
" kamu mau makan apa ?" tanya Vandra ke Audry , terlihat Audry masih menampakkan wajah bingung nya
Apa ya....gw sih sebenarnya makan apa aja hayo, apalagi kalau lagi laper kayak gini.
" Terserah Bapak aja deh, saya ikut aja.." ucap Audry akhirnya
Vandra melihat sekitar jalan , mencari kafe atau warung makan untuk di singgahi tapi berhubung ini hari jumat malam kafe atau warung makan yang mereka lewati tampak penuh sesak.
Karna Weekend mungkin sebagian orang ingin menghabiskan waktu weekend nya untuk nongkrong di kafe atau tenda pinggir jalan , terpaksa Vandra melajukan mobilnya lebih jauh untuk kembali mencari tempat makan yang agak sepi.
"kita makan disitu aja pak..! " tunjuk Audry pada sebuah restoran bergaya vintage
" Oke, kita kesitu... keliatan nya tempat nya juga gak begitu ramai.." Vandra pun memarkirkan mobilnya di depan restoran yang ditunjuk Audry
Audry terlebih dahulu membuka pintu mobil seperti tidak sabar ingin melahap santapan lezat yang di suguhkan direstoran ini, Tadi saja dia berkelit tidak lapar tapi logika nya mengalahkan perut keroncongannya.
Vandra hanya mengikuti Audry yang telah lebih dulu berjalan untuk mencari tempat duduk nyaman.
" Kamu sering kesini..?" Tampak Audry sudah begitu mengenal restoran ini dengan Baik
" Baru 2 kali pa sama ini, kemarin kesini sama Vano trus hari ini sama Bapak. Makanan di restoran ini enak loh pa..." makanya gw ketagihan
Vano..? jadi Vano kemarin ajak Audry makan disini ? Tumben ? apa jangan-jangan dia sudah mengungkapkan perasaan nya..?
Deg..!!
tiba-tiba hati Vandra merasa sesak , apakah benar bahwa adiknya sudah mengungkapkan perasaan nya kepada Audry.
Tapi kenapa wajah Audry terlihat biasa saja, sama seperti wajah cerianya setiap hari.
" Pak, Bapak mau pesan apa..? " tanya Audry membuyarkan lamunan Vandra
Rupanya sedari tadi pelayan sudah menyerahkan daftar menu makanan restoran
" Eh..maaf, eemm kamu suka nya apa ? saya ikut aja.." jawab Vandra gugup
" Gak mau di lihat dulu menu nya, ? banyak makanan enak loh Pa "
Vandra hanya menjawab dengan gelengan kepala dan senyum miris.
Selera makannya sudah hilang dan bahkan sekarang fikirannya melayang membayangkan bagaimana adiknya Vano menyatakan cintanya pada Audry
Lalu apa yang dia lakukan sekarang, makan berdua dengan pacar adiknya ?
" Ya udah saya yang pesen aja ya, lagian porsinya juga banyak kok pak..jadi kita bisa share..." Audry menunjukkan pesanan pada pelayan yang berdiri disampingnya
" udah pak, saya udah pesan makanan nya...tinggal tunggu dihidangkan ..'" Vandra hanya mengangguk
__ADS_1
Audry antusias tidak sabar ingin segera mengisi perutnya yang keroncongan dengan makana enak
Pak Vandra kenapa sih mukanya ? kok gak bergairah gitu ?
" Bapak sakit ya ?"
" Saya, ? gak saya gak apa-apa kok.."
" Gak apa-apa , tapi kenapa dari tadi Bapak diem aja..."
Vandra menghela nafas panjang, sebaiknya dia bertanya langsung saja pada Audy daripada pikirannya berkecamuk tak menentu
" Audry, tadi kamu bilang kalau kemarin Vano mengajak kamu makan disini ? " Vandra bertanya dengan wajah serius
" Iya pa, "
" Lalu, apakah dia mengatakan sesuatu sama kamu ? " kembali Vandra bertanya serius
Ini pertanyaan apa interogasi sih, muka Pak Vandra nyeremin banget kayak mau makan gw...tahan pak Lapernya bentar lagi makanannya siap
" Gak kok pak, kita cuma ngobrol biasa aja..Vano kan emang orangnya humoris.. Trus kemarin dia juga sempet Kayak nembak saya gitu , saya tahu dia pasti cuma bercanda ck.."
" Jadi Vano sudah nembak kamu !! " Karna kaget sontak Vandra sedikit berteriak
" Ihhh...Bapak ngapain teriak-teriak sih, malu tau " Kesannya gw cewek apa gitu
" Maaf, saya refleks...lalu apa kamu meneriman dia ? dan apa sekarang kalian menjalin hubungan..? "
" Ya gak lah pak, masa iya saya langsung terima gitu aja. Lagian saya juga sadar diri Vano artis lah saya siapa ? buat jadi bahan gosipnya aja saya mana pantes pa.." Bener kan gw di interogasi sama calon abang ipar ,
" Maksud kamu ? kamu nolak Vano gitu..?" Vandra makin penasaran dengan jawaban Audry, hatinya tidak lagi terasa sesak seperti tadi
Pak Vandra kenapa jadi kepo gini sih ? Ngeselin banget deh
" saya gak nolak dan gak juga bilang iya, saya itu syok pak waktu Vano menyatakan cintanya.."
" Lalu..?" Vandra masih terus mengorek informasi
" Ya gak ada lalu lalu, dia sih kasih saya waktu buat mikir---" makanan yang dipesan pun datang dan memenuhi meja, Audry bisa bernafas paling tidak ada yang menyelamatkan nya dari rentetan pertanyaan Vandra yang tidak ada habisnya
" Lalu jadi nya gimana Audry..?" Vandra kembali bertanya saat pelayan selesai menyajikan makanan
" Pak.." Audry mengangkat tangannya memberi kode supaya Vandra menyudahi sesi tanya jawabnnya karna cacing di perutnya sudah berkontak dari tadi
" Sekarang mending kita makan dulu deh pa, mumpung masih anget makanannya.." Audry langsung mengambil sendok dan mulai memasukkan makanan ke mulut nya
Ya Tuhan, apa aku sudah keterlaluan bertanya banyak hal kepada Audry
__ADS_1
" Maafkan saya Audry.." Tulus Vandra
Audry hanya mengangguk mendengar permintaan maaf Vandra, kini mulut nya sudah sibuk mengunyah makanan . karna selesai makan dia ingin segera pulang supaya Vandra tidak lagi banyak bertanya padanya.
Di mobil Audry sengaja membungkam mulut nya, dan berpura-pura tidur , dia malas jika melanjutkan menjawab pertanyaan Vandra
gak etis memang habis makan tidur, keliatan banget udah kayak kebo. Vandra hanya bisa melirik wajah tenang Audry dalam keheningan Walaupun masih banyak yang ingin dia tanya kan
" Audry bangun, kita sudah sampai.." Niatnya tidur boongan malah tidur beneran,
Vandra menggoyang kan tangan Audry untuk membangunkannya karna mereka sudah sampai di depan rumah Audry
" ehh..udah sampai ya pa, maaf ya saya ketiduran.." Jawabnya sambil mengucek matanya
" iya gak apa-apa, "
" makasih ya pa makan malemnya, dan juga makasih udah anterin saya pulang..kalau gitu saya masuk dulu ya pa.."
Tangan Audry di cekal sebelum berhasil membuka pintu mobil
" Saya mau tanya serius tentang satu pertanyaan saja, setelah itu saya akan diam dan tidak lagi bertanya...?"
Apalagi sekarang ?
" Audry, apa kamu menyukai Vano adik saya ?"
" Maksud bapak ?"
" Jawab ya atau tidak.."
Audry menyipitkan matanya , sebenarnya ada apa dengan bos tamvan nya hari ini
Audry menggeleng kan kepalanya
Vandra tampak menarik garis Mulutnya sampai membuat senyum yang manis
" Karna kamu tidak menyukai Vano , apa saya bisa mengambil kesempatan ini untuk mendekati kamu..? "
" HAH...!!" pekik Audry
Vandra tersenyum kembali
" Saya suka sama kamu Audry, dan saya gak mau menyimpan lama-lama perasaan ini. Soal Vano biar saya yang urus nanti.."
cup
Vandra mencium punggung tangan Audry yang sedari tadi di genggamnya dengan lembut.
__ADS_1
Ini Mimpi ? atau bunga tidur..?
don't Forget to like coment and vote