
" Siaaal ! Sialan ...Dia selalu saja berbuat seenak nya..." Umpat Samuel untuk Dino.
" Kamu tak akan pergi ke mana -mana 'kan , Samuel ?" Terngiang -ngiang ucapan Dino yang amat mengesalkan dirinya itu di sepanjang lorong koridor.
" Kamu tak akan pergi ke mana -mana ' kan , Samuel ?" Terngiang pula suara Claudia di benak Samuel.
" Siapa yang akan pergi !Aku akan selalu bersama Claudia ! Bersama Clau.." Tekad keinginan yang tertanam di benak Samuel.
Malam hari itu Samuel diam -diam memetik bunga di rumah kaca lalu mengunjungi kamar tidur Clau dengan membawakan begitu banyak bunga untuk Claudia.
" Clau ! Kamu ada ?" Panggil Samuel mengendap -endap ke kamar nya Claudia.
Samuel menemukan Claudia tidur di sofa dengan berbantalkan bunga -bunga yang mereka petik dari bukit pelangi.
" Cih !" Gumam Samuel memandangi Claudia yang terlelap.
" Hei , bunganya..Ini Ku bawakan bunganya yang kurang tadi. Kalau kamu tidur di sini , nanti masuk angin lho.." Samuel menepuk -nepuk lembut Clau agar gadis kecil itu pindah tidur ke tempat tidur dari sofa.
" Ngg..Aah ," Tolak Clau.
" Ya sudah..." Kata Samuel mengalah.
" Sam.." Ngingau Clau.
" Saat pelangi muncul...Kalau Kita tidur dengan bantal yang beralaskan tujuh jenis bunga..Katanya Kita akan melihat kekasih masa depan di dalam mimpi kita .Aku ingin Clau lah orangnya , Itu bukan omong kosong .." Pinta Samuel yang diam -diam mengecup pipi Claudia.
" Selamat tidur ! Jangan memimpikan orang lain selain aku ,ya Clau.." Ucap Samuel lembut kepada Claudia sebelum meninggalkan kamar tidur Clau.
Di dalam mimpinya , Claudia seakan -akan dirinya ada memanggil namanya.Ia melihat sosok pria tampan .
" Clau..."
" Siapa ? Kamu siapa ...? "
Gambaran pria dewasa tampan berubah menjadi sosok Samuel yang di kenalnya pada saat ini.
" Clau..! Clau...!"
" Sam..? Samuel !"
Cip
Cip
Cip
Cip
Cip
Cahaya matahari pagi mengagetkan Claudia yang segera tersadar dan terbangun dari mimpinya.
" Aduh..Aku ini , sejak kapan..Bunganya menjadi bertambah..1..2..3 ...Tujuh jenis ?"
Claudia terkesiap kaget menemukan dirinya tidur di atas tumpukan tujuh macam jenis bunga yang berbeda sesuai dengan harapan di dalam kisah rakyat sekitar bukit pelangi.
" Jadi mimpi yang tadi..!"
" Legenda pelangi ! Sesuai dengan legenda.."
" Ma..Masa sih...Ka..Kalau begitu , Aku.."
" Samuel.."
Claudia nyaris tak mempercayai apa yang di lihat olehnya pada pagi hari itu tentang mimpi masa depan yang di lihat di malam kemarin.
" Sepertinya Kita tak bisa berbuat apa -apa selain membiarkannya membawa Samuel ke Keluarga White." Terdengarlah percakapan antara Ayah dan Ibu nya Clau dari luar kamar tidurnya.
" Iya.."
__ADS_1
" Apa yang harus kita katakan kepada Clau , Ya ?"
" ..Ayah ?" Panggil Clau tak tahan lagi.
" Ke .."
" Samuel tunggu !! "
Braak !!
Terdengar pula suara Dino yang meninggi dari arah kamar tamu.
" Dengarkan ceritaku dulu..."
" Tidak mau ! Aku benci kamu ! Aku bilang tak mau pergi , Aku tak akan pergi ! " Teriak Samuel keras.
" Jangan keras kepala kamu !" Bentak Dino pada Samuel dengan tangannya mencengkeram tangan Samuel.
" Dengar ! Sekarang ini bagimu tidak ada tempat lagi selain Keluarga White. Kalau kamu sendiri , apa yang bisa kamu lakukan !? Cobalah Kamu itu pikirkan baik -baik hal itu !" Dino memaksa Samuel untuk mengikuti perkataannya.
" Paman Dino .."
" Hari ini juga kita akan berangkat , cepat kamu bereskan barang -barang mu !" Tegas Dino sekali lagi kepada Samuel yang semakin tertekan.
" Paman Dino..Jahat..! Padahal , Samuel 'Kan ingin tinggal di sini ! Padahal Dia tak mau menjadi Duke segala !" Claudia memarahi Dino.
" Clau...Dengarkan , Paman , Clau.." Bujuk Dino.
" Claudia , jangan menyusahkan Paman Dino mu karena Paman Dino ' Kan hanya memikirkan masa depan Samuel.." Kata Ibu nya membujuk Claudia untuk tidak marah kepada Dino.
" Iya , Clau "Sambung Ayahnya.
" Semua itu demi masa depan Samuel juga dan Bangsawan tanpa gelar dan tak punya pelindung nasibnya sangat menyedihkan ," Kata Sean Fillan memberikan pengertian kepada Claudia.
" Seperti Saya , ya ?" Tanya Dino Baskoro getir.
" Ah maaf..." Kata Dino yang meninggalkan lorong koridor untuk kembali ke kamar tamu.
" Paman Dino..?" Batin Claudia juga sedih telah menyinggung perasaan Dino.
" Aku tak ngerti apa yang di katakan oleh orang - orang dewasa..Kenapa tidak boleh berada di satu tempat yang di sukai ? Kenapa harus pergi ke satu tempat yang tidak di sukai ?" Gerutu Claudia kesal.
Claudia mencari -cari Samuel yang ternyata telah pergi dari rumahnya dan Claudia memutuskan untuk mencari Samuel di bukit pelangi. Gadis kecil ini pun keluar dari rumah kediaman Count Fillan.
" Hooooo ! Clau !" Seruan Ray dan teman -teman saat melihat Claudia berjalan menuju ke bukit pelangi.
" Samuel kesini ?" Tanya Claudia.
" Iya , entah kenapa , sepertinya sedang kesal." Jawab Ray.
Claudia menemukan Samuel duduk termenung sendirian di tepi sungai kecil.
" Kamu..Akan pergi ..?" Tanya Claudia hati -hati pada Samuel.
" Kamu mau mengusir ku ,ya ! Kenapa sampai kamu juga! " Teriak Samuel pedih kepada Claudia.
" Bukan begitu maksudku.."
" Apa kalau Aku tidak ada kamu bisa tenang saja !? Jadi waktu Kamu bilang ingin terus untuk bersama ku , itu hanya bohong !? "
" Sam.."
" Cukup ! Aku tahu ! Aku ini cuma orang susah... Selamanya Aku ini..." Kata Samuel begitu pilu.
" Samuel..Tidak ! Jangan berkata seperti itu ! Aku ingin selalu bersama mu ! Karena Kamu 'Kan..."
Claudia menangis sedih menatap Samuel yang terdiam.
" Kekasih masa depanku.." Batin Claudia.
__ADS_1
" Clau.."
Samuel termangu memandangi Claudia yang kini menangis.
" Clau suka sama Si Samuel , ya ?" Tanya Bayu.
" Boleh tuh , Ray ?" Tanya yang lainnya kepada Ray
" Uuh " Gumam Ray patah hati.
Mereka berada di sisi lain sungai kecil tanpa ada yang berani untuk menghampiri Samuel dan Clau.
" Samuel kamu tidak harus pergi ke Keluarga White itu untuk selamanya, ' Kan ?Sampai kapan ?" Tanya Clau penuh harap.
" Entah." Jawab Samuel.
" Samuel , Aku ada ide.."
" Ah..!"
Sepulangnya Claudia ke kediaman Count Fillan. Ia langsung mengumumkan ide nya kepada Ayah dan Ibu nya serta Dino.
" Apa !? Claudia ! "
" Aku juga akan pergi ke Keluarga White ! Boleh , ' Kan ? Aku tak mau berpisah dengan Samuel. Dan lagi , Samuel juga .."
" Clau.." Dino bingung.
" Paman , memang Samuel harus tinggal berapa lama , sih ?" Tanya Claudia.
" Dua ...Ah tinggal bulan.." Jawab Dino.
" Kalau hanya selama itu sih...Tentunya.."
" Tak akan apa -apa iya 'kan Samuel ?" Tanya Dino kepada Samuel.
" Iya.."
" Itu tak mungkin ...Iya 'Kan Dino ?," Sean Fillan pun kebingungan mengatasi keinginan Claudia yang ingin pergi ke Keluarga White untuk menemani Samuel.
" Kalau sebagai teman belajar..Saya juga dapat menerima tawaran menjadi Guru privat puteri dari Keluarga White sebelum Dia di debutkan di dalam masyarakat. Seandainya di izinkan , Claudia juga boleh ikut sebagai murid tata krama.." Kata Dino Baskoro.
" Ta..Tata Krama..." Nyonya White menengok ke arah Claudia dengan sorotan mata sangsi.
" Kamu mau , Claudia ? "
" Iya !"
" Kalau begitu , akan Saya minta persetujuan dari Keluarga White . Tentunya pihak sana pun dapat menerima dengan senang hati , "Kata Dino yang mendapatkan solusi untuk membawa Samuel ke Keluarga White tanpa kesulitan dengan kekerasan hati Samuel.
" Kalau begitu , Saya bersama Samuel pergi lebih dulu ke Keluarga White. Setuju ?" Ucapan ini Dino ajukan kepada Samuel.
" Iya..!" Jawab Samuel.
" Begitu mendapat persetujuan , Paman Dino akan menjemputmu ," Kata Dino kepada Claudia yang mengantar ke halaman depan Kediaman Count Fillan.
" Jangan lama -lama ya , Paman." Kata Claudia.
" Salam untuk Ray dan yang lainnya ," Kata Samuel di atas punggung kuda putihnya.
" Cepat datang , ya !" Imbuh Samuel kepada Clau.
" Iya.." Jawab Claudia lantang.
Samuel menunggang kuda putih bersama dengan Dino yang juga berkuda di sampingnya pergi dari Kediaman Count Fillan di tatap dengan tatapan mata Claudia.
" Samuel ..." Batin Claudia bicara memandangi kuda putih yang di tunggangi Samuel menghilang dari Kediamannya.
Bersambung..!!
__ADS_1