Cinta Diantara Dua Z

Cinta Diantara Dua Z
BAB 34


__ADS_3

Audry mematung sejenak mencerna perintah Vandra.


" Dry...itu Pak Vandra minta lo masuk ke mobilnya..." kata Nuri sambil menepuk bahu Audry


Audry pun tersenyum getir ke sahabatnya kemudian berjalan ke arah mobil Vandra


" kita mau kemana pak ?" tanya Audry kelu


" Cepat masuk..! nanti saya kasih tahu.." kata Vandra


Audry pun membuka pintu mobil dan masuk ke mobil Vandra dia duduk tepat di sebelah Vandra.


Nuri sahabatnya hanya bisa melihat mobil lama-lama pergi menjauh , masih dalam mode bingung dan butuh penjelasan


Di dalam mobil mereka berdua diam tidak mengeluarkan kata-kata sedangkan Audy masih memikirkan apa lagi kesalahan nya kali ini.


Gw salah apa lagi sih sama Pak Vandra..? Trus ini gw mau di bawa kemana ?...huhuhu..


" Kamu udah sarapan ?" tanya Vandra membuka pembicaraan


" Belum pa...ehh maksud nya udah pa , tadi di rumah udah sarapan.." walaupun tuh nasi goreng cuma gw aduk-aduk doang


" Oke, kamu temani saya sarapan sebentar .!" lanjut Vandra


HAH...! lelucon apa lagi sih ini..?


" Tapi pak, nanti kalau saya telat masuk kantor gimana ? Ka Jenni pasti marah pak..!" Audry berusaha menolak


" Jenni masih belum masuk hari ini, dan kamu lupa siapa bos nya..?" Vandra melirik Audry


Iya juga ya, kan dia bos nya...bos mah bebas ! tapi apalah nasib pegawai magang kayak gw...


Audry hanya bisa menuruti perintah bos nya ini.


" kita sudah sampai..." Vandra memarkirkan mobilnya dipinggir jalan


tidak ada restoran atau pun kafe , yang terlihat hanya nya deretan pedagang kaki lima . Dari mulai bubur ayam, ketoprak, nasi goreng, dan banyak lagi lainnya


Gak salah nih, Pak Vandra mau sarapan disini..?


Mereka pun turun dari mobil dan Vandra mengajak Audry untuk duduk di kursi panjang milik pedagang bubur ayam.


Untung saja suasananya sudah sepi karna memang sudah lewat dari waktu sarapan.


" Kamu mau pesen apa ? " tanya Vandra


" Saya gak usah pa, bapak aja..tapi bapak yakin mau makan disini.?" Audry penasaran


" Iya, ini bubur ayam langganan saya waktu jaman sekolah dulu...hari ini saya lagi pengen makan bubur ayam.." kata Vandra


Dan memang pedagang nya pun mengenali Vandra dan langsung tahu apa pesanan Vandra.


Audry sampai heran melihatnya, ternyata pemikiran nya selama ini salah tentang bos nya. Berpikir kalau orang kaya pasti hanya mau makan di restoran mewah atau kafe ternama.


Vandra mulai memakan bubur ayamnya, menikmati setiap sendok yang dia makan.

__ADS_1


Kalau cuma mau makan bubur ayam kenapa harus ajak gw segala sih..? dia kan bisa makan sendiri..masa gw cuma di jadiin pajangan doang.


" semalam kamu sampai jam berapa..?" tanya Vandra


membuat Audry kaget


" Eeh..Kita langsung pulang kok pa, saya sampai jam 9 .." kaget gw


" Vano antar kamu sampai rumah ?"


" Gak,..saya minta di antar saya depan pos satpam.."


Vandra menghentikan makannya meletakkan sendok di mangkuk buburnya kemudian menatap Audry..


" Kenapa pesan saya gak di balas ? "


Nah lo...ditanya juga kan !.


" saya gak lihat HP lagi pak, sampai rumah saya langsung tidur jadi gak tahu kalau bapak kirim pesan.." Ya ampun berdosa banget sih gw gak bales pesan dia


Vandra mengangguk paham, dan berfikir sejenak.


" Pak , kenapa gak di terusin makannya..?"


" Saya udah gak laper lagi..! "


Muka Pak Vandra kok kelihatan lelah gitu ya , trus keliatan banget mata panda nya. Apa dia gak tidur nyenyak semalem ?


" saya terus mikirin kamu..! sampai saya gak bisa tidur semalaman , di tambah kamu yang tidak membalas pesan membuat saya khawatir.." kata Vandra


DEG..


kenapa sama gw, ?


kata-kata Vandra yang ambigu membuat bingung .


" bentar ya pa saya mau beli minum di depan dulu.." bingung mencari alasan yang tepat


Audry pun pergi menghindari Vandra dengan alasan membeli minum.


Gw gak salah denger kan ,? tapi kenapa ? kenapa Pak Vandra ngomong kayak gitu ke gw. lagian siapa gw, duh nih jantung gak bisa diem amat ya... udah dong deg degan nya gw kan harus mikir.


" Ini neng es nya.!" kata penjual es membuyarkan lamunan Audry


" Eh iya bang makasih, berapa semua nya..?" tanya Audry


" 10 ribu aja..." si tukang es berkata sambil senyum genit


Audry pun merogoh kantong celananya ingin mengeluarkan uangnya


" ini...! kembali nya ambil aja..." Tapi Vandra dengan sigap membayar minuman yang di beli Audry


" wah, kebanyakan kembaliannya mas...tapi makasih ya, " kata si tukang es


kok malah Pak Vandra yang bayar..?

__ADS_1


" Pak gak usah saya bisa bayar sendiri kok...saya ambil lagi ya uangnya trus saya balikiin ke bapak.."


belum sempat Audry mengambil kembali uang nya, tangan Vandra dengan cepat menarik tangan Audry dan mengajak nya ke mobil


" Kita balik kantor ..!" kata Vandra


Sampai di kantor Audry masih memikirkan perkataan Vandra di tukang bubur tadi, bahkan kata-kata Vandra terus berputar di otaknya seperti rekaman kaset.


Di tambah suasana kantor yang sepi karna Jenni tidak masuk kerja, membuat Audry tidak fokus dengan pekerjaan nya.


kring kring kring


Ponsel nya berbunyi


Vano


" Hallo.." jawab Audry


" Lo masuk kerja hari ini..?" tanya Vano


" Iya masuk dong... kenapa emang nya..? " Audry bertanya balik


" Gw boleh minta tolong gak..? cuma sepele kok.." kata Vano


" minta tolong apa .?"


" Tolong bawaain topi gw yang ketinggalan di kantor abang gw , lo tanya dia aja...trus sekalian bawain ke studio 5 di bawah yah.."


Vano rese banget, ! gw lagi berusaha menghindari Pak Vandra malah di suruh ..tapi mau gimana lagi


" Oke , nanti gw anterin.." Audry mengiyakan walaupun dalam hatinya ngedumel


" thank you ya, nanti gw traktir lo.." Vano mengakhiri panggilan


Bukan masalah traktiran , tapi ini masalah lain


Audry pun memberanikan diri ke kantor Vandra, dan semoga kali ini jantung nya sudah tidak mengajak lomba lari lagi.


tok tok tok


belum juga ketemu ini dada udah bikin gw sesak..


" Masuk.."


" Permisi pak, saya di suruh Vano ambil topi yang ketinggalan di ruangan bapak.." fiuhh ternyata gw masih bisa ngomong juga


" Kenapa gak Vano yang ambil..? memang nya dimana dia..?" Vandra bertanya


" Vano lagi di studio 5 , dia minta tolong saya yang ambil topi dan mengantarnya .." kata Audry


Vandra kesal, Vano sudah berani menyuruh-nyuruh Audry, tapi dia pun akhirnya menyerahkan topi nya ke Audry


" Selesai antar topi, kamu langsung balik lagi ke kantor..!" kata Vandra


galak banget.

__ADS_1


" Iya pa..permisi.." Audry pergi meninggalkan Vandra yang masih kesal


don't Forget to like coment and vote


__ADS_2