
Dong
Dong
Dong
"...."
Dong
Dong
Dong
Dong
Deru jam di sekitar kediaman Duke White berbunyi serentak.
"...Di suruh tidur juga..." Keluh Claudia di kamar tak layak itu.
Greb
" Mana bisa tidur dengan tenang di kamar seperti ini !" Kata Claudia kesal.
" Tempat tidur sekeras ini....Selimutnya hanya satu saja....Dari celah dinding ada masuk angin ...Mana tak ada pemanas...Brrrr....Dingin sekali !" Claudia turun dari tempat tidur dan membuka pintu kamar tamu tak layak itu dengan maksud ingin meminta pertolongan kepada para pembantu di Kediaman Duke White.
" Nggg..." Tak ada satu pun menghiraukannya.
" Bisa minta tolong pinjami Aku selimut ? Malam ini dingin sekali ," Kata Claudia sopan kepada para pembantu yang berkumpul di lorong koridor.
" Hihihihi .."
" Aku pinjam selimut....."
" Ahahahahahahahaha "
" Hei..."
Tak ada yang mau menghiraukan perkataan Clau.
" Sombong sekali dia ,ya ! Padahal hanya seorang anak bangsawan kampungan...Keluarga White ini ' Kan keluarga bangsawan yang paling besar dan terkenal..Kenapa Nyonya mau memanggil Dia ke sini ,ya ?" Cemooh para pembantu Kediaman Duke White kepada Claudia.
" Me...Memangnya kalau Aku seorang bangsawan kampung ! Kalian mau apa , Hah !!" Hardik Claudia kesal di rendahkan oleh para pembantu keluarga Duke White.
" Ya sudah...Aku tak akan meminta tolong kalian lagi ! Huh ! Akan Ku cari sendiri.." Batin Claudia.
Claudia menyelusuri setiap ruangan yang ada di seluruh Kediaman Duke White.
" Pinjam saja satu lembar dari kamar yang lain.."
Klek
Klek
Klek
Klek
" Uh ! Dikunci juga..."
__ADS_1
Klekkk
" Akhirnya ! " Sorak Claudia di dalam hatinya saat Ia berhasil menemukan salah satu kamar yang bisa di bukanya.
Kriiiiit
Tep
Perlahan -lahan Claudia memasuki kamar itu dan meraba -raba tiap sudut tempat tidur yang ada di kamar yang di datangi nya secara diam -diam dan Ia menyentuh sesuatu yang di harapkannya.
" Waaaa...Selimut ! Hangat ! Yang ini enak ,nih ..! Oke.." Pikirnya.
" Siapa ? Siapa itu ?"
" Su...Suara ini...Gawat...Nyonya Duchess White !!"
Claudia segera kabur dari kamar tersebut sebelum dirinya terlihat oleh Nyonya Duchess White.
" Uwaaaaaah...!"
Wuuush
" ? ?" Nyonya Duchess White terbangun dan duduk di ranjang dalam kebingungan sendiri.
" Kagetnya...Kaget ! Kaget ! Kamar tidur Nyonya White rupanya ," Kata Claudia di luar kamar tidur Nyonya White dengan napas terengah -engah.
" Aah sudah ,deh. Kenapa Aku harus menyelinap ke kamar tidur orang ? Apa Aku harus mencuri selimut segala..?" Pikir Claudia pada akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali dengan tangan kosong ke kamar tak layak itu.
" Uh...Set..! Set..!" Claudia mengusap kedua mata indahnya yang sudah mengantuk itu.
Melalui jendela kamar tidurnya yang berada di area lain di Kediaman Duke White. Samuel melihat Claudia dari sana dengan perasaan hatinya amat tergugah.
Pada tengah malam hari yang sangat larut pintu kamar tamu tak layak itu terbuka dan terlihatlah Dino Baskoro masuk ke kamar itu dan pemuda ini menemukan keponakannya meringkuk kedinginan di tempat tidur tak layak yang berada di kamar tak layak itu.
" Claudia , jangan bersikap tidak sopan kepada Keluarga White , ya ? Cepatlah menjadi seorang Lady yang baik.." Di dalam mimpi Claudia tetaplah teringat pesan Ayah dan Ibu nya sebelum dirinya pergi belajar tata krama ke Kediaman Duke White.
" Nggak mau....Aku ingin pulang...Habisnya di sini dingin sekali..! Ibu....Ayah.." Isak Claudia di dalam tidurnya.
" Claudia.." Panggil Dino Baskoro mengangkat Clau dari tempat tidur tak layak itu.
" Di..Dingin.." Rintih Clau.
" Clau.." Panggil Dino Baskoro menggendong Clau dengan erat dan kehangatan.
" Ng..." Claudia merangkul pundak Dino Baskoro yang mempererat gendongannya agar gadis kecil ini tidak kedinginan lagi.
" Hangat..Sekali..."
Cip
Cip
Cip
Suara burung berkicau dan sinar mentari pagi dari sebuah tirai jendela yang tersibak oleh Dino telah membangunkan Claudia di pagi hari itu di tempat tidur dalam kamar khusus untuk Dino Baskoro bisa tempati.
" Selamat pagi , Claudia ..!" Sapa Dino tersenyum hangat kepada keponakannya.
" Paman Dino..Ini..."
__ADS_1
" Kamarku..Semalam para pelayan sudah terlanjur tidur , jadi tidak sempat di suruh menyiapkan satu kamar untukmu." Kata Dino Baskoro yang terlihat oleh Claudia tengah merapikan bantal dan juga selimut dari sofa di sudut kanan kamar tidur dari pemuda baik itu.
" Paman tidur di sofa...?" Pikir Claudia tak enak hati.
" Maa..." Kata Clau kepada Dino Baskoro.
" Claudia , Kenapa kamu bisa ada di kamar itu ?" Tanya Dino Baskoro melihat eksprsi sendu dari wajah Claudia yang biasanya ceria itu." Kenapa kamu tidak bilang Paman ?"
" Habisnya..." Jawab Claudia menundukkan wajah dengan sedih.
" Waktu itu Paman bersama Miya..Pa....Pa..Para pelayan ...Juga semuanya.." Imbuh Claudia makin sedih.
" Clau.." Dino Baskoro meraih jemari mungil dan lembut Claudia dan menyentuh dagu gadis kecil itu untuk mengangkat wajah dan menatapnya.
" Ayo ..Coba Kamu sebutkan siapa namamu..!"
"...Claudia La Kurt Fillan.."
" Iya , begitu , Kamu harus selalu menyebutkan nama itu dengan penuh rasa percaya diri..Putri bangsawan keluarga Count Sean La Kurt Fillan..!"
" Paman.."
" Mengerti ? Kamu harus percaya diri..Dengan Kau begitu , tak akan ada orang lain satu pun yang bisa meremehkanmu , lalu yang paling penting..Lynete Clau..Putri bangsawan kecil yang manis..Kamu ini yang seperti ini adalah seorang Lady yang hebat ," Hibur Dino Baskoro untuk membangkitkan rasa percaya diri Claudia.
" Paman Dino..."
Dino Baskoro mengecup kening keponakannya.
" Percaya diri..? Baik , Paman.." Jawab Claudia.
" Ayo , ganti pakaianmu...Lalu pergilah sarapan setelah itu akan Paman antarkan kamu ke kamar kamu..Kali ini benar -benar kamar tamu." Kata Dino Baskoro memberikan semangat pada Clau.
Claudia keluar dari kamar Pamannya dengan riang gembira kembali dan tak sengaja terlihat Miya di tangga yang terarah langsung ke ruangan pribadi Dino Baskoro.
" Hei , kamu ! Tadi apa yang telah kamu lakukan di kamar Baskoro ? " Tanya Miya ketus kepada Clau.
" Bukan urusanmu.." Jawab Claudia angkuh pada Miya.
" Ooh...Jadi kamu mau melawan ya , bangsawan kampung ! " Bentak Miya.
" Wee..Cuma segitu nyali mu ? " Ledek Claudia.
" Huh..Martabat Keluarga White benar -benar jatuh karena ada anak seperti Kamu di sini..Di tambah lagi akan di wariskan kepada orang seperti Samuel itu ! " Nada sindiran tajam Miya kepada Clau yang menantangnya.
" Hei...Kamu meremehkan Samuel ,ya ?"
" Weee...Semuanya juga berkata begitu , kok ! Ibu mau mengakuinya karena tidak ada jalan lain." Kata Miya.
" Kamu ini...Mentang -mentang Keluarga White jangan sombong , ya !" Bentak Claudia.
" Apaaaa ! Dasar bangsawan kampungan ! " Maki Claudia berang.
Mereka sudah bersiap untuk berkelahi namun tak lama kemudian terdengar suara salah seorang dari pelayan Kediaman Duke White memanggil keduanya.
" Putri Miya , Putri Claudia..Guru tata krama sudah datang.."
Huuhh..
Keduanya membuang muka dengan sebal pada satu sama lainnya.
__ADS_1
Bersambung..!!