Cinta Claudia

Cinta Claudia
Bab 12.


__ADS_3

Pada tengah malam hari Claudia memberanikan dirinya untuk diam -diam masuk ke kamar tidur Samuel sesudah kamar itu sepi tanpa kehadiran para dokter ,perawat maupun pembantu di rumah Kediaman Duke White.


Kriet..!


" Paman Dino..Biarkan Aku berada di sampingnya Samuel ya, Paman.." Batin Claudia meminta izin kepada Dino Baskoro yang terlihat tertidur di sofa depan tempat tidur Samuel untuk menjaga anak -laki -laki itu.


" Aku..Lebih baik kalau saja yang terluka..Maafkan Aku ya , Samuel." Pikir Claudia bersimpuh di tepi tempat tidur Samuel kepada Samuel yang sedang koma.


" Demi untukku.. " Isak tangis Claudia melihat raut wajah pucat Samuel.


" Clau..Aku ingin sekali bertemu denganmu...Aku ini asalkan berada di sampingku..Itu sudah cukup. Asalkan ada Clau.." Terngiang di kepala Claudia ucapan Samuel untuknya.


" Samuel..Kamu ini..Kamu.." Berderailah air mata Claudia teringat kata -kata tulus hati dari Samuel untuknya.


Cip


Cip


Cip


Cip


Cip


Sorot mentari pagi membangunkan Dino Baskoro dari tidurnya.


"...Ng ? " Dino mengusap kedua matanya dan Ia menemukan Claudia tertidur pulas di samping tepi tempat tidur Samuel.


" Claudia.." Dino memakaikan selimut tebal pada Claudia.


" Paman.." Claudia tersentak kaget dan terbangun pula.


" Gara -gara Aku , Samuel jadi..."


"...Seandainya...Samuel tetap tidak bisa membuka matanya... " Ucap Dino pilu.


" Dia pasti sadar ! Pasti ! Samuel anak yang kuat ! Dia tak akan meninggal di tempat seperti ini ! Tidak akan ! " Ucap Claudia optimis dan percaya terhadap Samuel kepada Dino Baskoro.


" Clau.."


" Habisnya Samuel..." Batin Claudia ingin berkata lagi kepada Pamannya agar tak meragukan hati Claudia yang yakin terhadap kekuatan dalam diri Samuel untuk hidup.

__ADS_1


Namun datanglah salah seorang Dokter kepada Dino Baskoro di luar kamar tidur Samuel sesudah Dino Baskoro dan Claudia berjalan meninggalkan kamar tidur putra tunggal dari Duke White itu.


" Maaf..."


" Samuel itu..Tampaknya kondisinya sangatlah berbahaya. Seandainya hari ini Dia tidak sadar juga..Saya harap Anda harus mempersiapkan diri Anda.." Laporan Dokter tersebut kepada Dino.


Claudia tampak begitu khawatir sekali dan pucat saat anak perempuan itu mendengarkan laporan Dokter mengenai kondisi Samuel kepada Paman Dino Baskoro -nya.


" Putri Claudia , sarapannya di bawa kemana ? " Tanya salah satu pembantu Kediaman Duke White yang mendatangi Claudia di koridor.


Claudia mengabaikan pembantu itu dengan anak itu kembali ke kamar tidur Samuel dengan pikiran kacau dan takut kehilangan Samuel teman yang paling baik baginya.


" Ti..Tidak akan meninggal ! Dia tidak akan pernah meninggal ! " Bantah Claudia di benaknya.


" Samuel..Kamu 'kan sudah janji kita akan kembali ke Bukit Pelangi bersama -sama , main dengan Ray dan yang lainnya..Memancing ikan , memetik stroberi liar..Kamu bilang begitu , ' Kan ! Bukalah matamu ! Pandanglah Aku , Samuel ! " Tutur Clau kepada Samuel yang terbaring lemah di tempa tidur.


" Kalau hari ini Dia tidak sadarkan diri , persiapkan diri Anda.." Terngiang kata -kata Dokter tersebut membuat Claudia semakin takut sekali kehilangan Samuel sahabatnya. Anak ini menangis pilu sekali di sisi tempat tidur Samuel.


" Tidak ! Aku tak mau begini ! " Bantah Claudia keras kepala.


" Kalau Kamu meninggalkan Aku begitu saja...Tak akan ku maafkan ! Tak akan kumaafkan...!! " Batin Claudia memarahi Samuel untuk hidup.


" Uukh ! Uukh..!" Tangisan Claudia ternyata dapat membangunkan Samuel dari koma nya seketika itu juga.


" Clau..." Panggil Samuel pelan kepada Claudia yang menangisi dirinya di sisi tempat tidurnya.


" Clau..? " Ulang Samuel sampai mencengangkan Claudia saat melihatnya terbangun dari koma nya.


" ...S...Samuel..."


" Aku..Rasanya terus mendengar suara Clau..Eh , rupanya Kamu terus di sampingku , ya ?" Samuel bertanya kepada Claudia yang berlinang air mata.


" Ah.."


"....." Claudia menangis keras sekali.


" Clau ? Kenapa ? Jangan nangis , dong ! " Pinta Samuel bingung melihat dan mendengar tangisan Claudia untuknya.


" Habisnya.." Isak Claudia.


" Clau.."

__ADS_1


" Gara -gara Aku.." Sesal Claudia yang terus saja menyalahkan dirinya yang menyebabkan Samuel terkapar di tempat tidur selama berhari -hari dan koma serta nyaris meninggal dunia.


" Bodoh ! Kapan pun , dimanapun dan bagaimana pun keadaanku..Aku akan selalu melindungimu ! Karena itu Clau..Tetaplah di sampingku. Jangan pernah pergi dariku.." Ucap Samuel lembut kepada Claudia.


" Ya ? " Pinta Samuel kepada Claudia.


"...Iya " Jawab Claudia tersenyum di antara derai air matanya kepada Samuel.


" Iya..Uh.." Isak gadis kecil itu memeluk Samuel.


" Clau..Clauku.." Ucap Samuel halus kepada Clau.


Dari pintu kamar terlihatlah Dino Baskoro yang terpana melihat Samuel telah sadarkan diri dari koma nya dan segera Ia memanggil para Dokter untuk melihat dan memeriksa kondisi Samuel.


" Samuel..Samuelku , orang yang paling penting di dalam hidupku. Orang yang telah sangat baik hati mempertaruhkan nyawanya untuk melindungiku.. Mulai sekarang , Aku juga akan hidup demi kamu Samuel seorang ..! Untuk Samuel , Aku pun akan melakukan apa saja ! Apa saja ! " Janji Claudia di hatinya.


" Begitu...? Dia sudah sadarkan diri ? Syukurlah.." Ucap Nyonya Duchess White kecewa sekali saat mendengar laporan dari Dino Baskoro yang temui dirinya di ruangan pribadinya mengenai Samuel anak tirinya itu yang di harapkannya meninggal dunia .


" Maaf , sudah membuat Anda khawatir. " Kata Dino Baskoro nada halus menyindir kekecewaan pada dirinya terhadap harapan nya yang tidak terwujud.


" Menurut Dokter ,dengan istirahat satu bulan , Dia sudah akan kembali seperti sediakala ," Kata Dino Baskoro lagi dengan senyuman yang sangat dan amat menyebalkan sekali baginya.


" Dengan begini , Kita bisa menyambutnya di pesta kebun penobatannya dengan selamat .Karena itu adalah pesta kebun ini merupakan hari terpenting bagi Keluarga White. Untuk itu Ia harus segera bisa sembuh kembali.." Tutur Dino Baskoro tanpa menghiraukan wajah kesal Nyonya Duchess White mendengarkan nya bicara tentang Samuel yang memiliki hak dan takdirnya sebagai penerus dari Duke White di Keluarga White.


Hari demi hari kesehatan Samuel pun semakin membaik apalagi dengan adanya perawatan yang sangat terampil dari Claudia dan di jenguk ramah tamah Sonya adik tirinya itu membuat semangat Samuel untuk sembuh semakin besar.


" Claudia ! Claudia ! Malah bolos belajar ! Sedang apa , sih ! " Teriakan kesal Miya dari ruang belajar Tata krama.


Sementara itu , Claudia bersama dengan Sonya tengah sibuk memetik bunga di rumah kaca dan taman Kediaman Duke White untuk menjenguk Samuel setiap hari dan setiap saat.


" Clau juga suka bunga ? " Tanya Sonya ramah dan hangat kepada Claudia.


" Kita hiasi kamar Samuel dengan bunga yang banyak , yul ! " Kata Claudia senang sekali dengan keramahan dan kehangatan sikap Sonya kepada dirinya dan Samuel.


Kyaa..!


Kyaa..!


Mereka bercengkerama dengan hangat satu sama lainnya di rumah kaca dan taman bunga di rumah Kediaman Duke White.


" Mawar , melati , Lili..Kamu tahu legenda pelangi ? Kalau Kita tidur dengan bantal yang beralaskan tujuh jenis bunga.." Kata Claudia menceritakan kisah legenda pelangi kepada Sonya.

__ADS_1


" Kangen deh sama Bukit Pelangi. Sekarang ini Ray dan yang lainnya sedang apa , ya ?Ayah..Ibu .. Ke Bukit Pelangi..Kalau pulang nanti Aku akan ke Bukit Pelangi bersama Samuel.." Batin Claudia yang merasakan rindu akan kampung halamannya dan juga orang tuanya serta para sahabatnya di daerah Bukit Pelangi.


Bersambung..!!


__ADS_2