Cinta Diantara Dua Z

Cinta Diantara Dua Z
BAB 53


__ADS_3

Ini ngapa gw jadi kayak anak kecil gini jalan di seret-seret..


" P- pak...saya bisa jalan sendiri pak, jadi bisa tolong lepasin gak tangannya..." Audry menahan langkahnya agar Vandra tidak lagi menggenggam nya


" Yakin..!! "


Pertanyaan macam apa itu, di kira gw bayi baru bisa ngerangkak apa..


" Ya yakinlah pak..masa segede gini saya gak bisa jalan sih, bapak aneh deh.." Ga tau apa ini jantung udah loncat indah di dalem , bikin ge er aja nih pak Vandra tar kalau gw salah menafsirkan arti genggaman hangat ini gimana...


" Saya tahu kamu bisa jalan sendiri , saya cuma takut kalau kamu kabur aja.." Tatapan Vandra seolah-olah menginginkan Audry selalu di sampingnya


Tuhan...selama ini kenapa gw baru sadar kalau pak Vandra punya mata yang indah dan begitu menggoda, ingin rasa nya gw berenang di dalam nya , makin meleleh deh hati gw


Astaghfirullah ... kenapa otak gw jadi mesum gini sih...!


" Bapak ngomong apa sih, saya gak bakal kabur kok..." Udah pa natap saya nya lemes nih kaki


Otak lemot Audry baru menyadari ketampanan wajah Vandra , gadis yang selama ini polos dan selalu cuek akhirnya bisa juga bersikap salah tingkah di depan lawan jenis nya.


Sesampainya di Mall mereka tidak langsung membeli baju, Vandra terlebih dahulu mengajak Audry makan siang di restoran China . Hot pot jadi menu makan siang hari ini , Vandra begitu menyukai makanan ini . lembaran daging yang di celup kan di kuah kaldu panas dan gurih menambah sensasi makan yang begitu nikmat di lidah.


" Kamu suka kan makan ini...?" tanya Vandra ke Audry


" Suka kok pak, saya biasa makan sama Nuri teman saya.." itu juga dia yang traktir pa, kalau saya suruh bayar sendiri mana kuat


" Bagus deh, soalnya hari ini saya lagi pengen makan yang seger dan gurih gitu..." Vandra melonggarkan dasinya yang di pakainya membiarkan angin masuk ke dalam tubuhnya karna hawa panas dari kuah hotpot di depannya


Ya ampun seksi nya,,,, Audry sampai melotot menyaksikan Vandra melakukan hal itu, bahkan mulutnya sampai menganga .


" Audry...! kamu kenapa ? udah laper banget ya , "


" Hah...eng-enggak pa, eh iya laper abis kuah hotpot nya menggoda banget pengen buru-buru makan jadinya.." jawab Audry malu

__ADS_1


kuah hotpot apa orang yang di depan kuah hotpot yang menggoda


" kita langsung makan aja yuk...ini saya masukin daging dan sayurannya ya.."


Mereka mulai menikmati makan siangnya sesekali Audry melirik Vandra yang begitu menikmati makanannya, Audry jadi salah tingkah sendiri ketika Vandra juga tiba-tiba menatap dirinya sambil tersenyum.


" Tuh kan , bener tebakan gw.." suara lelaki datang menghampiri meja mereka dan sudah berdiri di tengah meja


" Vano.." kata Vandra


" Audry, " Vano malah memanggil Audry


" Ya, Vano.." sapa Audry


" Jam makan siang udah lewat 15 menit lalu, tapi kayaknya kalian baru aja mulai makan siang.." Vano menatap tajam Vandra dan Audry bergantian


" Lo mau gabung atau cuma mau berdiri aja di situ..!" Tanya Vandra


" Sini Van, duduk sini..." Audry menyuruh Vano duduk di samping nya


" Gw kebetulan ada syuting di mall ini, trus pas break gw mau nyari minum tapi dari luar kok gw kayak liat Audry dan lo bang...ya udah gw samperin kesini dan benar kalian lagi makan disini..." gerutu Vano


" emang lo udah bisa syuting ? trus tangannya gimana ? " Audry sudah memegang tangan kiri Vano untuk meyakinkan apakah benar sudah sembuh


Vano senang dengan sikap perhatian Audry, tanpa merengek diminta Audry sudah sigap dengan perhatiannya.


Tidak dengan Vandra, dalam hatinya mengeram dia juga meletakkan kasar sumpit yang di pakainya.


" Udah baik kok, tadi syuting nya juga gak berat sebentar doang ..." senyum merekah di bibir Vano


" Eheemmm...jadi kamu mau ikut makan atau gak ..?" Vandra menginterupsi


" Jadi dong bang, .. kapan lagi kita bisa makan siang di luar kayak gini..."

__ADS_1


Kita, maksud dari Vano, Vandra dan Audry


" Oke, ...pelayan toloh siap kan set untuk satu orang lagi ..." perintah Vandra ke pelayan


dengan sigap pelayan menyiapkan set makanan untuk Vano


" Bisa gak ambilnya? sini biar gw yang masakin daging dan sayurnya jadi lo bisa langsung makan .." Pinta Audry


Vano tambah senang mendengar nya, perhatian Audry adalah kebahagiaan bagi Vano


" makasih ya..." Kata Vano


" Audry, Vano itu udah besar lagian tangannya udah gak apa-apa ...biarin dia makan sendiri.." Vandra yang tidak tahan dengan perlakuan manis Audry ke Vano akhirnya buka suara tanda tidak senang


" Kasian pak Vano kan baru aja baikkan jadi tangannya gak boleh capek dulu.." dasar polos


" betul itu bang...." tambah Vano


Selera makan Vandra hilang, karna terus-terusan di suguhi adegan romantis di depan matanya. dengan telaten Audry membantu Vano makan dia tak sadar bahwa sikapnya kini sudah membuat orang di depannya cemburu .


Dan Vano pun senang bermanja dengan Audry seperti anak kecil ,


" oh iya bang...semalam lo kemana ? kok gak pulang ibu sampai cemas nungguin lo bang.." tanya Vano sambil mengunyah makanan nya


" Gw ketiduran di rumah Audry.." jawab santai Vandra


" APA...!! uhuk uhuk..uhukk..." Vano kaget begitu pun Audry


Pak Vandra ngomong apa sih...!


Vano melirik Audry


" Bener apa yang abang gw bilang ?" tanya penasaran Vano

__ADS_1


" eh...itu bukan gitu ...gak kayak gitu.." Audry gugup bukan main


don't forget to like coment and vote


__ADS_2