Cinta Diantara Dua Z

Cinta Diantara Dua Z
BAB 44


__ADS_3

Karna di manja oleh Audry Vano makin menjadi tingkahnya dia tak segan Audry menyuapinya atau bahkan mengelap bekas makanan di bibirnya. Mamih yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala tapi dia ikut senang , Audry terlihat tulus melakukan itu ke Vano.


Lalu bagaimana dengan Vandra ? jangan di tanya lagi mata nya bahkan terlihat merah seperti Vampire yang ingin bertarung, hatinya sudah panas dia bahkan tidak memperdulikan makanan di atas piringnya. Vandra hanya mengaduk-aduk makanannya saja, selera makannya sudah hilang tapi dia berusaha menenangkan dirinya dan berusaha bersikap wajar .


" Nasi nya kenapa di aduk-aduk doang Vandra ? kamu gak suka lauknya..?" pertanyaan Mamih berhasil membuyarkan pandang Vandra yang sedari tadi hanya melihat 2 objek di depan matanya


" Ahh..enak kok mih, cuma gak tahu kenapa perut aku tiba-tiba kembung jadi berasa cepat kenyang.." mencari alasan spesifik agar tidak di curigai


" Kamu sakit ..? atau mungkin masuk angin..? " tanya Celine begitu khawatir bahkan tangannya mengelus pundak Vandra


sekilas Audry melirik Vandra dan Celine, pura-pura tidak peduli Audry kembali melanjutkan makan malamnya.


" gak apa-apa kok, kalian lanjutkan aja makan malam nya.. saya mau ke kamar dulu sebentar.." Vandra meninggalkan meja makan dan berjalan ke lantai 2 untuk ke kamarnya


Mungkin dia butuh sesuatu yang bisa mendinginkan otak dan pikiran nya.


" Celine , kamu gak usah khawatir.. Vandra kadang seperti itu, padahal Tante sudah wanti-wanti dia untuk selalu jaga pola makan. " Kata Mamih


" iya mih, tadi muka bang Vandra kelihatan kayak capek gitu..mungkin kerjaan kantornya numpuk jadi lupa makan deh.." Vano ikut menyahut


Apa gw doang ya disini yang masa bodo sama keadaan Pak Vandra ? Lagian siapa juga gw baginya..?


Audry teringat kembali adegan ciumannya dengan Vandra, bayangan nya masih sangat nyata dan melekat di hati. Tapi Audry tidak berani bertanya kepada bos nya itu, apa maksud dari ciuman itu.


bodo ahh..lagian gw kan masih kesel ama dia..! suka-suka dia lah mau sakit kek, atau masuk angin kek...ada cewek nya ini yang sangat perhatian sama dia..melirik ke arah Celine


" Tante, Celine susul Vandra dulu ya..sekalian mau kasih obat buat Vandra.." wajah Celine terlihat khawatir


" Baiklah , coba kamu tengok Vandra ya..makasih ya Celine.." Mamih membiarkan Celine


Di kamar Vandra duduk di tepi ranjangnya sambil menutupkan wajahnya dengan kedua tangannya. Sifat Audry ke Vano kenapa bisa begitu baik dan perhatian tapi tidak kepadanya, Audry selalu menjaga jarak dengan Vandra.


tok tok tok


" Vandra , ini aku Celine..aku bawakan teh hangat dan obat masuk angin.." Panggil Celine di luar pintu kamar Vandra


Vandra pun membuka pintu kamarnya ,


" Gak usah repot aku baik-baik aja kok.." kata Vandra


" Tapi aku khawatir kalau kamu sakit, ini di minum dulu teh sama obatnya ya.." Celine menyerahkan nampan ke tangan Vandra

__ADS_1


Baru saja dia ingin masuk ke kamar Vandra, tapi Vandra sudah menahan dengan tubuhnya.


" Kamu mau kemana ?" tanya Vandra heran


" masuk kamar kamu...biar aku temani kamu di kamar ya sampai kamu merasa baikkan.." kata Celine manja


HAH..! ada apa dengan sikapnya..? dengan santai nya dia mau masuk kamar seorang Pria


" Aku udah baikan , kamu gak perlu masuk..! tunggu di bawah aja, abis ganti baju aku ke bawah lagi..maaf aku tutup pintunya.." tanpa membiarkan Celine bicara Vandra langsung menutup pintu kamarnya


Celine tersenyum sinis ke arah pintu, penolakan ini bagaikan hinaan baginya. Diluar sana banyak pria yang mendabakan kamar atau rumahnya di masuki Celine, mereka bahkan rela merogoh kocek fantastis supaya Celine mau menemani nya di kamar.


Tapi Vandra, dia malah menolak mentah-mentah Celine memasuki kamarnya, Ini semakin membuat Celine tertantang ingin memiliki Vandra.


Setelah ganti baju Vandra pun kembali turun ke bawah , rupanya makan malam telah selesai dan terdengar suara percakapan di ruang tamu. Vandra pun menyusul ke ruang tamu tapi dia tidak menemukan Audry disana, cuma ada Mamih , Vano dan Celine sedang mengobrol di ruang tamu.


" Vandra, gimana..? kamu sudah baikan..?" tanya Celine


" Iya sudah, " Vandra melirik ke semua ruangan mencari satu sosok


" Kamu cari siapa ? Audry ..?" Seperti nya Mamih bisa menebak raut wajah Vandra


" Baru saja dia pulang, tadi ibu nya telepon suruh buru-buru pulang karena sudah malam.." jawab Mamih


" Iya bang, tadinya gw suruh dia buat nungguin lo...biar lo yang anter dia kerumah. Tapi dia nolak katanya udah manggil ojek online.." Vano menambahkan.


Celine langsung melirik Vano.


Cih..! jangan harap dia bisa dekat-dekat dengan Vandra..! aku yang akan menghempaskannya !


" Tante , Vano kayaknya aku juga mau pamit pulang dulu...karna sudah malam.." Celine berdiri pamit


Ngarep banget nih cewek di antar sama Vandra


" Celine mau pulang juga, ya udah biar di antar sama Vandra ya..."


Yes..


dalam hati Celine


" Vandra kamu antar Celine pulang ya..kasian udah malam.." kata Mamih

__ADS_1


Dengan terpaksa Vandra menuruti Mamihnya untuk mengantar Celine pulang, padahal Celine membawa mobil tapi Mamih bilang biar besok mobilnya diantar oleh supir saja ke rumah Celine.


Celine girang bukan main, rencana nya berjalan dengan mulus. Mamih Vandra seperti nya sudah menyukai Celine dan memberikan lampu hijau baginya untuk mendekati Vandra.


" Makasih ya kamu mau antar aku pulang.." kata Celine bicara manis


Vandra hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya , dia fokus memperhatikan jalan sambil menyetir mobilnya


Vandra kaku sekali sih..! apa penampilan ku masih kurang seksi di depan matanya.


Karna merasa di acuhkan oleh Vandra dia pun menaikan sedikit rok pendeknya agar paha mulusnya dapat terpampang nyata, tak lupa membuka 1kancing baju blouse nya sampai terlihat belahan dada yang menyembul keluar.


" aku boleh nyalahin musik..?" tanya Celine sambil menyondongkan tubuhnha ke arah Vandra


Vandra sedikit menoleh ke Celine , namun tiba-tiba dia mengerem mendadak mobilnya


Ciittt...!


suara rem mobil terdengar kencang


sampai Celine tersungkur ke dashboard mobil dan kepalanya terbentur sedikit..


" Sorry Celine aku gak sengaja, " Vandra melepas sabuk pengaman nya dan keluar dari mobilnya


" Apa apa sih, kenapa ngerem tiba-tiba ! " Celine melihat keluar mobil


****..!


Karna cewek kampung itu , Vandra sampai buat pala gw benjol.


Lalu Celine pun membuka kaca jendela untuk melihat keluar


Vandra berlari melihat Audry yang tengah berdiri di pinggir jalan menamani tukang ojek online yang motornya mogok.


" Audry.." panggil Vandra dengan nafas tersengal


Pak Vandra..?


Ngapain dia kesini. .? Apa dia sengaja nyusul gw ya, tapi kan gw gak kasih tahu siapa-siapa kalau motor tukang ojek nya mogok.


don't forget to like coment and vote

__ADS_1


__ADS_2