
Kediaman White.
" Samuel ! " Suara Dino Baskoro yang mencari -cari keberadaan Samuel di sekitar mansion.
" Kamu melihat Duke ?," Tanya Dino kepada salah satu pelayan kediaman White.
" Tadi pagi sih lihat, tapi..." Jawab pelayan pada Dino Baskoro.
" Samuel..."Batin Dino menduga...
Bukit Pelangi.
" Waah..Lagi -lagi ," Kata teman -teman pada Clau di hari yang tetap di guyur hujan deras.
" Cih..!"
" Hari ini kita pulang saja, yuk! " Ajak teman lain
" Ayo, Clau ! " Ajak Ray juga kepada Claudia.
" Aku akan berteduh di sini..Sudah lama tak lihat pelangi, " Kata Claudia yang meneduh di goa.
" Clau..." Batin Ray turut prihatin dengan kesedihan yang masih membekas di hati Claudia.
" Di hari munculnya pelangi ,bila tidur dengan bantal yang beralaskan tujuh jenis bunga. Kamu bisa melihat kekasihmu di masa depan dalam mimpimu..Kekasih.."
" Samuel..."
Claudia menangis seorang diri di goa tempat yang dulu pernah menjadi tempat berteduh Claudia dan Samuel bersama dengan teman -teman mereka di kala menunggu hujan berhenti dan melihat pelangi di Bukit pelangi.
" Padahal kamulah orang yang muncul di dalam mimpiku.." Isak tangis Clau mengingat mimpinya dan kenangan indah bersama Samuel.
" Clau....Clau.." Suara yang sangat di kenali oleh Clau di hatinya.
" Sudah tidak bisa bertemu lagi ,ya...? Tak bisa bertemu lagi ..Samuel.." Isak Clau makin deraslah airmata Clau.
" Clau.."
Clau menengok ke bayangan yang baru saja turun dari seekor kuda hitam dan sosok Samuel terlihat bagaikan di dalam mimpi bagi Claudia.
" Clau ! Clau.."
" Clau.." Senyuman ceria Samuel terhias menatap Clau yang bengong menatapnya dengan tatapan mata kebingungan yang jelas.
" Berteduh ? " Sapa Samuel pada Clau.
" Ah..Kenapa ..?" Batin Clau bingung sendiri.
" Se..Seperti...Mimpi.." Kata Clau berlinang air mata karena dirinya terlalu merindukan Samuel.
__ADS_1
" Hahaha bodoh ! Ini bukan mimpi ! Ini Aku, Clau ! Aku yang sungguhan." Ucap Samuel terharu dan memeluk Claudia dengan kerinduan yang sangat mendalam.
" Kamu ini , Clau ! " Seru Samuel.
" Samuel ! Aku bisa bertemu denganmu..Aku bisa kembali bertemu denganmu..." Kata Claudia di dalam hatinya sambil memeluk erat Samuel.
" Akhirnya..Aku bisa juga keluar dari rumah itu..! " Ujar Samuel kepada Claudia yang diam di sisinya untuk mendengarkan curahan hatinya sesudah Ia tahu Clau pergi dari Kediaman White.
" Kamu pergi diam -diam ?" Tanya Clau.
" Dino pasti sekarang ini sedang marah -marah. Ha ha ha ha ha ," Ucap Samuel.
" Kamu pasti ada sesuatu yang di katakan Dino kepadamu , jadi kamu pergi diam -diam."
"..."
" Sudah ,tak usah memikirkan Dia ! Ya ? Ayo ,kita pulang ! Atau kamu masih mau di sini ? Aku juga.." Kata Samuel.
Claudia tetap diam mendengarkan semua yang di luapkan oleh Samuel yang terus menatapnya dan menunggu jawabannya.
" Clau ?"
" Dengarkan kata -kataku , Samuel...! A..Aku..."
" Clau...? Kamu bilang apa ?..Pulang ...! Kamu ini menyuruhku pulang sendirian ?" Tanya Samuel.
" Keberadaanku tak akan ada manfaatnya bagimu, Samuel.." Jawab Clau.
" Samuel..Dengarlah.." Pinta Clau dengan isakan tangisan kepada Samuel yang bersikeras untuk mengajaknya pulang bersama dengan Samuel ke Kediaman White.
"Ayo ! Jangan berkata yang tidak -tidak ! Ikutlah bersamaku, Clau ! Ayo !" Kata Samuel menarik lengan Clau namun Clau melepaskan lengannya dari genggaman tangan Samuel.
" Kamu..Masa' sih...Padahal kupikir mereka semua bohong...Rupanya memang benar yang di katakan Dino , dengan mulut manismu ,kamu berhasil telah membawaku ke Keluarga White.." Kata Samuel.
" Bukan ..Bukan begitu ! "
" Kalau begitu...Ikut Aku ! "
Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain hanya berbeda tatapan mata Clau kepedihan dan tatapan mata Samuel kekecewaan.
" Ikutlah dengan ku, Clau..Ikutlah denganku..! " Pinta Samuel melalui tatapan matanya sekali lagi kepada Clau.
" Demi Samuel , Aku rela berbuat apa pun..Aku.." Clau tak berani menatap mata Samuel yang kini menatapnya dengan rasa kecewa sekali kepada dirinya.
" Semoga..Kamu menjadi Duke yang hebat..! " Kata itulah yang meluncur keluar dari mulut Clau untuk Samuel.
" Aku tak butuh itu ! Baiklah ! Aku akan pulang ! Aku akan pulang sendirian ! Aku tidak akan pernah kembali lagi...Ke Bukit Pelangi ini ! " Ujar Samuel marah sekali lalu menaiki kudanya dan memacu kuda dengan emosi yang sangat besar telah pergi meninggalkan Claudia sendirian di tengah hujan deras yang membasahi bukit pelangi.
Gats
__ADS_1
" Tidak Akan..! "
" Kenapa , Clau ? Jadi semua itu bohong..? Kamu menyukaiku..Ingin selalu bersamaku..Semuanya... Semua itu bohong ? "
Dengan perasaan hati hancur karena kecewa dan marah menjadi satu telah menghancurkan rasa di hati Samuel tentang Clau dan Bukit pelangi.
Ray mengamati pertemuan terakhir Samuel dan Clau dengan perasaannya ikut merasa sedih juga melihat kepedihan hati Samuel dan Clau yang harus berpisah karena keadaan yang tidak sesuai dengan janji dan harapan mereka.
" Bukan..Bukan...Bukan begitu ! Samuel...! Bukan begitu...A..." Tangisan Claudia pecah.
Kediaman White.
Saas..
Hujan lebat di pekarangan rumah besar Kediaman White menyambut kepulangan Samuel ke rumah itu begitu sesuai dengan perasaan hati Samuel di saat ini sedang hancur.
" Aku sudah menduga, Kamu akan pulang kembali ke sini. Sebab, tempat mu memang hanya disini," Kata Dino Baskoro menyambutnya di depan pintu masuk.
".."
" Samuel." Kata Dino yang di lewati olehnya begitu saja.
" Waduuh..Duke White, kenapa bajumu seperti itu?Benar -benar tidak enak di pandang ! Iya, kan Bu ? " Ucap Miya menghina Samuel.
" Hihihihi.." Tawa sejumlah kerabat Keluarga White dengan nada menghina diri Samuel.
" Puih...! " Seulas senyuman mengejek terlihat dari sudut bibir Nyonya Duchess White oleh Samuel untuknya.
"..Orang -orang seperti itu.." Kata Samuel nada pilu dan sarkatis.
" Orang seperti itu.." Ulangnya.
" Apa kamu tak pernah berpikir ingin membalas perbuatan mereka, Samuel ? Perbuatan para kaum bangsawan yang sombong itu ! " Ujar Dino pada Samuel.
" Jadilah Duke yang hebat, Samuel.."Batin Samuel teringat perkataan Clau untuknya.
" Apa aku ini..Benar seorang Duke , Dino ? Apa Aku ini kepala Keluarga White ini ? Ajarkan kepadaku.. Bagaimana caranya supaya Aku menjadi Duke yang hebat...Bagaimana caranya agar Aku bisa membalas perbuatan mereka !" Kata Samuel pada Dino dengan nada suaranya begitu dingin.
" Nyonya White..Para penghuni rumah ini...Para bangsawan lainnya..Lalu..Lalu.." Katanya lagi di hatinya yang membeku sejak saat itu.
Kediaman Count Fillan.
" Waah....Samuel datang kemari ? Begitu..Jadi Dia sudah kamu suruh pulang ke rumah keluarganya di Kediaman White ? Kamu memang anak yang baik ,Claudia. Semua itu untuk dirinya." Kata Duke Fillan usai mendengarkan penuturan cerita Clau tentang kedatangan Samuel ke Bukit Pelangi.
" Benarkah ? Benarkah semua ini untuk kebaikan nya ? Walaupun itu bukan hal yang diinginkan oleh Samuel ? Kenapa ? " Tanya Clau kepada kedua orang tuanya dengan nada sama sekali tidak bisa di mengertinya.
" Nanti kamu akan mengerti, Claudia..Pasti akan mengerti...Kalau kamu sudah dewasa." Jawab Nyonya Duchess Fillan kepada Claudia dengan memberikan kecupan lembut di kening Claudia.
" Aku tak mengerti...Aku tidak mau mengerti soal itu..Kalau aku mengerti hal itu..Aku tak mau dan tak ingin menjadi orang dewasa..! Aku tak ingin jadi orang dewasa...! " Jerit hati Clau yang penuh rasa sakit kehilangan kepercayaan dari sahabat terbaiknya ,yaitu Samuel yang mengira dirinya itu menipu Samuel dengan rayuan manisnya untuk Samuel bisa menjadi Duke di Kediaman White yang dingin.
__ADS_1
Bersambung..!