Cinta Claudia

Cinta Claudia
Bab 24.


__ADS_3

Malam pesta untuk menyambut kepulangan Raja Philip ke Istana telah di gelar secara mewah dan menarik sekali bagi seluruh bangsawan ibukota di seluruh Istana Lovenia.


" Clau, kau cantik sekali dengan gaun pestamu itu membuatku semakin kagum dengan kecantikan yang dimiliki oleh mu itu ,Clau." Puji Raja Philip di kamar rias Clau.


"Terimakasih Baginda semua itu karena Anda lah yang telah membuatkan gaun pesta seindah dan seanggun ini untuk ku." Jawab Clau rendah hati.


" Ah, tidak..Tidak..Gaun itu tak bisa mengalahkan kecantikanmu , Clau." Kata Raja Philip yang maju untuk menyentuh jemari manis Clau untuk di cium oleh bibirnya itu.


"Baginda, sudah waktunya bagi kita pergi ke ruang pesta." Kata Claudia cepat menarik jemarinya dari genggaman tangan Raja Philip.


Raja Philip mengajaknya untuk berdansa bersama di tengah -tengah aula pesta sampai mereka itu menarik perhatian seluruh para bangsawan yang hadir pesta itu dan tentunya termasuk Samuel dan Dino Baskoro.


" Berengsek ! Seharusnya Aku yang berdansa dengan Claudia bukan dia..!" Batin Samuel nada kesal melihat cara Raja Philip memeluk pinggang kecil Clau begitu erat.


Samuel memilih menjauh dari para bangsawan itu yang berlomba untuk mengajaknya berdansa pula dengan menawarkan putri -putri ,keponakan -keponakan serta cucu -cucu perempuan mereka kepadanya.


"Adik Duke Berlioz muda itu sangat menarik juga lho.." Kata Dino Baskoro mencoba menghibur hati Samuel yang panas melihat Raja Philip berdansa dengan Claudia.


" Kau saja sana..!Aku jenuh dengan mereka semua yang mirip lalat dan nyamuk yang menyebalkan di musim panas yang terlalu panas bagiku..!" Kata Samuel judes sekali kepada Dino Baskoro yang menghela napas lalu meninggalkannya sendirian di balkon.


" Siapakah putri cantik yang berdansa dengan Raja Philip ,Ayah?" Tanya Putri Rowena dengan nada tak suka terhadap gadis yang berdansa di aula pesta bersama dengan Raja Philip.


" Entahlah.." Jawab Duke Rooney nada sebal pula karena Raja Philip tidak melirik putrinya yang telah di kabarkan akan menjadi calon permaisuri resmi Raja Philip menurut para bangsawan Ibukota dan Duke Berlioz.


" Dia itu Putri Claudia La Kurt Fillan yang sangat di sukai oleh Raja Philip." Kata Duke Berlioz muda di salah satu sudut tempat pesta.


Claudia akhirnya bisa terbebas dari Raja Philip yang ingin pergi mencarikannya makan malam di sudut kanan aula pesta.Hal ini digunakan oleh Duke Berlioz muda untuk menghampirinya dengan tatapan mata selidik yang amat sinis sekali.

__ADS_1


" Putri Claudia, bisakah kamu izinkan Aku untuk berdansa denganmu jua ?" Tanya Duke Berlioz Muda mengulurkan tangannya kepada Claudia.


" Maaf, Aku tak bisa berdansa denganmu karena Aku sangat lelah sekali dan Aku ingin istirahat." Jawab Claudia dengan nada sopan sekali kepada Duke Berlioz Muda.


" Uh, kau berani menolakku ?" Tanya Duke Berlioz Muda menyambar lengan Claudia dengan kasar keluar dari aula pesta dan membawanya diam -diam di taman belakang aula pesta yang sangat gelap sekali,lalu mendorongnya dengan kasar ke pohon besar.


" Augh..! Mau apa kamu ini ? Ahh! "Claudia amat marah di perlakukan kasar oleh Duke Berlioz Muda.


" Mau apa ? Aku ingin mencoba gadis cantik yang berani menggoda Raja Philip dengan tubuh indah nya ini.." Jawab Duke Berlioz Muda merengkuh Clau dengan cengkeraman kasar dengan niat hati ingin mengecup bibir Claudia.


Tetapi sebuah tepukan keras di bahunya itu telah menyadarkannya bahwa ada seseorang yang telah mendatanginya di tempat itu dan ketika Ia menoleh dan melihat siapa orang yang berani melakukan hal itu kepadanya.


" Duke White..?"


"Ya,Aku..!" Jawab Samuel dengan tatapan mata garang sekali sampai Duke Berlioz Muda mundur dan meninggalkan Claudia di taman belakang aula pesta.


" Sedang apa kamu di situ ? Sudah ku katakan padamu jangan pernah datang ke Ibukota yang amat asing bagimu.." Kata Samuel dengan nada yang amat dingin kepada Claudia.


" A..Aku..."


Samuel merasa dirinya kembali lemah saat dirinya melihat tangisan Clau yang begitu menyentuh hati nya yang terdalam, Ia pun menarik Claudia masuk ke pelukannya dengan erat.


" Kau jahat sekali ,Samuel.Aku sudah ketakutan setengah mati tapi kamu bukannya menghiburku malah kamu memarahiku..!Huhuhu..!" Ujar Claudia di pelukan Samuel.


Raja Philip mencari -cari Claudia di seluruh aula pesta namun Ia tak dapat menemukan Claudia di mana -mana sampai Ia tak sengaja melihat gadis itu di pelukan Samuel White di taman aula pesta dari atas balkon.


" Kurang ajar ! Berani sekali dia memeluk Claudia..!Aku akan membuat perhitungan dengannya nanti." Kata Raja Philip dengan nada geram sekali.

__ADS_1


Samuel merengkuh wajah Claudia yang basah air mata dengan kedua telapak tangannya yang kekar lalu mengecup lembut wajah manis Claudia dari dahi, kedua alis indah, sepasang mata indah gadis itu ,hidung,kedua pipi lalu bibir merah Claudia di kecupnya dengan penuh perasaan yang dalam.


" Sam..Taruhlah telapak tanganmu di sini." Pinta Clau lembut kepada Samuel yang memeluknya di belakang.


" Ada apa di bawah perutmu ,Clau?" Tanya Samuel nada bingung.


" Dengarkanlah denyut ringan di sana,maka kamu akan tahu ada apa di bawah perutku." Jawab Clau begitu lembut kepada Samuel yang menatapnya dengan bingung lalu seketika itu juga Samuel tak berkedip memandanginya terus -menerus.


"Janin ?" Tanya Samuel terperanjat mengetahui ada janin tumbuh di perut Claudia.


" Iya, Aku sedang mengandung janin mu saat ini karena itu Aku datang ke Ibukota untuk Aku bisa memberitahukan hal ini kepadamu." Jawab Clau menangis pilu saat bicara kenyataan yang sedang di alaminya itu kepada Samuel.


"Ouh, tapi Aku hanya melakukan hal itu satu kali denganmu sebelum Aku pergi ke Ibukota dan kita melakukannya berdasarkan atas nama cinta kita di Bukit Pelangi.Lalu bagaimana janin itu bisa ada di tubuhmu ,Clau?" Ucap Samuel hampir tidak bisa mempercayai kenyataan itu.


"Sam, baik kita melakukannya hanya satu kali saja namun akibatnya Aku sekarang mengandung bayi mu..!Yang kuminta darimu adalah tanggung jawab mu untuk ku bisa meneruskan hidupku yang baru dan ku mohon kamu jangan pernah mengusirku lagi dari hidupmu."Kata Claudia berlinang air mata kembali.


" Aku akan menikahimu secepatnya usai masalah ladang jagung di perbatasan Kerajaan Lovenia dan Ronelia berakhir dengan damai."Kata Samuel nada serius sekali kepada Claudia yang mengangguk mempercayai ucapan janjinya itu pada Claudia.


" Iya, Sam.Aku akan menanti kau menepati janji mu kepadaku dengan sabar hati.Lagipula kamu tenang saja janin kita ini masih berusia sangatlah muda sekali dan Aku belum mengalami adanya perubahan pada fisikku.Lihatlah, Aku masih tetap langsing kan ?" Ujar Claudia tersenyum manis dan menenangkan hati dan pikiran Samuel.


" Meskipun begitu ,Aku amat mencemaskan kamu dan calon bayi kita loh.Karena kalian berdua ada di sisi Raja Philip yang sangat egois sekali untuk menguasai mu sepenuhnya." Kata Samuel yang terdengar amat gusar sekali kepada Claudia pada saat Samuel harus melepaskan Claudia kembali ke sisi Raja Philip yang sudah menunggu Claudia kembali ke aula pesta Raja itu.


" Kau harus bersabar ,ya? " Pinta Claudia dengan lembut sebelum meninggalkannya di pintu aula pesta Raja Philip.


" Iya,Clau.Besok kamu akan ku jemput di pintu gerbang Istana untuk kita bisa jalan -jalan santai keliling Ibukota."Kata Samuel dengan enggan hati berpisah dari Claudia.


" Iya..Aku akan datang di pintu gerbang Istana untuk mu pada jam yang kau pesankan kepadaku tadi." Jawab Clau yang mengecup bibirnya lembut di pintu aula pesta Raja Philip dengan begitu cepat sekali sebelum para bangsawan Ibukota dan Raja Philip melihat mereka berdua di sana.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2