
Derap langkah kuda yang di pacu Samuel amatlah cepat untuk pria bangsawan ini bisa sampai di Istana Musim Dingin dengan tepat waktunya yang sesuai rencananya sebelum Ia memutuskan untuk menemui sang kekasih hatinya itu,yakni Claudia.
Claudia dan Sonya sudah merencanakan suatu hal untuk menikmati waktu musim dingin mereka di Istana Musim Dingin dengan pergi ke festival musim dingin yang di adakan ssetiap tahunnya di pemukiman desa yang berada tak begitu jauh dari Istana Musim Dingin.
" Heii..Kalian mau pergi kemana? " Tanya Raja dari pintu kamar memergoki mereka berdua yang jalan begitu pelan di koridor bersama dengan Ray.
"Ka..Kami.." Kata Sonya gugup.
" A..Ku.." Jawab Ray gemetar.
" Ke taman.." Jawab Clau lancar.
" Aku mau ikut..Jika kalian tidak memperbolehkan Aku ikut ke mana kalian pergi ?..Kalian di larang keluar dari Istana Musim Dingin ku ini." Kata Raja Philip menatap lurus Claudia.
" Aishh..Ahh..Ya,baiklah." Jawab Clau dengan nada terpaksa.
Maka,mereka berempat pun mengikuti kegiatan festival musim dingin di desa dengan suasana hati yang amat riang gembira sekali bahkan Ray mengajak Sonya berdansa bersama di festival itu.
" Clau, kamu cobalah minum minuman segar dan hangat ini." Kata Raja Philip yang menawarkan Clau segelas kaca isi wine atau anggur merah.
" Eh ..Maaf ,aku tak begitu menyukai Wine." Kata Clau menolak tawaran minuman hangat itu dari Raja Philip.
__ADS_1
" Ei,bukankah waktu kamu di rumahmu dahulu..? Aku pernah melihat mu minum wine bersama dengan orang tuamu di pesta ulang tahun Duke Sean Fillan." Kata Raja Philip yang tetap saja untuk menawarkan minuman wine kepada Claudia.
"Iya,itu dulu tapi sekarang Aku sedang tidak mau minum minuman itu." Kata Clau dengan berusaha keras untuk menghindari minuman wine masuk ke mulutnya dari Raja Philip yang menuangkan wine dengan paksa ke mulutnya.
" Biar ,aku saja yang menggantikannya untuk minum minuman anggur merah dari Anda." Kata Samuel yang merampas segelas kaca isi wine itu dari tangan Raja Philip lalu meminumnya dengan sekali tegukan saja langsung habis.
" Kauu..?! "Raja Philip terkejut melihat saingannya muncul di hadapannya dengan sikap arogan luar biasa
" Samuel..!" Clau terperanjat melihat hadirnya pria yang selalu di cintainya itu di hadapannya dengan menolongnya minum minuman anggur merah yang di sodorkan Raja Philip untuknya.
" Kakak..?!" Panggil Sonya yang cepat menemui Samuel bersama dengan Ray yang menatap balik Samuel dengan meminta maaf karena Ray sudah berani mengajak berdansa adik Sang Duke yang ternama itu.
"Yang Mulia,kebetulan kita bertemu di sini..!Aku ingin minta izin untuk berbicara empat mata di Istana Musim Dingin dengan Anda." Kata Samuel langsung menatap lurus Raja Philip yang kaget bukan main.
Raja Philip ingin meraih jemari Clau yang berdiri di sisi kanannya itu namun tangan Samuel sudah lebih dahulu menarik jemari Claudia untuk gadis itu berdiri di belakang punggung Samuel.
" Jangan pernah lagi untuk Anda menyentuh jari Clau sedikit pun." Kata Samuel dengan nada yang amat tegas sekali kepada Raja Philip.
" Maksudmu apa, Duke White?" Tanya Raja Philip dengan marah sekali kepada Samuel.
"Aku akan menjawab Anda begitu kita semua tiba di Istana Musim Dingin Anda." Jawab Samuel tak menghiraukan Raja Philip yang terperanjat sekali melihat keangkuhan Samuel yang amat besar itu.
__ADS_1
Samuel menuntun Clau untuk naik di punggung kudanya sedangkan dirinya memegang tali leher kudanya untuk berjalan santai di atas tumpukan salju bersama dengan Ray dan Sonya dengan di ikuti oleh Raja Philip dan para pengawalnya itu.
Begitu mereka tiba di Istana Musim Dingin. Pria ini mengajak Raja Philip bicara secara pribadi di ruang pribadi Sang Raja. Raja Philip menunggunya dengan emosi yang amat besar namun di tahan oleh Raja itu untuk menjaga wibawanya dan juga kesehatannya.
"Baiklah, Aku berikan jawaban dari pertanyaanmu tadi mengenai sikapku tadi kepada Anda.Aku mau memberitahukan kepada Anda secara jujur dan terbuka yakni Aku sama sekali tidak pernah ada keinginan sedikitpun untuk merebut posisi Raja Anda..Karena Aku jauh lebih menginginkan Clau dari segala kekuasaan yang di isukan oleh para bangsawan bodoh itu mengenai diri Aku yang di salahartikan oleh Anda.Oleh karena itu Aku mau minta Anda mengembalikan Claudia kepada Aku di mulai hari ini dan malam hari ini juga tanpa ada alasan yang Anda kemukakan untuk menahan Clau di sisi Anda." Kata Samuel dengan tatapan matanya itu menantang tatapan mata Raja Philip yang berapi -api.
"Mana mungkin Aku bisa mempercayai orang yang sombong sepertimu karena kamu memiliki tubuh yang sehat dan otak yang cemerlang?" Tanya Raja Philip dengan nada dingin sekali pada Samuel.
" Emm..Aku sudah menyiapkan berkas yang bisa Anda lihat sendiri untuk pembuktian dari setiap kata -kata yang keluar dari mulutku ini." Jawab Samuel memberikan berkas yang berisi tulisan tangan Duke Berlioz Muda yang ingin melakukan konspirasi dengan sejumlah bangsawan tinggi untuk menjatuhkan kekuasaan Raja Philip dengan memakai nama Samuel sebagai kambing hitam nya kepada Raja Philip.
" Eh ,untuk apa kamu berikan berkas ini kepadaku? Bukankah seharusnya kamu simpan saja untuk kamu bisa menjadi Raja sebagai penggantiku yang sesuai keinginan mereka terhadap kamu itu di Ibukota Kerajaan Lovenia ?" Tanya Raja Philip dengan nada yang nyaris tidak mempercayai apa yang di ungkapkan Samuel kepadanya di malam hari itu di musim dingin di Istana Musim Dingin.
"Aku sudah bilang Aku tidak menginginkan posisi Raja dengan mereka yang mendukung dengan hati palsu.Aku ingin bersaing secara sportif dengan mu karena Aku tak mau menjadi Raja boneka yang di permainkan oleh mereka.Dan, satu hal lagi Aku datang untuk mengambil kembali Claudia ke sisi ku." Jawab Samuel dengan senyumnya yang amat memukau itu kepada Raja Philip.
" Kau tak bisa mengambil Claudia dariku,Duke White..! Aku bisa menghukum mati kamu dan juga sekeluarga White mu jika kau berani mengambil Claudia dariku..!" Teriak Raja Philip dengan amat tak rela Samuel mengambil Claudia darinya.
" Oh,Anda tak bisa menghukum mati ku dan juga keluargaku tanpa alasan yang masuk logika pria sejati yang seharusnya Anda miliki sebagai pria yang tahu dirinya tak pernah di cintai oleh gadis yang di cintainya itu.Dan, satu hal lagi Anda akan di cap sebagai Raja yang kikir dengan merebut kekasih rakyatnya sendiri oleh seluruh rakyat Anda di negeri ini." Kata Samuel yang membungkam Raja Philip dengan sangat cerdas dan tangkas itu.
Raja Philip terdiam membisu di ruang pribadinya sambil memeluk beberapa ekor kelinci yang ada di ruangan pribadinya itu, Ia bahkan hanya dapat melihat Samuel berjalan meninggalkan ruangan pribadinya dengan meraih Claudia yang berdiri di balik pintu ruang pribadinya dengan menunggu mereka berdua selesai bicara di luar ruangannya itu.
Bersambung..!!
__ADS_1