Cinta Claudia

Cinta Claudia
Bab 37.


__ADS_3

" Aku Rosalie Count Fillan berjanji akan selalu setia baik suka maupun duka,senang maupun susah untuk menjadi istri yang setia bagi Raja Philip." Kata Rosalie dengan suara lantang pula di hadapan semua tamu undangan yang hadir di hari pernikahannya dengan Raja Philip.


" Yang Mulia ,silakan Anda memberikan sentuhan kasih Anda kepada Putri Rosalie Fillan setelah Anda menyematkan cincin pernikahan di jemari manis Tuan Putri,maka Anda dan Tuan Putri sah menjadi suami dan istri di hadapan Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria." Kata pemuka agama dengan nada sungguh hati kepada Raja Philip.


Raja Philip mengikuti intruksi pemuka agama lalu merengkuh wajah Rosalie dengan kedua tangan lalu mengecup lembut bibir manis Rosalie yang memejamkan kedua matanya untuk menerima kasih yang di berikan oleh Raja Philip kepadanya.


" Tuan Putri silakan Anda melemparkan buket bunga pengantin Anda usai Anda dan Yang Mulia berada di kereta kuda yang akan mengantarkan Anda berkeliling Ibukota Kerajaan Lovenia dari gereja Istana Kerajaan Lovenia ke Istana Utama Kerajaan Lovenia untuk menyematkan gelar Ratu Lovenia di resepsi pernikahan yang akan di gelar di taman agung Istana Kerajaan Lovenia." Kata Perdana Menteri Theo Berlioz Senior dengan nada yang amat berwibawa sekali kepada Rosalie.


Rosalie duduk anggun di atas kereta kuda yang terbuka pada atapnya.Ia memperhatikan ucapan selamat yang di ucapkan oleh segenap rakyat di seluruh Ibukota Kerajaan Lovenia untuknya dan Raja Philip.


" Selama Berbahagia untuk Yang Mulia Raja Philip dan Putri Rosalie..!" Sorak sorai seluruh rakyat.


Di Istana Utama Kerajaan Lovenia yang megah luar biasa ,Rosalie berdiri anggun dan terhormat di samping Raja Philip yang tersenyum bahagia di wajah Sang Penguasa Negeri Lovenia itu.Ia kini telah di nobatkan secara resmi sebagai Ratu di negeri Lovenia dengan gelar Ratu Rosalie Count Fillan Lovenia.


"Ros..Kita akan pergi berlibur ke sebuah vila di desa yang sangat indah dan yang tak kalah asri dengan bukit pelangi sebagai tempat bulan madu kita berdua." Kata Raja Philip di dalam kereta kuda usai pesta resepsi pernikahan.


" Ya,Paduka." Jawab Rosalie yang pikirannya itu terpusat kepada seorang pria yang selalu di dalam hatinya yaitu Duke Samuel White.

__ADS_1


Di dalam kapal pesiar yang berlayar mengarungi lautan yang membentang sangat luas dan indah bukan main dengan riak-riakan gelombang air laut yang berwarna biru kehijauan yang sangatlah luar biasa menarik sekali dengan tumbuh karang dan ikan -ikannya dapat terlihat jelas dari atas kapal.


" Wahh..Indahnya tumbuh karang di dasar lautan lepas ini..!" Seru Claudia memegangi tiang kapal pesiar dengan sukacita sekali.


" Iya,akan jauh lebih indah lagi jika kau tersenyum seceria malaikat laut yang tiada tara di dalam kecantikan alami mu,Sayang." Kata Samuel yang melingkarkan kedua lengannya di pinggang kecil Clau.


" Ei..Kau terlalu memujiku ,Sam.Aku ini gadis yang biasa-biasa saja." Kata Clau yang menengok ke arah Samuel yang mengecup lembut bibirnya.


" Biasa bagi tapi luar biasa bagiku.." Kata Samuel yang lidahnya menjelajahi rongga mulut mungil Clau dengan kemesraan yang hakiki.


" Hmmm,ini kapal pesiar milikku..Maka,Aku berhak melakukan segala sesuatu yang ku sukai yakni mencumbu mesra dirimu.." Kata Samuel yang jari tangannnya mengusir semua staf kapal pesiarnya dari bagan kapal yang luas itu agar dirinya dapat bebas melakukan hal yang di inginkannya kepada Clau.


" Pelan -pelan..Auhh..Sabarlah.." Kata Clau yang di baringkan di kursi dekat tepi kolam renang di atas kapal pesiar oleh Samuel yang menjelajahi tubuh indah Clau dengan bebas.


"Clau..Kenapa dirimu begitu manis sekali sampai Aku tak pernah bisa menghilangkan dirimu dari hati dan ingatanku?" Tanya Samuel yang kini telah mengubah posisinya untuk lebih nyaman dalam menjelajahi relung indah istrinya yang cantik dan manis itu.


Semilir angin laut yang menyejukan menambah suasana yang semakin manis terasa bagi Samuel dan Claudia di perjalanan mereka berdua menuju ke Kerajaan Romenia yang berada di seberang Kerajaan Lovenia.

__ADS_1


Suasana hati lain di tempat yang berbeda lainnya adalah suasana hati Sonya yang memikirkan akan nasib bayi perempuannya yang di tukar dengan bayi laki-laki orang lain untuk Sonya dapat berikan seorang anak laki-laki pertama kepada Ray suami yang paling di sayanginya itu.


Namun, Sonya mendapatkan sebuah kabar buruk dari orang yang mengasuh putrinya itu yang telah menyatakan kalau putrinya telah meninggal dunia di karenakan penyakit campak yang mewabah di daerah tempat putrinya di asuh.


" Aku sangat bersalah besar terhadap putriku dan juga Ray suamiku karena Aku telah menukar bayi ku dengan bayi orang lain dan sekarang Aku dapat kabar buruk kalau putri kecilku telah meninggal dunia karena sakit parah..Oh,Tuhan Aku sungguh telah berdosa besar kepada suamiku dan juga putriku yang ku lahirkan itu.." Kata Sonya yang kini meratapi nasib putrinya yang malang di ranjang di dalam kapal pesiar milik Keluarga White.


Ray yang sedang membersihkan lantai di ruangan lain kapal pesiar milik Keluarga White tak sengaja mendengar curahan hati Sonya yang terdengar olehnya.Ia mengepalkan buku tangannya dengan geraman marah dan sedih serta kecewa sekali kepada Sonya yang membuatnya bertekad akan membalas dendam atas perbuatan Sonya itu di kemudian hari nanti.


" Aku akan membuat perhitungan dengan kamu Sonya..Karena kau sudah merendahkan ku dan mengecewakan kepercayaanku kepadamu yang awalnya aku kira kau berbeda dengan para putri bangsawan yang lainnya tapinya kamu sama saja dengan mereka,yakni kau memilih statusmu dan kedudukanmu daripada nyawa putrimu sendiri yang berasal dariku..! Aku akan membalas kamu dengan caraku sendiri..!Lihat saja nanti..!" Batin Ray.


Ray memandangi Claudia yang sedang duduk di kursi tepi kolam renang kapal pesiar itu.Tiba -tiba munculah perasaan hampa pada diri Ray yang di sampai saat ini juga masih menyimpan perasaan cinta yang mendalam kepada Claudia.


" Clau..Kenapa dirimu tak pernah melihat ku yang selalu ada di kala kamu sendiri tanpa adanya satu orang pun yang menemanimu ?Clau,apakah kamu tahu bahwa diriku adalah yang terbaik untukmu di bandingkan dengan Samuel?" Batin Ray menangis getir sekali sambil memegangi alat pel lantai dari pintu ruangan lain di kapal pesiar milik Keluarga White.


Samuel tersenyum riang gembira memandangi istrinya yang duduk anggun di dekatnya sambil berpelukan mesra dengannya dan juga menatapi lautan yang semakin menipis yang berarti kapal mereka akan segera tiba di tempat tujuan mereka berlayar.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2