Cinta Claudia

Cinta Claudia
Bab 16.


__ADS_3

" Kerjasama..?" Tanya Samuel.


" Ya, Untuk membawamu kemari...Dan untuk menahanmu sampai pesta kebun tadi..! Claudia benar -benar telah melakukan perannya dengan baik ,' Urusan ku sudah selesai dan sampaikan maafku...Karena telah membohongi Samuel ' Itu pesannya." Jawab Dino Baskoro.


" Aku tidak akan percaya omong kosong seperti itu..! " Teriak Samuel kepada Dino Baskoro.


" Kalau begitu , kenapa Dia pergi secara diam -diam? Itu karena Ia sudah tidak ingin bertemu dengan mu lagi 'kan ? " Dino terus berusaha untuk Samuel bisa mempercayai ucapannya mengenai Clau yang bekerjasama dengannya untuk Samuel bisa di bawa ke Kediaman White tanpa kesulitan bagi Dino.


" Bohong ! Bohong ! Semuanya bohong !" Teriak Samuel berang dan berlari meninggalkan Dino di ruang pribadi pria itu untuk mengejar Claudia.


" Hentikan semua ini , Samuel ! " Pinta Dino nada keras kepada Samuel.


" Sudah ,lupakan saja..Lupakan saja Claudia dan juga Bukit pelangi.." Tutur Dino kepada Samuel.


" Dino.." Gumam Samuel dengan nada benci pada pembimbingnya itu.


" Kamu telah tertipu rupanya , Samuel..! " Benak Samuel terngiang kata -kata Dino namun Samuel menepis keras dari benaknya.


" Clau..Mana mungkin kamu..Kamu..." Kata inilah yang keluar dari benak Samuel.


Di malam yang guyur hujan lebat Kediaman Count Fillan menyambut gembira kepulangan Claudia ke Kediaman Count Fillan dari Kediaman Duke White dalam kurun waktu yang cukup lama bagi para penghuni Kediaman Count Fillan yang menantikan kepulangan Claudia.


" Tuan puteri ! Tuan ! Nyonya ! Puteri Clau sudah kembali ! " Seru para pengawal dan pelayan di Kediaman Count Fillan.


Waaa..!


" Selamat kembali , Claudia...Syukurlah, Kamu ini selamat..!" Sambut Duke Count Fillan kepada Clau.


" Tiga bulan selama kamu tak ada , kami benar -benar kesepian...!" Sambut Nyonya Duchess Fillan memeluk putrinya dengan kerinduan yang mendalam.


" Memang..Keluarga Fillan tanpa Tuan Puteri Clau rasanya sepi sekali ! Ho ho ho ," Sambut Bibi asuh Clau dengan sukacita.


" Bagaimana keadaan keluarga White di sana, Clau ? " Tanya Nyonya Duchess Fillan ceria sekali kepada putrinya.


" Apa Samuel baik -baik saja ? Penobatannya itu sudah selesain, 'kan ? " Tanya Duke Fillan dengan nada antusias kepada Claudia.


" Iya..Tetapi Samuel sudah tak mungkin kembali lagi kemari.." Jawab Claudia nada muram.


" Tentu saja ! " Jawab Ibunya.


" Keluarga Samuel 'Kan keluarga White.." Kata Ayahnya.


" Ah.."


" Ibu..! Ayah..! "


" Malam ini kamu istirahat saja.." Kata Nyonya Duchess Fillan merasa sedih juga melihat Claudia begitu murung kehilangan sahabat anaknya itu.


" Sejak awal sudah tahu , ya...Tahu kalau Samuel tak bisa kembali lagi kemari..! " Ujar Clau dengan berurai air mata.

__ADS_1


"..."


" A..Aku..Habisnya Aku..A..."


" Wah.." Tangisan Clau meledak di pelukan Ibunya.


" Claudia..." Kata Nyonya Duchess Fillan memeluk putrinya yang menangis sedih karena Clau harus berpisah dengan Samuel untuk kebaikan Samuel di masa depan.


" Berpisah dengan Samuel rupanya begitu sangat menyedihkannya , ya..Mereka sudah sedemikian akrab, sih."


" Setelah beberapa saat nanti , Dia pasti akan bisa melupakannya.."


Duke dan Duchess Fillan mengantar Claudia ke kamar anak itu dan mereka membahas kesedihan Clau di luar kamar anak itu dan menganggap hal itu hanyalah sementara waktu bagi anak -anak seperti Clau untuk melupakan perpisahan dengan teman.


" Tidak akan ku lupakan...Tidak akan.." Batin Clau di sela -sela tangisannya di tempat tidurnya.


" Jangan pergi dariku , Clau...! Tetaplah bersama denganku ! "


Di dalam mimpinya di dalam tidurnya ,Claudia tak pernah berhenti untuk melupakan kenangan pahit dirinya yang melanggar janjinya kepada Samuel untuk selalu bersama dengan Samuel.


" Aku janji akan selalu bersamamu ! Maafkan aku , Samuel..Maafkan aku.."


" Aku melanggar janjiku..."


" Samuel.."


Keesokan harinya untuk mengurangi rasa sedih di hatinya usai berpisah dengan Samuel. Clau pergi mengunjungi teman -temannya di Bukit Pelangi. Dimana Ia di sambut hangat oleh Ray dan yang lain.


" Sudah dengar ? Katanya Clau sudah pulang ! "


" Benarkah ? "


Demikianlah Ray dan kawan -kawan mendatangi Clau di Bukit pelangi.


" Clauuuuu ! "


" Kalian...."


" Apa ? Samuel tidak akan kembali ? "


" Begitu , ya..."


" Apa boleh buat...Keluarganya ' kan bangsawan yang sangat hebat.." Kata Ray dan yang lainnya kepada Claudia setelah gadis kecil ini bercerita pengalamannya dan Samuel di Kediaman White.


"..."


" Clau..Ayo..Kita mancing ikan seperti dulu lagi ! Aku punya pancingan baru ! " Hibur Ray kepada Claudia yang muram.


" Ayo , Clau ! " Seru yang lainnya turut menghibur Clau yang sedih.

__ADS_1


" Ahahahahahahaha..!"


" Masih ingat waktu Samuel pertama kali dapat ikan ? "


" Iya..Dia kelihatan senang sekali ," Jawab teman -teman serempak mengingat hari itu dengan baik.


" Ahahahaha..Lihat ! Aku juga bisa mancing ikan ! " Terngiang di ingatan Clau hari itu suara riang dari Samuel saat pertama kali berhasil memancing ikan.


" Setiap hari Aku akan main ke bukit pelangi ini bersama Clau.."


Semakin teringat semakin menambah kesedihan di hati Clau.


" Samuel..S...Amuel..." Gumam Clau pilu.


" Clau ? " Panggil Ray menengok ke arah Claudia yang berbalik dan berjalan ke arah lain dengan wajah begitu sedih sekali.


" Aku..Pulang ," Jawab Clau kepada Ray.


" Hoi ! "


" Clau ! "


Seruan Ray dan yang lain yang keheranan melihat gadis kecil yang tampak sedih sekali berpisah dengan Samuel tak dapat tanggapan dari Claudia yang terus melangkah pergi dari Bukit pelangi.


" Padahal Dia sangat ingin pulang kembali ke Bukit pelangi ini.." Batin Clau.


" Keluarga Samuel adalah keluarga bangsawan White..Dia terlahir untuk menjadi seorang Duke..! "


" Mau -maunya berpasangan dengan anak gadis seperti itu ! Nantinya jadi Duke seperti apa Dia ! "


" Kamu mau Dia di cemoohkan seperti itu ? "


" Apa kamu mau , Claudia ? "


" Karena itu Aku akan pulang sendirian ! Paman Dino .."


Berbagai macam perkataan seperti itu telah di ingat baik oleh Clau namun menusuk hati gadis kecil semakin dalam dan membuat gadis yang periang itu berubah menjadi gadis yang pendiam.


Tring..


" Kenapa , Claudia ? " Tanya Nyonya Duchess Fillan kepada Clau yang selesai makan siangnya begitu cepat.


" Ng..Tak apa -apa , kok.." Jawab Clau pelan dan pergi keluar dari ruang makan.


" Tuan Puteri..Sekarang benar -benar menjadi pendiam ,ya ..Apa karena pelajaran tata kramanya telah mengubahnya menjadi pendiam..? " Tanya Bibi begitu mengkhawatirkan keadaan Clau yang berubah drastis itu kepada Nyonya Duchess White yang menatap sendu ke arah Clau yang melamun seorang diri di kamar tidur anak itu sepanjang hari nya semenjak sekembalinya anak perempuannya itu dari Kediaman Duke White.


" Tapi.." Pikir Nyonya Duchess Fillan merasa iba dan kasihan terhadap putrinya itu.


" Samuel..Sekarang ini sedang apa ,ya ? Di rumah keluarga White itu.." Pikir Clau sambil menatap kosong bunga -bunga di taman melalui jendela di kamar anak itu.

__ADS_1


" Di sana Dia pasti tak bisa melihat pelangi.." Pikir Clau lagi dengan sedih luar biasa.


Bersambung...!!


__ADS_2