
" Audry kenal sama tante Siska...?" tanya ibu, bukannya menyahut Audry langsung mendatangi tante siska yang tak lain adalah ibu dari Vandra dan Vano .
Audry langsung mencium punggung tangan orang tua dari bos nya itu dengan sopan
" Audry ini anak kamu ra ?.." tanya Siska ke Hera ibu Audry
" Iya, ini anak pertama aku nama nya Audry Wibowo ..kamu udah kenal sama dia..?" Ibu Audry makin penasaran darimana anaknya bisa berkenalan dengan Siska yang notabene adalah seorang sosialita kelas atas.
Dulu nya mereka memang bukan teman sekelas, Siska adalah kakak kelas dari Hera . Walaupun Siska kaya tapi dia tidak pernah sombong dan selalu baik kepada siapapun. Hera adalah anak yang periang dan dari kalangan keluarga sederhana , Hera tidak pernah minder ataupun malu dengan keadaan keluarga nya dan itu yang membuat Siska bangga dengan Hera sampai mereka menjadi sahabat baik.
" bu , ini Ibu nya Pak Vandra bos Audry yang kemarin pagi kesini.." bisik Audry di telinga ibunya
seketika mata Hera membulat kaget dan tak percaya bahwa lelaki tampan yang kemarin bertamu adalah anak dari teman baiknya.
" Ya ampun...kenapa kamu baru bilang ! " sambil memukul kencang pundak Audry
Aww ...sakit bu, enak banget aniaya anak di depan orang
" Jadi kamu ibunya Vandra ya Sis, ? " tanya Hera kegirangan
Siska mengangguk
" Vandra yang CEO MBC TV itu...!!! Ya ampun kenapa gak bilang, hahaha.." seperti mendapat Jakcpot Hera malah tertawa bahagia
" Hahaha....iya, aku kenal Audry dari Vandra . Waktu itu pernah ketemu di mall dan Vandra bilang Audry ini anak yang magang di perusahaan nya. Dan aku suka sama Audry dia itu baik , sopan dan ceria sama kayak kamu dulu ra ...hahaha...." Siska pun ikut tertawa senang paling tidak sekarang dia tahu Audry berasal dari keluarga yang dia kenal
" Emang Siska ini dari dulu selalu merendah Ra, walaupun orang kaya se-Indonesia tapi dia gak pernah sombong . Aku juga baru sadar kalau MBC TV itu milik almarhum suaminya dan sekarang anak pertama nya yang menggantikan posisi CEO itu...hebat kamu sis.." salah satu teman ibu ikut menimpali
Yah..mulai dah gibah antara emak-emak, gw mundur teratur lah .
" Bu, tante Siska Audry pamit ke belakang dulu ya...silahkan di lanjutkan obrolannya .." Kata Audry sopan
" Eh iya sayang, sekalian ya kamu bawain kue penutup yang di atas meja... suguhin kesini.." pinta ibu
" Iya bu... permisi.." pamit Audry
Hmm..ternyata dunia itu sempit ya, saking sempit nya ternyata kita bisa kenal satu sama lainnya.
Audry pun kembali ke ruang tamu menyuguhkan hidangan penutup untuk teman-teman ibunya, mereka masih mengobrol dengan asyik walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 17.30.
Audry segera mandi dan menggangti bajunya karna merasa tubuhnya sudah lengket, dia pun langsung pergi ke kamar mandi, tanpa terasa suara adzan Maghrib menggema dan dia segera melaksanakan sholat.
selesai sholat kamar Audry di ketuk oleh ibunya,
" Tante Siska mau numpang sholat di kamar kamu, boleh kan..?" tanya ibu
__ADS_1
" Ya boleh lah bu, Audry siapin dulu ya mukena nya..."
" Ya udah , Tante Siska nya lagi ambil wudhu. Abis ini kamu langsung ke depan ya beresin ruang tamu... teman-teman ibu sudah pulang semua tinggal tante Siska yang belum katanya dia tunggu anaknya jemput..."
siapa ? Pak Vandra..?
Eh ...kenapa nih otak mikirin orang tampan itu mulu sih, ..?
" Iya bu, nanti Audry ke depan . Nanti tante Siska nya langsung aja masuk kamar ya buat sholat.."
" Iya, nanti biar ibu yang antar Tante Siska ke kamar kamu..."
Sengaja Audry tidak menutup pintu kamarnya dan dia pun ke ruang tamu untuk membereskan piring dan gelas bekas acara.
Kok gw jadi deg-degan gini sih ? kenapa ngarep banget Pak Vandra yang bakalan jemput Ibunya.
tin tin
suara klakson mobil menganggetkan Audry dan hampir saja gelas yang ia pegang jatuh saking kagetnya
" Siapa sih...?"
Audry mengintip dari jendela dan melihat mobil siapa yang tanpa basa basi mengklakson di saat Maghrib seperti ini.
Vandra pun turun dari mobil dan dia sempat berdiri mematung mengecek kembali alamat yang di berikan Ibu nya untuk menjemput.
ternyata betul yang menjemput adalah Pak Vandra
" Mamih gak salah kasih alamat kan ? ini kan rumah Audry..tapi gak kelihatan seperti ada acara.." Sebelum melangkah kan kaki nya ke depan pintu rumah Audry , Vandra menelepon Mamih nya terlebih dahulu
Audry yang kaget hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya, baru saja di pikirkan wajah tampan itu sudah berdiri di depan rumahnya
" Iya Vandra Mamih memang di rumah Audry,..! Kamu langsung kesini aja, " suara Tante Siska yang sedang menelepon
" Loh Audry kenapa ? kok kaget gitu .?" tanya tante Siska
" Eh...gak tante..gak apa-apa tante udah selesai sholatnya..?" tanya Audry gugup
" Udah, makasih ya Tante udah di izinin sholat di kamar kamu, Eh kamu udah lihat mobil Vandra belum katanya dia sudah sampe..!?"
Tante Siska mencoba melongok dari jendela
" Itu dia, ..! kenapa bengong di depan mobil sih..." Melihat anaknya yang masih berdiri di depan
" Iya Tante, itu Pak Vandra saya juga baru lihat...biar saya panggilin ya Tan.."
__ADS_1
Lah.. kenapa gw jadi ganjen gini sih pengen nyamperin Pak Vandra,
" Ya udah , kamu suruh dia masuk gih...tante tunggu disini.."
Perasaan dag dig dug mulai menghinggapi Audry , antara senang, lemas, malu dan gugup Audry berjalan ke arah Vandra.
Vandra kaget Audry mendatanginya , berarti benar Mamihnya ada di rumah Audry
" Malam Pak..." sapa Audry
" malam Audry.," Jawab Vandra kikuk ,
" Tante Siska ada di dalam pak, dia suruh Pak Vandra langsung masuk aja ke dalem..mari pak.." ajak Audry masih dengan sikap sopannya
padahal jantung nya sudah loncat-loncatan tidak menentu, jangan sampai ketara bahwa dia bahagia melihat Vandra.
" Oke, " jawab Vandra singkat dan mengikuti langkah Audry masuk ke dalam rumah
" Assalamualaikum, .." Vandra mengucapkan salam
" Wallaikumsalam...sini masuk Nak Vandra.."
ibu Audry menjawab ramah salam Vandra
" Makasih bu, Saya mau jemput Mamih..."
" Iya , Mamih kamu ada di belakang sebentar ya Ibu panggil...kamu duduk aja dulu.."
Vandra duduk di sofa menghormati Ibu Audry
" Pak Vandra mau minum apa..? biar saya buatkan..." tanya Audry, tapi wajahnya tidak berani menatap Vandra
" Audry..!" Vandra mencekal tangan Audry dan meminta nya duduk di sebelah nya
Kok dipegang sih pa tangannya...? tambah panas dingin nih..
" ke-kenapa pak .?" tangan Vandra masih memegang pergelangan tangan Audry membuat jantung Audry berdegup kencang
" Mamih aku sama ibu kamu itu berteman..? Kenapa aku baru tahu, apa kamu juga--"
" Iya pak, saya juga baru tahu hari ini kalau Mamih Pak Vandra itu teman baik Ibu saya. Sumpah saya juga kaget pak pas pertama..."
terlihat Audry menjawab dengan tergesa-gesa dan menghindari kontak mata dengan Vandra, wajah Audry sudah panas dan merah dia tak sanggup menatap wajah Vandra
" Kamu kenapa..? kenapa gak mau pandang wajah saya saat bicara..? trus muka kamu juga keliatan merah gitu..kamu sakit..?" dengan lancangnya Vandra menangkup wajah Audry dengan kedua tangannya dan menghadapkan ke wajahnya .
__ADS_1
Hwaa...Pak Vandra tuh lagi ngapain sih..? jerit Audry dalam hati
don't Forget to like coment and vote