
" Celine..iya makasih ya sayang..." Mamih menyambut hangat Celine dengan pelukan
Adegan yang hangat...gw gak perlu berdiri di antara lingkaran keluarga ini kan..? Audry berdiri canggung di tengah-tengah
" Maaf ya tante Celine datang sendiri, karna Mama masih di luar negeri..." menunjukkan wajah yang sedikit menyesal
" Iya gak apa-apa ..tante tahu kok Mama kamu pasti sibuk .."
Mamih Vandra dan Orangtua Celine memang teman yang cukup dekat dan sama-sama dari kalangan kelasa atas. Mereka berinisiatif menjodohkan kedua anak mereka , tapi Mamih memberi saran supaya mereka kencan buta terlebih dahulu untuk menumbuhkan rasa cinta di antara kedua nya.
" Ini hadiah yang mama siapin buat tante dan ini kado dari Celine...semoga tante suka ya.." Celine memberikan 2 bungkusan yang sudah disiapkan
" Ahh..makasih banyak ya sayang, gak usah repot-repot gini loh..." Tante menerima hadiah
Pasti hadiahnya mahal..! Apalah gw yang cuma kasih kado doa buat tante...Audry berkecil hati
" Ini siapa tante..?" tanya Celine penasaran
maksudnya nanya gw ya ?
Sebenarnya Celine terus memperhatikan Vandra yang tiba-tiba pergi meninggalkan nya dengan Vano.
Dia juga melihat Vandra mendekati dan menarik tangan gadis yang sekarang berdiri di samping tante
" sampai lupa...kenalin ini Audry dia teman Vandra dan juga Vano " kata tante
salah Tante...bukan teman ! lebih tepat nya pegawai magang di kantor Pak Vandra..
Duh...kenapa jadi kayak gini sih.?
dengan terpaksa Audry mengulurkan tangannya ke Celine , tapi terlebih dahulu dia menatap mata Vandra untuk meminta persetujuan dengan kode mata
Vandra hanya membalas dingin tatapan Audry
" Audry.."
" Celine.."
Audry tersenyum getir
" Karna semua nya udah ngumpul, kita duduk yuk untuk makan...ayo Celine ayo Audry.." ajak Mamih
" Mih, maaf Vandra harus bicara dulu sama Audry..! Mamih duluan aja " pinta Vandra mengagetkan semua
" Lo mau kemana bang...? Audry mau di bawa kemana ? " si Kepo Vano bertanya
" Sebentar aja kok...ayo Audry.." Vandra kembali menarik tangan Audry dan berjalan meninggalkan Mamih, Celine dan Vano
Mamih menahan tangan Vano yang ingin berusaha mengejar Vandra dan mengajaknya pergi ke meja makan
Pak Vandra kenapa sih,..? Gw mau di bawa kemana ini..huhuhu
Vandra membawa Audry ke sebuah ruang baca yang di dalam nya terdapat banyak buku berjejer teratur di rak
Vandra menutup pintu ruangan dan menyandarkan tubuh Audry ke tembok
__ADS_1
Vandra menatap wajah Audry tajam,..Jantung nya bahkan berdetak dengan kencang
jangan gitu kek pak ngeliatnya...! saya kan gak bisa umpetin muka saya...
Audry memalingkan wajah nya menghindari pandangan Vandra
" Kamu tahu kenapa saya bawa kesini...?" Vandra membuka pembicaraan
Audry berfikir keras bertanya dalam hati kenapa Vandra bisa terlihat kesal pada nya
Jangan-jangan karna gw udah motret dia diam-diam... ketauan dong gw...
" Maaf ya pa.."
" Maaf untuk apa..?" tanya Vandra
Audry pun menunjukkan ponsel nya ke Vandra
" Bapak marah kan karna saya motret bapak secara diam-diam..ini bukan kemauan saya pak, ini...ini Arum yang minta pa..!" Audry bicara sambil memejamkan mata nya
Bodo ahh gw pake nama Arum..ini emang mau nya dia kok..! ketangkep basah kan
Kamu memang polos Audry..
" Kamu simpan aja foto itu..! bukan ini maksud saya...!"
" jadi, bukan karna ini Pak Vandra marah sama saya..?" tanya Audry
Vandra menggelengkan kepala nya,
" Kamu kenal dengan Celine dimana.? " tanya Vandra
" Apa kamu sudah pernah melihat Celine sebelumnya..?" Kembali Vandra bertanya
" Pernah..! "
" Dimana..?"
Jawab jujur gak ya
" Waktu itu saya gak sengaja ngeliat bapak sama Nona Celine di kedai kopi depan kantor lagi duduk berdua..." bener kan,
Jadi dia melihat nya
" Nona..? kenapa kamu manggilnya Nona, ?"
" Yah gak sopan lah pa, kalo saya panggil nya nama doang...dia kan pacar bapak.." jawab Audry dengan sedikit kebodohan nya
Mata Vandra terbelalak...
" Kenapa kamu bisa berfikir kalau dia pacar saya...dan kamu juga beritahu Vano tentang hal ini..!" Vandra terlihat marah tidak senang dia bahkan meninju tangan nya ke tembok dan hampir saja megenai wajah Audry
Pak Vandra marah beneran ini mah,,..Muka nya , muka nya sampe merah gitu
Tubuh Audry gemetar, kaki nya sampai lemas dia menggenggam tangan nya kuat..mau lari juga tidak bisa
__ADS_1
" Maaf..maaf pa kalau saya salah bicara..." jawab Audry sambil menunduk kan wajah nya
berusaha menahan tangisannya
" Audry...!! saya tidak suka kamu bicara seenak nya sebelum kamu tahu fakta nya..!! " Vandra masih di nada marah
Ya Tuhan,,,selamatkan hambamu ini..
Audry hanya diam membisu , mulutnya kaku untuk bicara
" Celine itu bukan pacar saya ..! dia bukan pacar saya seperti yang kamu lihat..! " Entah kenapa Vandra begitu kesal dengan Audry yang menganggap Celine adalah pacar nya..
Dan memang Audry salah karna berasumsi kalau wanita yang dekat dengan atasannya pasti memiliki hubungan yang spesial.
Audry masih menunduk kan kepala nya tidak berani menatap Vandra
" Audry..! lihat saya..!" Vandra menggertaknya
Perlahan Audry mengangkat kepala nya dan menatap Vandra , tapi karna ketakutan nya tangisan nya pun pecah tidak bisa di tahan lagi
Hwaa...hiks hiks hiks...
Vandra kaget melihatnya...
" Hiks ...hiks..maafin saya pak..saya ngaku salah...hiks .. hiks...saya janji gak akan ikut campur lagi masalah pribadi Bapak...hiks hiks..maaf pak..." Audry menangis sesegukan dia sampai tidak perduli dengan air mata diwajah nya yang bisa saja merusak make up nya
Vandra yang melihat hal itu tidak dapat lagi menyembunyikan perasaannya..
Dia menarik wajah Audry ke pelukannya,
" Dasar bodoh..." gumam Vandra membelai lembut rambut Audry
Audry masih saja terus menangis , sesekali dia menyeka air matanya
hiks.. hiks.. hiks..gw gak nyangka Pak Vandra sampai semarah ini sama gw karna gw udah salah mengira...Maafin ya pak.
Eh ...kok gw malah di peluk..baru sadar
Audry melepaskan pelukan Vandra
" Jas Bapak jadi kotor kan gara-gara air mata saya..." Audry mengusap-usap jas Vandra yang basah
Vandra diam melihat yang di lakukan Audry
" Audry..!" panggil Vandra
" Iya pa.." jawab Audry
wajah mereka bertemu di satu tatapan, mata merah Audry bekas tangisan terlihat lucu dilihat Vandra
Vandra membelai lembut rambut Audry dan menyelipkan anak rambut yang berantakan di telinga nya.
Audry sampai merinding dengan perlakuan Vandra...masih bingung belum bisa memahami
" Kamu cuci muka kamu dulu di toilet,, kita akan menyusul Mamih di meja makan .."
__ADS_1
gitu doang... manggil cuma buat bilang itu..?
don't Forget to like coment and vote