
" Begitu ,ya ? Jadi Samuel sudah pergi ?," Tanya Ray kepada Claudia begitu Claudia berkumpul lagi dengan Ray dan yang lain di Bukit Pelangi setelah Claudia mengantar kepergian Samuel dan Dino di pintu masuk kediaman Count Fillan.
" Tapi setelah tiga bulan , Dia akan kembali ke sini bersama dengan ku ," Kata Claudia dengan jujur memberitahu Ray dan teman -teman mengenai dirinya akan belajar tata krama di Keluarga White.
" Tapi Clau, memangnya tak apa -apa di rumah bangsawan terkenal ?" Tanya Ray sangsi karena Clau itu tomboy.
" Nggak tahu sih ,hanya saja.." Jawab Clau merona malu.
" Cuma bibi yang gembira sekali ," Pikir Claudia.
" Dengan begini , kita bisa tenang Nyonya...Teman belajar Putri bangsawan White ,pasti Putri Claudia nanti bisa jadi gadis feminim..." Kata Claudia niru perkataan Bibi Julie di hadapan Ray dan yang lain.
" Clau akan belajar tata krama bangsawan.." Teman -teman sangsi dengan tertawa kikuk.
" Biar begitu , Clau itu 'Kan anak seorang Count ! Clau jadi gadis feminim...." Bayangan Ray dan yang lain tentang Clau menjadi gadis feminim.
" Heiiiii ! Kalian kenapa , sih !? Cepat kemari ! Aku menemukan sarang burung !" Seru Claudia kepada Ray dan teman -teman dengan riang gembira.
" Bodoh ! Kalau kamu teriak , burungnya kabur ! "
" Hahaha mungkin Clau lebih cocok seperti itu , yah seperti sekarang ini ..!Clau.." Ujar Ray.
Beberapa hari kemudian.
" Mengerti , Claudia ? Keluarga Duke White itu , baik dari status sosial maupun dari tradisi ,adalah bangsawan yang tak bisa di bandingkan dengan keluarga Fillan ! Jangan bersikap tidak sopan , dan belajarlah sungguh -sungguh ," Pesan Nyonya Count Fillan kepada Claudia di hari tiba saatnya bagi Clau untuk pergi ke Keluarga White.
" Baik , Bu." Jawab Clau.
" Jadilah Lady yang hebat , Kami akan menantikan hal itu." Kata Tuan Besar Count Fillan kepada anak perempuan tunggalnya itu sembari mengecup pipi puti kesayangannya itu.
" Jaga kesehatan !" Teriak Bibi Julie kepada Clau yang sudah naik dan masuk ke kereta kuda dari keluarga White.
" Aku berangkat !" Seru Clau melambaikan tangan dari jendela kereta kuda kepada seluruh keluarga pribadinya yang mengantar kepergiannya menuju ke Keluarga White pada hari itu.
Greekk
Greekkk
Greekkkk
Greekkkk
Greekkk
" Untuk sementara ini ,selamat tinggal rumahku.. Bukit Pelangi juga.." Batin Clau di dalam kereta kuda Keluarga White.
" Clau ! Clauuu ! " Seruan Ray dan yang lain dari atas bukit pelangi.
" Baik -baik di sana , ya ! Cepat pulang ,ya !"
" Ah..."
" Salam untuk Samuellll ! Dia itu ada bakat untuk menjadi tuan bangsawan lho ! " Seru Ray dengan keras.
" Hi hi hi terimakasih Ray.......Sampai jumpa lagi semuanya...! " Balas Claudia dari dalam kereta kuda.
" Kalau tidak bulan sudah berlalu , Aku akan bisa kembali bersama Samuel ke Bukit Pelangi ," Batin Clau.
__ADS_1
Greekk
Greekk
Greekk
" Eh Paman , anak -anak yang tadi itu temanku lho " Kata Clau mencoba bercakap -cakap dengan kusir kereta kuda Keluarga White yang menjemput dirinya dari rumahnya.
".."
" Nggg...Berapa jam lagi sampai ke rumah Duke White...?" Tanya Clau pada kusir yang tetap tak mau bicara dengan Claudia.
" Keluarga White itu seperti apa ,sih ..." Sekali lagi Claudia di acuhkan oleh kusir angkuh itu.
" Tempat seperti apa yah rumah Keluarga White itu..? Hmm pasti rumahnya besar...Megah..! Sudah dua minggu berlalu sejak saat itu...Bagaimana ya keadaan Samuel ,ya? Rasanya ingin cepat -cepat bertemu...Cepat bertemu..!" Lamunan Claudia di sepanjang perjalanannya menuju ke Keluarga White di dalam kereta kuda Keluarga White.
Tak terasa Claudia pun terlelap sesudah lelah Ia melamun seorang diri di kereta kuda itu sampai Ia akhirnya di bangunkan oleh Kusir Kuda Keluarga White.
".."
".."
" Putri Claudia ! Putri Claudia bangunlah "
" Eh....?"
" Kita sudah sampai di rumah kediaman Duke White."
Krek
" Ah...Iya ," Kata Claudia turun dari kereta kuda dan terperangah melihat megahnya rumah Kediaman Keluarga White.
" Kesini ," Kata pelayan Kediaman Duke White.
" Inikah rumah Kediaman Duke White ? ," Batin Clau terkagum -kagum dengan kemegahan dan kemewahan dari Kediaman Duke White.
" Status sosial dan tradisinya tidak tertandingi.." Ia teringat pesan Ibunya.
" Aku tak tahu rupanya Kita itu benar -benar hanya bangsawan desa ,ya ?" Pikir Clau.
" Jadi...Samuel penerus Keluarga Bangsawan sebesar ini ,ya ?" Pikir Clau lagi.
" Claudia ," Sapa Dino Baskoro ramah kepadanya.
" Paman Dino ,"
" Selamat datang , apa perjalanannya melelahkan bagi mu ?"
" Ng ?"
" Aha..Pu..Puri nya sangat besar ,sih..Jadi..," Kata Claudia ceria kepada Dino Baskoro.
" Eh , Samuel mana ?"
" Sebelum itu , Kamu harus memberi salam mu kepada Nyonya White ," Tutur Dino Baskoro sabar menghadapi Claudia.
" Nyonya White ," Batin Claudia.
__ADS_1
" Ini Duchess Farida Ronruth White ," Kata Dino memperkenalkan Nyonya White kepada Claudia di ruang tamu Kediaman Duke White.
" Nyonya , ini yang akan jadi teman belajar Tuan Putri Miya. Putri Claudia La Kurt Fillan," Kata Dino yang memperkenalkan Claudia kepada Nyonya White.
" Perkenalkan , Na.."
" Baskoro ,Kamu seenaknya membawanya kesini ! Ku serahkan semuanya kepadamu ," Kata Nyonya White angkuh kepada Dino sebelum keluar dari ruang tamu tanpa menghiraukan Claudia.
Brakk
" Saya mengerti , " Jawab Dino Baskoro paham.
" Paman antar kamu ke kamar mu .Ayo ikuti ! "
Dino mengajak Claudia keluar dari ruang tamu.
" Orang itu Nyonya White..Ibu tiri...Samuel ," Batin Claudia merasa kurang nyaman dengan Nyonya White yang dingin.
Claudia menengok dan menemukan seorang anak perempuan yang lebih muda darinya sedang intip dia di lorong koridor menuju ke kamar tamu untuk dirinya dari Kediaman Duke White.
" Ah..Anak ini yang menjadi teman belajarku ?," Pikir Clau senang.
" Selamat siang Aku Clau.."
Anak itu lari darinya.
" Itu Adikku , Sonya .Yang jadi teman belajarmu itu nanti Aku !" Kata seorang gadis kecil sebayanya dengan nada sombong.
" Aku Miya ,"
" Rupanya kamu anak yang di bawa kemari oleh Baskoro ," Kata Putri Miya White sombong.
" Salam kenal , Miya " Sapa Claudia ramah.
" Gyaaa ! Jangan ! Badan mu bau kampung !" Ejek Miya.
" E..Eh ?"
" Hihihihihi Keluarga bangsawan Fillan tak pernah terdengar namanya pasti keluarga kamu cuma bangsawan kampung ," Tutur Miya nada menghina kepada Claudia.
" A..Apa -apaan sih anak ini ?! " Batin Claudia nada marah.
" Hei ! Kamu ! " Teriak Claudia kesal.
" Ah , Baskoro ," Anak itu dengan sopan menyapa Dino Baskoro yang baru kembali dari mencarikan kamar tamu yang layak untuk Claudia gunakan selama di Kediaman Duke White.
" Ke kamarku , yuk ! " Kata Miya cepat halangi Dino di koridor.
" Tapi sekarang Saya harus..."
" Kalau cuma mengantar sih , serahkan saja pada pembantu. Sonya , ayo ikut ! " Ucap Miya kepada Dino yang mempercayai keramahtamahan Miya kepada Claudia.
" Sampai nanti ,Clau ," Kata Dino tersenyum hangat kepada Claudia tanpa melihat Miya berbisik -bisik kepada pembantu.
" Sudah kita siapkan kamar tamu untukmu yang paling spesial !" Kata Miya licik.
" Huh !" Dengus Claudia sebal.
__ADS_1
" Silahkan." Kata pembantu yang di bisiki Miya.
Bersambung..!!