jika kamu juga ikut aku ke Ibukota untuk menemaniku di sana ?" Pinta Clau memandang Ray dengan tatapan memohon untuk Ray mau ikut pergi ke Ibukota bersama dengannya dan Raja Philip.
" Eh, apakah aku sudah menyinggung perasaan mu dengan permintaanku yang tak masuk akal ini bagi mu ?" Tanya Clau menatap polos Ray yang menghela napas lalu tersenyum lebar dengan hati lapang.
" Tidak, Clau. Ya, Aku mau menemanimu pergi ke Ibukota." Jawab Ray memberikan senyuman khas persahabatan sejati kepada Clau yang membalas senyumanya itu dengan senyuman seindah bunga salju di musim dingin di bukit pelangi.
Di Ibukota, desas -desus mengenai Raja Philip ada di Kediaman Count Fillan selama Raja itu hilang dari para pengwalnya telah terdengar ke telinga Samuel.
" Count Fillan ? Clau ? Tak mungkin..!" Bantah hati Samuel yang risau.
" Duke White, ada putra dari Perdana Menteri Theo yang ingin mengunjungi Anda di kantor Anda." Kata Dino Baskoro mengetuk pintu kantor Samuel.
Samuel membalikkan tubuhnya dan menemui pria muda sebayanya yang memberikan salam hormat dengan begitu angkuhnya kepadanya,maka Ia pun menanggapi pria itu dengan sikap angkuh yang tak kalah dengan pria itu.
__ADS_1
"Salam hormatku untuk Anda, Duke White. Aku bernama Gio Berlioz putra tunggal dari Perdana Menteri Theo Berlioz." Kata pria muda itu dengan sikap angkuhnya.
" Iya, terimakasih kau sudah mau berkunjung ke tempat kerjaku, Duke Berlioz." Jawab Samuel nada arogan yang membius pria itu dengan karismatik yang tinggi.
" Astaga, dia sungguh seorang Duke yang hebat." Batin Gio Berlioz.
Di Kediaman Count Fillan.
Para penghuni kediaman Count Fillan semuanya sibuk untuk mengurus segala keperluan yang akan di butuhkan Clau di Ibukota.Sedangkan, Clau sendiri sedang di bingungkan perasaan hatinya sendiri di kamarnya.
" Tak lama lagi Aku akan pergi ke tempatmu, Sam. Ku tak tahu apa yang akan ku lakukan begitu Aku bertemu denganmu di Ibukota namun yang jelas Aku akan membawa udara bukit pelangi bersama denganku untuk mu di Ibukota." Kata Claudia pada rembulan di langit malam.
" Kau bicara seorang diri di tengah malam begini. Apakah kau tak merasa dirimu itu aneh sekali, Clau?" Raja Philip muncul di depan jendela kamar Clau.
" Oh, justru yang aneh itu Anda, Baginda. Malam -malam begini Anda masih belum tidur malah Anda datang ke kamar ku seperti hantu saja." Kata Clau membuang muka.
"Ei, di seluruh negeri Lovenia tak pernah ada satu orang pun berani bersikap arogan kepadaku dan Aku baru pertama kali ini dapat melihat seorang gadis kecil seperti mu yang sangat arogan dan bebas memberikan pendapatmu itu kepadaku." Kata Raja Philip tertawa senang dengan sikapnya Clau yang sama sekali tidak pernah membuatnya tersinggung dan marah.
"Ya,selamat malam Baginda." Kata Claudia yang menutup pintu jendela kamarnya begitu saja di depan wajah Raja Philip yang tersenyum -senyum sendiri di luar kamar gadis manis itu.
Kediaman Duke White, Ibukota.
Samuel menaruh cangkir coklat panas di meja di samping sofa panjang di dalam kamar kerjanya.Ia menutup berkas -berkas kerjanya karena Ia sadar hari sudah akan menjelang pagi dan sudah tiba waktunya untuk tidur.
"Clau.." Batin Samuel.
Samuel berbaring di tempat tidurnya untuk tidur sejenak sebelum dirinya kembali menjalani segala aktivitasnya hariannya sebagai Duke White yang menjadi salah satu wakil Raja Philip di Ibukota.
__ADS_1
Bersambung..!!