Cinta Diantara Dua Z

Cinta Diantara Dua Z
BAB 48


__ADS_3

" Vano..! ngapain lo kesini...?" tanya Vandra ketika melihat Vano sudah ada diruangannya


" Udah selesai meeting nya bang.? " Vano balik bertanya


Vandra duduk bersandar di kursinya dan terlihat begitu kelelahan, sambil memijat pelan pelipis matanya


" Udah, ..! tapi belum sepenuhnya selesai, nanti malam di lanjut untuk penjamuan makan malam.." ucap nya, kemudian membuka laptopnya untuk memeriksa hasil meeting tadi


" Oke, kalau gitu gw lunch dulu ya bang..! abis lunch gw langsung pamit pulang kok..." Vano bangun dari duduknya dan bersiap untuk pergi


" Lo kesini buat lunch doang,. ? emang mamih gak masak..? " Vandra merasa aneh


" hahaha..iya bang, gw mau ajak Audry lunch bareng abis suntuk di rumah terus, gw jalan ya bye..!!" Vano pergi berpamitan


mendengar hal tersebut sejenak Vandra diam , otak nya yang tadi nya pusing karna hasil rapat yang belum fix harus kembali merasakan sakit di kepalanya . Begitu mudah nya Vano mengajak Audry untuk makan siang, apalagi saat dia melihat perhatian Audry ke Vano saat makan malam kemarin.


Tapi Audry terkesan menjauh dan susah untuk di dekati, seperti ada sekat di antara mereka. Vandra sengaja berjalan santai melewati Audry saat pergi dan pulang rapat tadi, dia ingin menghindari kontak mata dengan Audry karna jantungnya selalu berdegup kencang hanya melihat matanya saja.


JEB AJEB AJEB., AJEB AJEP..!


seperti itulah gambaran suara bising dari musik DJ di dalam sebuah diskotik megah di tengah kota Jakarta kumpulan manusia , berjoget menggeliat menghilangkan kepenatan masing-masing.


Di sebuah ruang VIP yang di lapisi kaca terlihat lelaki tampan dengan raut wajah tak terbaca mulai menenggak minumannya gelas demi gelas.


" Woi, bro..! tumben lo kesini...? Setelah sekian lama gw undang lo untuk kesini akhirnya lo dateng juga.." Seorang pria dengan tinggi menjulang dan wajah mirip orang timur tengah menyapa Vandra yang tengah duduk santai menikmati minuman dan musik .


mereka berdua bersalaman dan saling berpelukan khas nya pria jantan, banyak di luar ruangan sana para wanita penghibur melirik kedua pria tampan itu sambil menggoda melambai kan tangan. Maklum karna ruang VIP nya hanya di lapisi kaca jadi terlihat jelas interaksi dan siapa yang berada di ruangan VIP klub itu.


" gimana kabar lo. ..? kelihatannya bisnis lo tambah sukses.." Vandra bertanya basa basi memulai pembicaraan


" Yah , seperti yang lo lihat,.." jawab Anton teman Vandra dan juga pemilik klub malam ini


" Harusnya lo cari arsitek yang bagus buat bangun klub malam lo ini.."


" Maksud lo...?"


" Ruang VIP di biarkan terbuka kayak gini, sama aja gak punya privasinya.." keluh Vandra

__ADS_1


" Hahahaha....setelah sekian lama lo gak dateng lo malah julidin klub malam gw...kenapa emang nya bro. ..? lo risih dari tadi di lirikin cewek-cewek depan sana..?" Anton malah tambah mengejek Vandra


" Kalau lo tau jawabannya gak usah nanya... glek.." kembali Vandra menenggak minumannya


" Ada apa.? gak biasanya lo minum banyak kayak gini. ? pasti masalah cewek.." Anton bicara terkekeh , dia tahu betul sifat Vandra sahabatnya ini


setelah jamuan makan malam Vandra langsung ke klub malam milik Anton, ia ingin mengistirahatkan otaknya dari pekerjaan dan pikiran tentang Audry..


" Lo emang sohib gw.. ..tos dulu.." Vandra mulai sedikit mabuk dan melakukan hal konyol seperti anak kecil


" Siapa dia.? artia di perusahaan lo.? Model papan atas ? atau sekretaris lo...?" Anton menebak satu persatu bersemangat dia ingin mengetahui siapa wanita yang telah membuat sahabat nya seperti ini.


" Hahaha....lo tau kan gw gak pernah tertarik dengan gadis cantik kayak lo bilang itu, mereka terlalu terobsesi dengan dunia nya.." jawab Vandra sambil sesekali menggoyang kan kepalanya mengikuti irama musik


1 botol minuman berhasil membuat nya sedikit mabuk, walaupun Vandra tidak kuat minum banyak tapi malam ini dia ingin merasakan mabuk untuk menghilangkan stres di kepalanya.


" Waw...gw tambah penasaran, gadis lugu mana yang berhasil mencuri perhatian lo... Pasti dia manis.." Anton mulai membayangkan tipe-tipe gadis


" dia hanya anak magang di kantor gw, "


" tolong lo hargai dia ton, dia gak sama kayak cewek-cewek klub lo itu...Dia gadis polos, wajahnya lucu dengan ekspresi yang menunjukkan isi hatinya, " Vandra memikirkan wajah Audry lagi,


Nih anak beneran jatuh cinta kayaknya..


batin Anton


" Trus sampai mana langkah lo, lanjut atau stuck cukup mengagumi saja..?" mulai bicara serius


Anton merasa kasihan dengan sahabat nya , wajah Vandra saat ini memang seperti wajah pria yang sedang patah hati.


Glek..! lagi Vandra menenggak minumannya


" Entahlah, gw belum tahu dengan perasaan gw..." Vandra menundukkan kepalanya seperti orang yang ingin di kasihani


" Bro...lo itu kan CEO, kaya, tampan , mapan, masa depan terjamin... dengan jentikan jari aja lo bisa meluluhkan hati puluhan wanita, kenapa sekarang lo malah lemah gini.? Mana power lo? " Anton sudah greget dengan Vandra


Ama anak kecil aja kalah, tinggal ajak nonton , makan trus tembak jadikan..beress..!!

__ADS_1


" Gak semudah yang lo bayangin bro, Audry selalu menjaga jarak sama gw, dia juga seperti takut untuk deket gw , dan harus dengan paksaan dia baru nurut sama gw..tapi paksaan itu malah jadi Boomerang buat gw, dan akhirnya dia membenci gw.. "


Miris..! baru jatuh cinta udah di tolak


" jadi namanya Audry, apa lo yakin dia benci sama lo..? atau dia menghindar karna ada perbedaan di antara lo berdua..!"


Bingo


Perkataan Anton bagaikan angin segar di telinga Vandra , walau setengah mabuk dia mencermati nya


" Apa iya begitu..?" mata Vandra berbinar, seolah ada harapan baru lagi baginya


" Hahaha...lo tepat jika konsultasi sama gw, gw adalah dokter cinta lo.." menaik turun kan alis nya menggoda Vandra


Percuma lulusan luar negeri dengan nilai sempurna, kalau masalah cinta aja masih minus...Hati cewek emang gak bisa di tebak, karna dia butuh kepastian bukan keraguan.


Seperti nya Anton ada benarnya, Vandra mengurai senyum di bibir nya...Otaknya mulai ringan karna satu masalah dia tahu cara mengatasinya.


" Oke, thanks ya bro...gw balik dulu, bye .." Vandra keluar ruang VIP segera meninggalkan beberapa lembar uang di meja untuk membayar minuman


" Woii.... maen pergi aja, !! belum juga minum bareng...Dasar payah.." gerutu Anton


Karna sedikit mabuk, Vandra mulai merasakan pusing di kepalanya dengan pelan dia menyetir mobilnya di tengah malam kota Jakarta .


Mobil terhenti di depan rumah, bukan rumah nya tapi rumah sederhana yang terlihat nyaman..lampu rumah itu sebagian padam menandakan penghuninya sudah terlelap dalam tidur nya .


Tapi Vandra masih nyaman duduk di dalam mobil sambil memperhatikan rumah di depannya itu, tak lama rasa ngantuk pun melandanya dan perlahan matanya terpejam bersandar pada kemudi nya.


tok tok tok.. tok


suara ketukan kaca mobil menyadarkan Vandra dari tidurnya, mengucek matanya sebelum dia membuka sepenuhnya pandangan nya.


" Pak, pak Vandra..!" Audry masih mengetuk sambil memanggil namanya


Vandra yang sadar pun kaget, kenapa dia bisa disini..?


don't Forget to like coment and vote

__ADS_1


__ADS_2