Cinta Claudia

Cinta Claudia
Bab 22.


__ADS_3

Hari keberangkatan Claudia menuju ke Ibukota pun tiba, gadis ini terus -menerus memikirkan apa yang akan Ia lakukan pada saat dirinya berjumpa kembali dengan Samuel di Ibukota.


" Clau, hati -hati di jalan dan jagalah Baginda Raja Philip dengan baik di sepanjang perjalanan kalian ke Ibukota." Pesan Duke Fillan kepada Claudia.


" Iya, Ayah." Jawab Clau sambil memeluk Ayahnya.


" Clau, kau juga harus menjaga sikapmu selama di Ibukota agar kau tak membuat malu keluarga kita yang berasal dari bangsawan desa biasa saja." Kata Nyonya Duchess Fillan memberikan amanat kepada Claudia yang memeluknya untuk pamit.


" Iya, Ibu." Jawab Clau lembut kepada Ibunya.


" Ray, jaga mereka baik -baik ya dan terutama kau harus jaga Putri Clau dengan baik di Ibukota." Pesan Bibi kepada Ray yang bertugas sebagai kusir di kereta kuda lain.


" Clauuuuu kemarilahhhh...! " Teriak Raja Philip dari dalam kereta kuda nya yang mewah kepada Claudia.


"Ugh, aku tak mau menaiki kereta kudamu tetapi Aku mau menaiki kereta kuda nya, Ray...!" Balas Clau yang memang lebih memilih duduk di kereta kuda yang di kusiri Ray daripada kereta kuda yang di dalam nya ada Raja Philip.


Di sepanjang perjalanan itu ,Clau tidak pernah bisa berhenti untuk tidak memikirkan Samuel yang Ia rindukan itu. Ia mengenang kembali hari terakhir Ia jumpa dengan Samuel di pesta kebun yang di adakan di Kediaman Duke White setelah sekian tahun dirinya tak berjumpa dengan Samuel.


" Samuel, Aku akan datang kepada mu dengan ku bawa udara Bukit Pelangi bersama denganku ke Ibukota." Batin Clau.


Di Ibukota, para bangsawan telah ramai sekali dan berkumpul di Istana begitu mereka mendengar kepulangan Raja Philip ke Istana di Ibukota usai masa liburan Sang Raja di sebuah desa kecil tak bernama.


"Kapan Yang Mulia akan tiba di Istana ?" Tanya para bangsawan kepada Perdana Menteri Theo Berlioz yang segera di kerumuni bahkan di kelilingi oleh para bangsawan itu yang ingin mendapatkan perhatian yang besar dari Raja Philip.


" Secepatnya." Jawab Perdana Menteri Theo nada singkat.

__ADS_1


" Ya,kira -kira berapa lama Beliau di dalam suatu perjalanan panjang Beliau dari desa tak bernama ke Ibukota ?" Tanya Dino Baskoro juga penasaran.


" Ya, Jika Beliau sudah tiba di Istana, Aku pasti akan menghubungi mu untuk Duke White dapat berjumpa dengan Beliau di Istana." Jawab Duke Berlioz dengan nada lugas kepada Dino Baskoro.


" Sebenarnya desa kecil apakah yang Raja Philip datangi itu?" Tanya Samuel langsung kepada Duke Berlioz yang tak berani menatap langsung mata indah Samuel yang tajam.


"Entahlah ,Saya juga tak pernah mendengar nama desa kecil itu,cuma Saya hanya tahu kalau Beliau menginap beberapa hari di Kediaman Count Fillan yang Saya dapatkan informasi tersebut dari salah satu pengawal terbaik Raja Philip yang bernama Rian."Jawav Duke Berlioz dengan nada sopan dan hormat kepada Samuel.


"Agh..Clau..!" Pekik Samuel di dalam hatinya.


" Jangan pernah kau berpikiran yang ada di dalam pikiran mu itu, Duke.Ingatlah kamu dan Claudia sudah tak memiliki hubungan apa -apa lagi." Kata Dino Baskoro mengingatkannya kembali kepada impiannya di Ibukota.


" Kata mu ,Aku tak ada hubungan apa -apa lagi dengan Clau.Bagi ku , Aku dan Clau masih ada hubungan yang tak bisa di lepaskan begitu saja oleh kami berdua usai Aku dan Clau berjumpa kembali di usia dewasa kami saat ini." Batin Samuel menepis perkataan Dino Baskoro.


Di perjalanan menuju ke Ibukota yang sangatlah jauh itu terjadi hal yang tak di inginkan di dalam perjalanan yang sedang di lakukan oleh Claudia di dalam kereta kuda milik gadis itu sendiri yang di kusiri oleh Ray.


"Clau,kamu kenapa ? " Tanya Ray dari kursi kusir kereta kuda saat mendengar rintihan dari mulut Clau.


" Aku tidak apa -apa, Ray.Kau tenang sajalah.." Jawab Clau yang tak mau merepotkan Ray. Gadis ini menahan sendiri rasa sakit di bawah perutnya itu.


Selain, Clau yang sakit perut di dalam kereta kuda yang di kusiri oleh Ray,juga Raja Philip yang juga mengalami sakit panas karena kelelahan selama di perjalanan mereka menuju ke Ibukota.


Maka, begitu mereka sampai di Istana. Raja Philip segera di datangi para tim medisnya untuk Raja Philip bisa mendapatkan perawatan yang terbaik untuk mengobati sakitnya itu.


"Clau kamu berada di mana ?" Tanya Raja Philip di tempat tidur nya.

__ADS_1


" Tuan Putri Clau Anda di cari oleh Baginda Raja di kamar Beliau," Lapor Rian pengawal Raja Philip yang mendatangi Clau di ruangan lain.


" Iya, Rian terimakasih." Jawab Clau yang tanpa menghiraukan rasa sakitnya sendiri itu dengan Ia tetap mengunjungi Raja Philip di kamar Raja itu.


" Kau tak boleh pergi kemana -mana ,Clau?" Pinta Raja Philip di antara meracau nya di dalam sakit panasnya itu.


" Iya, Aku disini Baginda."Jawab Clau lembut.


" Aku ingin berjumpa dengan Raja Philip sekarang juga..! " Terdengar suara arogan dari Duke Berlioz dari luar kamar Raja.


Claudia menemui Duke Berlioz yang amat kaget melihat adanya seorang gadis muda asing yang keluar dari kamar Raja Philip.Dan,gadis itu malah menghadapinya dengan senyuman yang sangat elegan sekali.


" Maaf, Anda tak bisa mengunjungi Raja Philip untuk saat ini karena Beliau harus istirahat dengan tenang di kamarnya." Kata Claudia dengan nada anggun sekali.


" Kau ini siapakah ?" Tanya Duke Berlioz dengan tatapan mata angkuh sekali kepada Claudia yang membalas tatapannya itu dengan tatapan mata yang sangat berkarismatik sekali.


" Namaku Claudia putri dari Duke Count Fillan." Jawab Claudia tegas.


" Ugh, ternyata kamu ini Putri bangsawan desa itu yang seharusnya bersikap hormat kepadaku Duke Berlioz atau Perdana Menteri Theo Lovenia...!" Kata Duke Berlioz tajam.


"Baiklah, tapi mulai besok ya." Jawab Claudia tak merasa takut sama sekali terhadap pria tua yang memiliki pengaruh hebat yang kedua di seluruh negeri Lovenia setelah Raja Philip tentunya yang sebagai pemimpin tertinggi di Kerajaan itu.


Duke Berlioz tercengang sampai tak bisa berkata -kata lagi, pria ini meninggalkan tempatnya berdiri di depan pintu kamar Raja Philip dengan perasaan hati panas namun Ia tak bisa berbuat apa -apa lagi terhadap gadis cantik pemberani itu.


" Huahahahaha, Clau kau memang seorang gadis yang tangguh..!"

__ADS_1


Di dalam kamar, Raja Philip menertawakan Duke Berlioz dengan memuji keberanian yang sangat hebat yang di miliki oleh seorang gadis muda yang cantik itu,yaitu Lynette Claudia Count Fillan.


Bersambung..!!


__ADS_2