Cinta Diantara Dua Z

Cinta Diantara Dua Z
BAB 41


__ADS_3

" Audry..audry..bangun, bangun nak !!" Ibu menepuk pelan wajah Audry untuk membangunkannya


Bau, bau minyak kayu putih banget sih


Perlahan wajah nya mulai bereaksi dan mata nya pun terbuka, Audry melihat sekeliling


Ini dimana ? kayak kenal tempat ini...


" Bu, Audry sudah sadar bu..." jerit ayah


" iya yah, syukurlah dia udah sadar...yah, baru aja ibu mau panggil dokter buat periksa.." lanjut ibu


Ayah, ibu...arum , kok gw bisa sampe rumah..?


" Ayah...ibu.." panggil Audry perlahan sambil bangun dari tidurnya


" Pelan-pelan bangunnya...kamu kenapa bisa pingsan di jalan..? emang nya kamu gak makan ? untung aja bos kamu baik hati mau anterin kamu pulang ke rumah.." Ibu langsung menanyakan pertanyaan inti


Pingsan di jalan..? Bos..?


masih belum conect


" Nanya nya satu-satu dong bu, kasian Audry kan .... Bos kamu itu baik juga ya mau anterin kamu pulang kesini.." ayah cengengesan


Sama aja pertanyaannya


Audry melirik Arum untuk menanyakan yang terjadi dan Arum seperti nya mengerti dan mengisyaratkan dengan gerakan bibirnya


PAK VAN DRA..!!


Apa..!! jadi yang nolongin gw saat pingsan di jalan dan bawa gw pulang adalah Pak Vandra..!!


Kok bisa ?


" Ini...minum dulu teh nya , abis itu kamu makan trus minum obat nya ..." ibu memberikan segelaa teh hangat ke Audry


" Tadi bos Audry gak ngomong apa-apa kan bu..?" Audry takut


Positif thinking aja Audry, gak mungkin kan Pak Vandra ngomong macem-macem ke ibu.


Rupanya, Vandra mengikuti Audry ke Mall dan membuntuti nya. Dia bahkan mendengar pertengkaran yang terjadi antara Audry dan Nuri, tapi dia langsung bersembunyi saat Nuri keluar ruang karaoke dengan kesal.


Dia juga melihat Audry menangis histeris di ruang karaoke, ingin sekali dia menenangkan Audry tapi dia sadar bahwa dirinya lah yang menyebabkan Audry seperti ini.

__ADS_1


Vandra terus mengikuti Audry yang berjalan gontai keluar gedung mall , namun tiba-tiba Audry pingsan tepat di depan pandangannya. Vandra segera berlari mendekati dan membopong nya ke mobil.


Di jalan dia sempat berpikir akan membawanya ke rumah sakit, tetapi dia berubah pikiran dan mengantarkan Audry ke rumah nya.


" Ngomong apa...gak , bos kamu tadi bilang kamu pingsan di deket gedung kantor .. untungnya dia lewat dan bawa kamu kesini. " seperti nya Vandra menutupi Audry yang pingsan di gedung mall


" Oh ,..kirain.." Audry merbahkan kembali tubuhnya


" Berarti benar kan waktu hujan malam-malam itu , bos kamu juga yang anter kamu sama Arum..! " skakmat


" Ibu, itu juga kebetulan kita ketemu di jalan...karna bos kakak baik jadi dia anterin kita pulang, kasian lihat kita bu.." percaya ya bu


kali ini Arum yang bersuara


Audry malas untuk membahasnya lagi , untung Arum punya inisiatif.


" Bener begitu Audry...?" tanya ibu untuk meyakinkan


" Iya bu, bener kata Arum...bos emang selalu baik sama semua karyawan nya, mungkin dia pahlawan super kali bu.." jawab Arum cuek


" Ya udah bu, Audry mau istirahat dulu kasian dia masih lemes...yuk kita balik ke kamar.." Ayah membawa ibu keluar kamar Audry


Jadi tinggal Arum yang menemani Audry di kamarnya , dia sudah greget sekali ingin mengajukan banyak pertanyaan.


" Kak..!" baru satu patah kata keluar dari mulut Arum, Audry sudah membungkamnya dengan tangannya


"ihh..kakak gak seru deh..! " mendengus kesal , dan keluar dari kamar Audry


Kenapa harus pa Vandra yang nolongin gw, ? Kenapa dia bisa tahu gw di mall..? kenapa, kenapa , kenapa Aaahh....


kepalanya semakin sakit memikirkan kemungkinan yang tak masuk akal. Dia sulit memahami sikap Vandra kepadanya, ini membuatnya enggan untuk bertemu Vandra.


Di rumah, Vandra masih mengkhawatirkan Audry ..saat dia pulang dari mengantarkan Audry belum juga sadar dari pingsannya.


kring kring


ponselnya berbunyi dan Celine yang menghubunginya


" Hallo.."


" Hallo Van, kamu masih sibuk kerja ?" tanya Celine


" Aku sudah di rumah, " jawabnya

__ADS_1


" Oh , oke aku akan tunggu kamu di Rumah Sakit sambil temani Mamih.." suaranya lembut menggoda


" Oke , aku segera kesana..." jawab Vandra


Dia pun segera ke Kamar mandi untuk bersiap ke Rumah Sakit, walaupun sudah malam dia akan menggantikan Mamih untuk menjaga Vano


*****


" Malam semuanya, " sapa Vandra setibanya di ruang rawat Vano


" Bang, lo udah dateng..!" jawab Vano ,


" Harusnya kamu istirahat aja di rumah, biar mamih yang jaga Vano.." kata Mamih


" Gak mih, malam ini Vandra yang akan jaga Vano ..mamih kan udah seharian jaga Vano, mamih harus istirahat di rumah..!" ucap Vandra dengan nada mengancam


" Betul kata Vandra tante, aku anterin tante pulang ya..kan udah ada Vandra yang jagain Vano.." Celine bersikap seperti calon mantu yang baik hati


" Makasih ya Celine..." jawab Vandra


" It's Okay..yuk tan kita pulang ...!" ajak Celine


Mamih hanya menurut dan ikut pulang bersama Celine, dia menitip Vano kepada Vandra dan managernya Roy.


Tapi Vandra pun menyuruh Roy untuk pulang dan beristirahat di rumah, dia akan menjaga Vano sendirian.


Setelah semuanya pulang, Vandra mengambil apel yang tersedia di meja dan memakannya.


" Bang, gw mau nanya sama lo.." kata Vano


" tanya Apa..?" jawab Vandra santai sambil menekan remote TV dan menikmati apelnya


" Audry kenapa gak kesini..? apa dia sibuk banget sama kerjaannya..?" Vano penasaran


" Iya, tadi dia sibuk dengan pekerjaannya...mungkin dia capek dan langsung pulang ke rumah.." menatap mata Vano ada kekecewaan disana


" Ohh...mungkin besok dia akan kesini.." Vano menghibur diri


" Kenapa kamu yakin sekali Audry akan sering jenguk kamu...! Vano kalau sampai wartawan mencari tahu siapa Audry itu bahaya ..! "


" dia kan udah janji bang sama gw, Audry pasti tepatin janjinya.." Vano merasa yakin


Mendengar perkataan Vano seperti itu, Vandra kesal dan dia meminta izin keluar ruang rawat untuk membeli minuman ...! Otak nya perlu di dinginkan dan Vandra perlu menghirup udara segar juga.

__ADS_1


Masih terasa sesak di dadanya melihat Audry menangis terisak dan bekas tamparan Audry di wajahnya pun masih membekas tapi bukan rasa sakit yang dirasakan . Dia rela menerima ribuan tamparan kalau memang itu bisa membuat Audry tidak membencinya lagi .


don't Forget to like coment and vote


__ADS_2