
Di perjalanan pulang dari Kediaman White, Claudia merenung semua hal yang pernah di laluinya dan Samuel di Bukit Pelangi sampai Ia tak sadar ada seekor kuda yang berlari kencang dari arah yang berlawanan dengan kereta kuda yang di kusiri oleh Ray dan nyaris menabrak kereta kuda.
Dukk..!
" Aduhh..Ada apa sih ?!" Seru Ray kaget.
" Kuda tadi..! Tak ada orangnya..!" Pekik Claudia.
Lalu mereka berdua mendengar suara rintihan di hutan.
" Ada orang di sana..!" Ucap Claudia menunjuk ke hutan sebelah kanan mereka.
Mereka menghampiri seorang laki -laki yang ada di hutan itu.
"Aduduh sakit..! " Rintih pria itu.
" Kita menemukan harta karun..!" Ucap Ray.
" Aneh sekali ya..Kok ada sih laki -laki jatuh kuda sendiri..!" Kata Claudia.
" Diammm kaliann..!!" Teriak pria itu melototi Clau dan Ray.
" Ihhh..Galaknya..!"
" Kita ambil atau tidak, Clau ?" Tanya Ray merasa iba dengan pemuda asing itu.
" Ambil saja.." Jawab Clau.
Mereka membawa pemuda itu ke kereta kuda dan melanjutkan perjalanan mereka kembali ke rumah Count Fillan.
" Jangan menatap ku seperti itu dong ?!" Ucap pria itu melirik sinis kepada Clau yang memang sibuk memerhatikan pemuda asing itu.
" Suka -suka aku dong..!" Balas Clau judes.
" Kau ini suka sekali membalas perkataanku..!" Kata pemuda itu nada ketus kepada Clau.
" Kau juga sudah ku tolong bukannya berterima kasih malah bersikap sombong sekali kepadaku ! Memangnya kau ini siapa sih ?!" Balas Claudia menuding kasar ke pemuda itu yang terkesiap kaget di galaki oleh gadis itu.
"Namaku Philip Romeo Luciano Lovenia..!" Jawab pemuda dengan nada angkuh memperkenalkan namanya kepada Clau.
" Panjang amat nama nya..! " Kata Ray dari kursi kusir.
" Philip apa tadi nama mu ? Sepertinya Aku kenal nama itu..?" Tanya Clau nada tak yakin.
"Philip Romeo Luciano Lovenia ," Jawab pemuda itu mengulangi nama nya itu.
Baik Clau maupun Ray tercengang mendengar nama pria itu.
__ADS_1
" Raja Philip...?!! " Keduanya serempak.
Pemuda itu melirik sebal kepada keduanya yang sama sekali tak ada sopan dan takutnya terhadap dirinya.
Kediaman Count Fillan.
Ramailah seluruh penghuni di kediaman Count Fillan dengan kehadiran Raja Philip yang tak di sangka -sangka bisa di temukan oleh Claudia dan Ray di jalanan.
"Terimakasih atas kebaikan keluarga Count Fillan yang sudah memberikan ku tumpangan menginap di rumah kalian ini selama masa perawatan kaki ku ini ,ya meskipun Aku merasa kurang nyaman di tempat asing bagiku." Kata Raja Philip dengan nada sombong sekali.
" Ya, sudah ,silakan Anda pergi dari rumah kami kalau mengenai kuda, ada tuh di luar..! Ups ohya Aku lupa kalau Yang Mulia tak bisa mengendarai kuda..!" Balas Clau.
" Kaaauuu...?!" Teriak Raja Philip.
Clau kabur dari ruangan yang di tempati Raja Philip.
" Raja, tolong Anda jangan marah kepada putriku yang masih anak -anak itu.." Kata Duke Fillan nada memohon kepada Raja Philip.
" Ya, ya..Maafkan.Silakan kalian keluar dari kamar karena Aku ingin istirahat." Kata Raja Philip yang bisa sabar ternyata dalam menghadapi gadis liar seperti Claudia.
" Terimakasih ,Yang Mulia." Kata Duke Fillan yang segera mundur dan keluar dari ruangan itu dengan di ikuti oleh Duchess Fillan.
Di taman, Clau menggerutu mengenai sifat manja dan arogan Raja Philip kepada Ray yang sedang sibuk membersihkan kereta kuda.
" Dasar sombong banget 'kan dia itu ? Sedikit -sedikit mengeluh , sedikit -sedikit marah..!" Ucap Clau menceritakan sikap tak tahu terimakasih dari Raja Philip kepada Ray.
" Uuuhh.."
" Hahaha ,tapi aku senang kok dengan adanya Raja Philip di sini ,kau bisa kembali menjadi dirimu sendiri yang ceria, Clau.Aku tak tahu apa yang tlah terjadi di pesta itu, tapi aku ingin kau tetap ceria selalu, ya?" Ucap Ray.
" Iya, Ray." Jawab Clau tersenyum ceria kepada Ray.
Hari berikutnya suasana ramai di Kediaman Count Fillan karena Raja meneriaki setiap pelayan yang datang ke kamar tamu sehingga para pelayan itu ketakutan sekali dan meminta tolong kepada Clau.
" Tuan Puteri...! "
" Ada apa ? " Tanya Clau.
Clau pun menemui Raja Philip lalu membantu Raja mengganti perban di pergelangan kaki Raja.
" Baginda, tolong Anda jangan suka meneriaki para pelayan karena tanpa Anda meneriaki pun mereka sudah ketakutan kepada Anda." Pinta Clau kepada Raja Philip yang memandanginya dengan terpana.
" Namamu Claudia La Kurt Fillan bukan ?" Tanya Raja Philip mengangkat jemari ke rambut Clau.
" Ya," Jawab Clau menghindari sentuhan jemari Raja Philip pada rambutnya.
"Hei ,berapa usia mu sekarang? " Tanya Raja Philip ingin tahu segala hal tentang gadis liar namun manis ini.
__ADS_1
" Delapan belas tahun." Jawab Clau.
"Baiklah, sekarang kau boleh keluar dari kamarku." Kata Raja Philip pada Clau.
" Ya,terimakasih Baginda." Jawab Clau.
Ibukota Lovenia.
Sementara itu, Samuel dan Dino Baskoro telah sampai di Ibukota, dimana mereka di sambut oleh Perdana Menteri Theo di Istana dan mereka juga mendengar kabar kalau Raja belum juga bisa di temukan oleh para pengawalnya.
" Aduh ,dimana Raja sekarang ya ? Sungguh amat meresahkan saja dengan kondisi kesehatannya yang lemah itu ?" Tanya para bangsawan yang ada di Istana.
Samuel sama sekali tidak memikirkan kondisi Raja Philip karena Ia lebih memikirkan Claudia di Bukit Pelangi.
" Clau ,bagaimana kabar mu sekarang ?" Tanya Samuel pada awan -awan putih di langit biru saat Ia berdiri di balkon Istana.
Di Kediaman Count Fillan.
Di tengah malam yang panas karena udara di musim panas sangatlah menyesakkan udara yang minim.Clau terbangun dari tidurnya karena Clau bermimpi tentang Samuel yang membencinya.
" Samuel.."
Clau memutuskan untuk keluar kamarnya untuk menghilangkan rasa gelisah di pikirannya dan Ia memandangi langit malam dengan segala rasa di hatinya untuk bisa di sampaikan kepada Samuel di Ibukota.
Raja Philip tak sengaja melihatnya melalui jendela kamar Raja. Ia menoleh ke Raja yang langsung melayangkan senyuman lebar kepadanya.
" Hai.."
" Yang Mulia, hari sudah larut malam kenapa Anda belum tidur? " Tanya Clau nada lembut kepada Raja.
" Aku tak bisa tidur memikirkan nasibku yang di ramalkan oleh semua orang akan mati muda yang sesuai dengan tradisi para leluhurku dahulu dan tugasku sekarang adalah bagaimana Aku bisa mendapatkan pengganti diriku melalui diriku juga." Jawab Raja menghela napas sambil menopang dagu di jendela kepada Claudia.
"Kalau orang bicara mati muda tak kan pernah bisa mati muda apalagi orang seperti Anda jauh dari yang namanya kematian cepat." Kata Clau.
" Heii..Kau..?"
" Ya, kenapa Anda memusingkan perkataan orang lain tentang diri Anda ? Yang harus Anda pikirkan adalah bagaimana Anda harus maju dengan cara Anda menjaga kesehatan Anda sendiri." Jawab Clau lugas.
" Eh..? "
" Emm, Yang Mulia kau masih muda dan bugar, Jadi ,tolong jangan lah berpikir untuk hal -hal yang di ramal oleh orang lain tentang diri Anda." Kata Clau membuka pikiran Raja Philip.
" Kau benar.."
" Hei, besok Aku dan Ray akan pergi ke tempat yang paling indah di sini.Apakah Anda mau ikut ke sana bersama dengan kami ?" Ucap Clau dengan ramah mengundang Raja untuk melihat Bukit Pelangi.
" Ya, bolehlah, asalkan kau jangan seperti kemarin yang langsung kabur dariku saat Aku memanggil kamu untuk menemaniku yang jenuh dan bosan di ruanganku ini." Jawab Raja Philip yang merasa suka berdekatan dengan Claudia.
__ADS_1
Bersambung..!!