Cinta Claudia

Cinta Claudia
Bab 14.


__ADS_3

Sorak sorai para tamu undangan yang hadiri di pesta kebun untuk menyambut hari penobatan diri Samuel sebagai Duke White di Kediaman Duke White.


Plok..!!


Plokk..!!


Plokk...!!


" Selamat ! Selamat untuk Duke White yang baru !! "


Claudia mengamati semua itu dari tempat gadis kecil itu berada yaitu di sudut paling belakang di acara terbesar di sepanjang sejarah hidup yang baru untuk Samuel yang di kerumuni oleh para tamu undangan yang rata -rata adalah bangsawan kelas atas di seluruh negeri Lovenia.


" Claudia.." Panggil Sonya riang kepada Claudia.


" Sonya.." Sapa balik Claudia dengan ceria kepada Sonya.


" Mulai hari ini Kak Sam jadi orang penting ,ya.. Apa Dia masih mau bermain dengan ku, ya? "


" Tentu saja mau , Sonya..Samuel itu.." Kata Clau kepada Sonya yang mengamati Kakaknya yang di kerumuni oleh orang -orang hebat yang ada di seluruh negeri Lovenia di acara hebat itu.


" Ini istri Viscount Bermann , Nyonya Branna."


" Salam kenal.."


" Hoho benar -benar seorang Duke yang manis.."


" Kalau saja Saya lebih muda sedikit saja..."


" Cepatlah menjadi dewasa , Samuel..Saya akan menantikan Anda datang ke pesta di Ibukota..!!"


Para wanita bangsawan mengagumi karismatik pada diri Samuel sampai ada salah satu dari para wanita bangsawan itu dengan sikap genit sekali menepuk wajah Samuel.


Plakkk..!


" Ah.."


Samuel dengan marah menepis dan menampar wajah wanita bangsawan tersebut sehingga para tamu lain menjadi gempar dengan sikap angkuh dan dingin Samuel.


" Waaa...! Samuel..! " Batin Clau kaget melihat Samuel begitu kasar sekali kepada tamu itu.


" Uuuh.." Wanita itu terkejut dan menjadi malu di raut wajahya karena tamparan keras dari Samuel kepadanya menimbulkan kegemparan di seluruh tamu yang ada di pesta tersebut di Kediaman Duke White.


" Gurauan Anda sudah melebihi batas, Nyonya..! " Tutur Dino Baskoro membantu Samuel bicara pada tamu wanita yang genit itu.


" I..Ini.." Awalnya Nyonya itu menolak minta maaf atas sikap kepada Samuel. Namun karena di tatap angkuh dan dingin oleh Samuel. Ia pun segera membungkuk hormat dan meminta maaf kepada Samuel.

__ADS_1


" Maafkan Saya..Duke White.." Kata wanita itu.


Samuel mengabaikan nya dengan wibawa yang mengagumkan bagi para kaum bangsawan lain di acaranya yang melihat sikapnya yang benar -benar mencerminkan sebagai Duke yang sangat hebat di seluruh negeri Lovenia.


" Waah..."


" Hebat , ya !"


" Dia memang pantas jadi Duke.."


" Benar -benar anak keturunan Duke White..!! Dia memang terlahir untuk menjadi seorang Duke....!!"


Mendengar pujian yang di kemukakan para tamu bangsawan tentang sikap hebat Samuel telah membuat Dino Baskoro menjadi bangga sekali atas anak asuhnya itu.


" Hmm penerus keluarga bangsawan terkenal..! Samuel...Keturunan keluarga Duke White..Kenapa sepertinya kamu sangat...Sangat..! " Pujian yang di keluarkan Dino Baskoro untuk Samuel di tatap sinis dan sebal oleh Nyonya Duchess White dan Miya.


" Para hadirin , pesta dansa akan segera di mulai ! Silakan menuju ke Ball Room ! " Kata Nyonya Duchess White kepada para tamu undangan untuk acara selanjutnya dari pesta kebun penobatan diri Samuel sebagai Duke.


" Ayo silakan Duke , pertama -tama di mulai dari Anda terlebih dahulu." Kata para tamu itu pada Samuel.


" Pasangannya...Oh iya Putri Miya ! " Kata para tamu lainnya kepada Samuel yang tetap tak ada respon di wajah datarnya itu .


" Pasangan yang manis ! " Kata tamu yang lainnya juga.


" Huh ! Tak mau ! " Kata Miya enggan namun demi kesopanan Miya mengulurkan jemarinya untuk Samuel yang berjalan ke arahnya namun tangan Miya hanya menggapai udara kosong belaka.


Karena Samuel melewatinya untuk mengulurkan tangan kepada Claudia yang berdiri di sudut kiri belakang Ball Room dengan diam.


" Claudia , mari..! " Seru Samuel mengejutkan hati semua orang di Ball Room.


" Duke , Putri ini..." Kata Nyonya Duchess White tercengang dengan sikap Samuel yang memilih untuk berdansa dengan Claudia di bandingkan dengan Miya.


" Putri Count Fillan ," Jawab Samuel acuh tak acuh kepada Nyonya Duchess White seraya menarik jemari Claudia untuk di ajaknya menuju ke tengah ruangan Ball Room.


" Ta..Tapi pertama seharusnya Putri Miya..." Kata Nyonya Duchess White merasa dirinya tak di patuhi oleh Samuel.


" Jangan seenaknya menunjuk orang ! Aku hanya ingin berdansa dengan Claudia ! " Jawab Samuel angkuh dan keras kepala kepada Nyonya Duchess White.


" Samuel ! " Seru Nyonya Duchess White gusar di abaikan Samuel.


" Ah..." Semua tamu terpana melihat Samuel tetap memilih berdansa dengan Claudia bukan dengan Miya yang seharusnya menjadi pasangan dansa Samuel.


" Claudia ! " Pekik marah Miya kepada Claudia yang di nilainnya telah mempermalukannya di depan para tamu bangsawan kelas tinggi yang menghadiri pesta penobatan Duke untuk Samuel.


" Waaa...Waa..Waa..!"

__ADS_1


" S, Samuel ! " Kata Claudia berusaha untuk tidak menyetujui sikap Samuel yang menginginkannya sebagai pasangan dansa pertama kali Samuel di hari debut penobatan Samuel sebagai Duke White.


" Jangan hiraukan mereka ! " Kata Samuel kepada Claudia.


" Musik ! " Perintah Samuel.


" Samuel..." Batin Dino Baskoro geram kepada sikap tak sesuai dengan protokol seorang Duke di hadapan para tamu undangan.


" Aku hanya ingin berdansa dengan Claudia.." Kata Samuel di dalam hatinya sambil berdansa dan menatap lembut Claudia di hadapannya.


" Hari ini adalah hari terakhir Aku menuruti segala perintah Dino..! Nanti Kita pulang ke bukit pelangi bersama -sama , ya ! Jangan pergi dari sisiku , Clau...Tetaplah terus di sisiku...! " Pinta Samuel.


" Samuel..Aku janji , akan selalu berada di samping kamu..! Kemana pun kau pergi..Walaupun Kita tak bisa kembali ke Bukit Pelangi.. Aku pasti..Akan selalu bersamamu , Samuel." Janji Claudia.


Namun semua itu tak sesuai dengan harapan dan juga asa di kalbu keduanya. Di karena usai mereka berdua berdansa dan meninggalkan tempat acara untuk beristirahat bersama dengan menghabiskan suguhan pesta yang di sediakan untuk mereka di taman.


" Count Fillan katanya ? "


" Tak tahu ,ya...Belum pernah dengar nama itu...!"


" Rupanya banyak juga bangsawan desa yang tak tahu diri...! "


" Tapi, keluarga White juga ,ya..Kok mau-maunya di permalukan anak perempuan seperti itu ! "


" Walaupun penerus nama keluarga bangsawan yang terkenal , tetap saja begitu..Ibu anak itu 'kan."


" Hohoho..Asalkan tidak mempermalukan nama keluarga White , sih..Masih tidak apa -apa...!"


Berbagai gunjingan di belakang Samuel dan Clau terdengar sangat menyakitkan dan memalukan bagi Duchess White dan Dino Baskoro dari para tamu -tamu itu.


" Hihihi.." Tawa yang merendahkan itu sangatlah membuat rasa hati Nyonya Duchess White jadi panas dan geram juga namun di tahannya dengan sikap anggun seorang wanita bangsawan yang terkemuka di seluruh negeri Lovenia.


" Baskoro..! Masa belajar anak itu hanya tiga bulan saja ,' Kan ? " Tanya Nyonya Duchess White pada Dino Baskoro dengan nada sekecil mungkin.


" Nyonya White..!"


" Betul , 'Kan ? " Tanya ulang Nyonya Duschess White kepada Dino Baskoro yang melewatinya untuk mencari dan menemui Claudia seorang diri tanpa adanya Samuel di dekat keponakannya itu.


" Iya , Benar..Memang benar..! " Jawab Dino Baskoro nada getir kepada Nyonya Duschess White untuk menekan rasa sakitnya di hatinya itu untuk rasa malu nya terhadap Claudia yang di nilai sudah membuat diri Samuel sebagai gunjingan di muka umum.


Wrrrrrr..!


Angin tiba-tiba bertiup kencang di sertai awan -awan gelap menghitam di hari itu yang sesuai dengan sesuatu hal yang akan terjadi kepada diri kedua anak manusia yang harus di pisahkan oleh keadaan...


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2