
Claudia melepaskan perasaan hatinya yang kalut itu kepada Ray sahabat masa kecilnya yang amat baik hati selalu ada di dekatnya lalu dia dengar suara panggilan Bibi untuknya.
" Putri Clau..Sudah waktunya Anda untuk berganti pakaian..!"
" Baiklah, Ray terimakasih." Kata Claudia yang kini menjauh dari pelukan Ray untuk menemui Bibi di pintu lorong taman yang mengarah ke Istal kuda.
Clau dalam diam mematuhi semua orang yang ada di Kediaman Count Fillan yang sibuk merias dirinya dengan gaun dan topi pesta yang cantik dan indah.
" Clau ,dengar di sana kau jangan bersikap tidak sopan ya? Karena Samuel sekarang bukan lagi Samuel sahabat masa kecilmu dahulu ." Pesan Nyonya Duchess Fillan pada Clau saat gadis itu akan naik ke kereta kuda yang di kusiri oleh Ray.
" Iya, ya Bu. Clau tahu.." Jawab Clau nyengir lebar.
Di sepanjang jalan menuju ke Kediaman White di dalam kereta kuda, Clau tidak pernah berhenti mengenang masa -masa kecil dan indahnya itu bersama dengan Samuel, Ray dan yang lainnya di Bukit Pelangi. Ia juga mengenang kenangan pahit di hari perpisahannya dengan Samuel yang telah membekas luka yang dalam di hati Samuel dan Ia juga merasa hatinya turut pedih.
" Clau, kita sudah sampai..!" Ucap Ray nada halus menyadarkan lamunannya.
" Ah, ya.." Jawab Clau kembali ke masa kini dan Ia di bantu Ray untuk turun dari kereta kuda.
"Ray, bagaimana jika kau temani Aku ke pesta itu ? " Pinta Clau memelas kepada Ray yang bersandar di kereta kuda.
" Gak bisa ,Clau.Aku ini kusir. Sana kau pergilah sendiri.Kau ini cantik.."Kata Ray menolak tegas.
" Uuh ,dasar.." Umpat Clau manyun lalu berbalik ke arah dalam ruang pesta.
" Clau..!" Panggil Ray seketika itu juga dan di kira Clau kalau sahabatnya ini akan berubah pikiran.
" Ya..?"
" Percaya dirilah..Kamu sangat cantik hari ini.." Kata Ray memberikan dorongan semangat pada Clau yang awalnya manyun menjadi tersenyum lebar yang penuh percaya diri.
" Iya, Ray.Terimakasih." Jawab Clau semangat.
Di koridor taman, Clau berjumpa dengan Paman Dino Baskoro yang sudah menantinya di sana.
" Clau, akhirnya kau mau juga datang ke pesta kebun kami..Mari kau ikuti Paman untuk temui Duke White yang sudah menunggu mu di ruang pesta.." Kata Dino Baskoro tersenyum ramah pada Clau.
" Eh, ya..Paman." Jawab Clau mengikuti langkah Dino Baskoro dan terdiam sejenak pada saat Dino memanggil Duke White.
" Duke, Putri Claudia sudah tiba dan ingin berikan salam kepada Anda." Kata Dino kepada Samuel.
Samuel tampak tercengang dengan kata Putri Claudia yang di ucapkan Dino Baskoro kepadanya dan ketika Samuel berbalikan tubuhnya, Ia terbius dengan sosok gadis yang sangat cantik jelita dan tak pernah di lupakannya semenjak Ia kecil hingga saat ini.
"Salam Saya Putri Count Fillan kepada Duke White yang terhormat." Kata Clau yang sadar diri.
Samuel memandang dingin gadis itu lalu berbalik ke arah Dino dengan tatapan tajamnya.
" Dino..!" Panggil Samuel dingin.
" Ya, Duke..!" Sahut Dino segera menemuinya.
__ADS_1
Clau yang tahu diri dengan pandangan yang amat dingin dari Samuel segera berbalik arah dan pergi ke taman lainnya dengan menundukkan wajahnya dengan sedih sekali.
" Dino, kenapa kamu mengundangnya ke sini ?" Tanya Samuel nada tajam kepada Dino Baskoro.
" Untuk menyakinkan diri Anda untuk Anda terus maju tanpa mengingat kembali tentang dirinya dan Anda di masa lalu." Jawab Dino tak merasa bersalah kepada Samuel.
"Ish, kau yang telah mengundangnya ke sini..! Aku justru semakin tidak bisa melupakannya.." Kata Samuel kesal namun ada terbersit keinginan hati kecilnya itu yang ingin berjumpa kembali dengan Claudia.
Di taman lain, Clau menangis seorang diri karena hatinya sakit akan tatapan dingin Samuel kepada nya tadi.
" Jika kau belum bisa melupakan hari itu ?Kenapa kau mengundangku ke pesta mu ? " Tanya Clau sedih sekali.
"Hai..Clau..! " Sapa gadis manis dengan senyum hangat kepada Clau.
" Sonya.." Sapa balik Clau dengan senyuman rindu pada adik kecilnya Samuel.
" Huh pantas saja bau kampung ternyata ada kau di sini." Terdengar suara ejekan yang sangat di kenal baik oleh Clau.
" Ah , Miya apa kabar ? " Sapa Clau ramah kepada Miya White adik lain dari Samuel.
"Miya jaga kesopanan mu biar bagaimanpun juga Clau itu tamu ku..! " Tegur Samuel yang menjitak kepala Miya hingga benjol.
" Aduhh...!" Pekik Miya yang ingin membalasnya itu di batalkan oleh Miya sendiri karena tatapan matanya yang sangat dingin itu sudah menakuti Miya yang segera kabur darinya dan Sonya hanya tertawa-tawa kecil kepadanya.
" Kakak Sam..! " Sapa Sonya tertawa manis dan lembut kepadanya.
" Hai..Marilah kau ikuti aku ke suatu tempat.." Kata Samuel yang meraih jemari tangan Clau.
Samuel membawa Clau pergi dari pesta kebunnya dengan menunggang kuda dengan kecepatan luar biasa cepatnya karena semakin lama memacu kuda semakin jauh lah ,Ia membawa pergi gadis itu bersamanya.
" Sam..Kau mau membawaku kemana? " Tanya Clau di sela deru angin kecepatan langkah kuda Samuel yang tawa riang pemuda itu yang penuh kebebasan.
" Ke Bukit Pelangi.." Jawab Samuel dengan riang sekali.
" Ya, Ayo kau lihat kembali bukit pelangi bersama dengan ku.." Kata Clau ikut terbawa suasana hati riang Samuel.
Setibanya mereka di Bukit Pelangi, mereka berdua kembali teringat setiap kenangan yang mereka lalui di masa kecil mereka seperti mereka berdua mencari sarang burung di atas pohon ,memancing ikan di danau dan memetik buah stroberi liar di sana.
" Clau..Lihatlah buah stroberi liar nya banyak sekali dan manis..! " Seru Samuel yang sudah turun ke padang liar.
" Ah, Aku memakai gaun.." Kata Clau sungkan tapi di abaikan dengan cepat." Ah ,masa bodoh..!" Ujar Clau yang langsung meluncur turun ke padang liar tanpa mempedulikan gaunnya yang berantakan dan nyaris terjerembab di padang liar jika Samuel tak cepat menangkapnya.
" Dasar tomboy kau ini..." Kata Samuel dengan gemas kepada Clau yang terkekeh riang.
"Hahahaha..Apakah kau sudah tak ingat aku ini bagaimana ? " Tanya Clau dengan senyuman yang membius Samuel.
Samuel merengkuk wajah Clau dengan erat sekali lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Claudia lalu mencium bibir Clau dengan penuh perasaan yang tak bisa di bendungnya lagi.
"Sam..! " Clau terpana sesaat karena ciuman pada bibirnya itu oleh Samuel.
__ADS_1
Samuel tak berhenti untuk hanya satu kali untuk mencium bibir Clau yang manis dan sangat di inginkannya sejak dahulu.Samuel mencium dan mencium lagi sampai Ia berhasil menghentikan diri nya ketika Ia teringat masa pahit itu.
"Sam..Aku sangat merindukanmu.." Kata Claudia pelan kepadanya.
" Uh, rindu ? Jangan pernah berdusta lagi kepada ku ..! Aku sudah muak dengan rayuan mulut manis mu itu..!" Ucap Samuel dengan nada dingin yang menyakitkan Clau.
" Eh..Aku tidak pernah berdusta tentang rinduku kepadamu.." Kata Clau sedih.
" Sudahlah..Lupakanlah ciuman yang pernah ku lakukan kepada mu..! Ayo sebaiknya kita kembali ke Kediaman White sebelum Aku menyesal sudah membawa mu ke Bukit Pelangi ini." Kata Samuel dengan ketus kepada Clau.
Mereka kembali ke Kediaman White dan di sana Samuel tak berani menghadapi Claudia yang telah sadar bahwa semua yang pernah terjadi dan di laluinya bersama dengan Samuel adalah ilusi bagi dirinya.
"Clau, Aku akan pergi ke Ibukota untuk selamanya dan Aku juga tidak akan pernah kembali ke sini dan Bukit Pelangi." Kata Samuel tanpa melihat Clau yang menundukkan wajah untuk memberikan salam untuk pamit kepadanya.
" Iya, seterah kau saja.." Kata Clau berbalik cepat lalu meninggalkan Samuel di taman belakang di Kediaman White untuk segera menemui Ray di taman depan.
" Hai..Kau ini siapakah ? " Sapa Sonya dengan nada ramah kepada Ray yang sedang tidur santai di atas kereta kuda.
" Eehh...Kagetin aja..Anda ini siapa ?" Tanya Ray kaget sekali.
" Ray..! Ayo kita pulang..! " Teriak Clau pada Ray.
" Loh lalu bagaimana dengan pestanya ? " Tanya Ray bingung.
" Clau ,kau kenapa ? " Tanya Sonya juga heran.
" Pokoknya Aku mau pulangggg..!" Jerit Clau yang akan menangis kencang itu.
"Eh, iya ya kita pulang.." Jawab Ray cepat -cepat membantu Clau naik ke kereta kuda.
Sonya menatap kereta kuda yang di kusiri oleh Ray dengan perasaan yang bingung juga dengan sikap Clau yang tiba -tiba ingin pulang dengan cepat sekali dari pesta kebun Kakaknya yang di ketahuinya masih belum berakhir.
Sonya makin heran karena Samuel memutuskan untuk pergi ke Ibukota di pesta kebun pemuda itu masih terus berlangsung.
" Aku harus segera pergi ke Ibukota untuk temui Raja yang katanya hilang dari perjalanan ke sini dari para pengawalnya."Kata Samuel kepada Sonya pada saat Sonya menemui Samuel yang sudah berada di punggung kuda dan bersiap untuk pergi bersama dengan Dino Baskoro ke arah Ibukota.
" Begitukah ? "
" Iya, Putri Sonya tunggu saja kabar baik dari kami yang akan mengundang Anda ke Ibukota untuk debut pergaulan pertama Anda sebagai Putri dari Adik bungsu Duke White." Jawab Dino Baskoro.
" Heem ,ya Dino terimakasih." Kata Sonya riang.
Samuel menengok ke arah kejauhan untuk pamit dalam benaknya kepada Claudia dan Bukit Pelangi dengan perasaan hatinya harus di tekan untuk Ia bisa melangkah maju untuk gapai mimpinya yang besar di Ibukota.
" Clau..Selamat tinggal...!" Batin Samuel.
Kuda pun bergerak menjauh dari Kediaman Duke White dengan tatapan mata Sonya yang menilai sorotan mata kakaknya itu kejauhan tadi adalah tatapan mata yang enggan untuk berpisah dengan gadis yang di cintai oleh Kakaknya itu.
Bersambung...!
__ADS_1