
Halu...salah denger kali gw, gak mungkin
bisik Audry dalam hati, bolehkah dia bahagia saat ada pria yang berkata seperti itu. Bahkan kalimat itu terdengar begitu indah di telinganya hingga menusuk relung hatinya
Vandra menatap intens wajah Audry, meneliti setiap inchi sudut manis wajah polos itu tatapan berhenti sebuah titik objek mungil. Bibir Audry yang menggemaskan terlihat begitu mengundang birahinya.
Mungkin manis rasanya bila mengecupnya, segera dia gelengkan kepala nya untuk mengusir setan mesum di otaknya
" Tuh kan Pak Vandra bohong.." cibir Audry dengan mulut cemberutnya
Ehh...bukan itu maksud nya
Bilang ngomong cantik, tapi malah geleng-geleng kepala ...ketara banget bohongnya,
" Gak...saya gak bohong kamu itu--"
" Bang.."
tanpa mengetuk pintu Vano langsung masuk ke ruangan Vandra
" Maaf kalau ganggu, tapi gw gak ganggu kan...?" dengan santai nya Vano duduk di sofa
" Gak kok , aku udah mau keluar...kalau begitu saya permisi pak. Makasih sandwich nya..." Ihh kesel gw, untung aja gw gak langsung percaya sama gombalan Pak Vandra
" Audry ...nanti siang kita lunch bareng yuk..dan lo gak boleh nolak..oke.." Kata Vano sambil mengedipkan satu matanya
" Oke..." jawab Audry tersenyum ke arah Vano , kemudian dia keluar dari ruangan Vandra
Raut kekesalan terlihat di wajah Vandra kalau saja Vano tidak masuk untuk mengganggunya mungkin Vandra akan kembali merasakan bibir manis Audry dengan lembut bukan paksaan seperti sebelumnya.
" Ada apa..? tumben kamu pagi-pagi udah kesin..? " tanya Vandra ikut juga menjatuhkan dirinya ke sofa
" Tadi abis anterin Mamih beli kue , katanya buat acara di rumah temannya.."
" Mamihnya mana ? lo tinggal..?.."
__ADS_1
melihat Vano melenggang ke kantor Vandra sendirian tanpa Mamih
" Pas di toko kue Mamih ketemu temannya dan katanya mau berangkat bareng. Ya udah jadi gw mampir kesini..."
" Ohh..." Vandra bangkit dari sofa dan duduk di kursi nya untuk melanjutkan pekerjaan nya
Untuk saat ini dia harus mengalihkan dulu degupan jantung dan hasratnya dari kejadian tadi, walaupun wajah manis Audry masih terngiang di matanya.
" Lo lagi ngobrol apa sama Audry tadi, ? keliatannya serius banget ..?" kalau saja dia tidak menghentikan Vandra tadi, mungkin hal yang tidak di inginkan akan terjadi dan Vano tidak mau itu sampai terjadi
Sebenarnya dia sudah datang dari tadi, dari saat Vandra merayu Audry dengan mengatakannya cantik . Namun Vano menghentikan langkahnya dan mengintip di depan pintu.
Kata-kata Pujian Vandra kepada Audry terlihat tulus, apakah Vandra menyukai Audry. ? Dan memang benar wajah Vandra berseri saat mereka berdua saling menatap dalam satu sama lain
ini gak bisa di biarin .! geram Vandra sambil mengepal erat kedua tangannya.
Pasalnya Vano telah lebih dulu jatuh cinta pada Audry, gadis polos yang mencuri hatinya saat pertama mereka berjumpa di acara kampus.
" bukan apa-apa, tadi Audry sempat menolak sandwich dari gw jadi gw agak sedikit maksa dia buat nerima.." fiuhh...jantung ini masih berdebar hebat, walaupun gw sudah berusaha mengalihkan wajahnya tapi rasanya masih tetap sama
" Ohh..."
" Saran apa...? masalah kerjaan..?"
" Bukan bang, masalah hati...lebih tepatnya gw lagi jatuh cinta..."
DEG
jatuh cinta..?
" Maksud lo , lo punya seseorang yang lagi lo sukai gitu..? trus ..?" kenapa mendengar Vano Jatuh Cinta rasanya sesak sekali, apa dia menyukai..?
" Iya bang..gw suka sama nih cewek udah lumayan lama,...2 bulan yang lalu sih, saat gw lagi ngisi acara di kampusnya..."
" Lalu..? apa ceweknya udah tau lo suka dia..? Ingat Vano lo itu selebritis sedikit langkah lo bisa mempengaruhi karir lo, jangan bertindak sembarangan.." nasihat tapi terdengar menggurui
__ADS_1
" Iya bang, gw sadar kok sama status gw...tapi gw suka banget sama cewek ini karna dia gak terusik sama sekali walaupun gw artis terkenal. Dia gadis yang polos bahkan pertama kali kita bertemu dia sama sekali gak tau kalau gw itu artis..hahaha...lucu kan, cewek mana yang gak kenal sama Zevano Narendra..." membanggakan dirinya, satu poin tambahan untuknya
" Cewek yang menarik, trus tindakan lo selanjutnya apa..?" Vandra mulai penasaran dengan cewek yang disbutkan Vano tadi , Apa yang di maksud nya sama dengan yang ada dipikiran nya
" Gw bakal tembak dia secepatnya bang, lo juga kenal kok sama cewek nya.." bibir Vano tersenyum
" siapa ? "
" Audry bang...gw suka sama Audry..." jawab santai Vano dengan wajah bahagia
Bagai disambar petir, walaupun Vandra sudah mental nya untuk mendengar ini. Tapi kenyataannya hatinya sakit bahkan sudah menjerit .
apa yang gw takutkan benar-benar terjadi, Vano memang menyukai Audry . Kenapa seperti ini, kita menyukai wanita yang sama.
" Bang.. gimana menurut lo..? Audry itu cewek polos yang cantik gw suka dia apa adanya apalagi dia juga cantik...ahh kenapa gw jadi mikirin dia ya..."
" lo serius ? lo yakin sama perasaan lo..?.Vano, Audry itu cuma gadis biasa dia bukan dari kalangan artis atau sosialita apa kata penggemar lo nanti .? " Gw takut lo akan menyakiti dia nanti nya
Lalu apa gw siap bila memang Audry juga membalas perasaan Vano... kenapa rasanya dunia ini gak adil buat gw. ..desah Vandra sedikit frustasi
" gw serius bang, gw juga tau resiko yang bakal gw hadapi nanti..gw udah memperhitungkan segalanya,. yang gw butuh saat ini cuma dukungan dari lo bang , cuma itu.." Vano menatap, memohon kepada Vandra
Arrggghhh....
teriak Vandra dalam hati.
Vandra mengusap kasar wajahnya, menatap sendu langit-langit kantornya.
Permintaan Vandra memang sepele tapi sangat berat dia lakukan, karna Vandra tidak rela Audry di rebut oleh orang lain. Tapi apa tidak egois kalau dia hanya mementingkan hatinya, sedangkan Vano adalah adik satu-satunya. Janji kepada ayahnya bahwa dia akan selalu mejaga Mamih dan adiknya akan selalu membahagiakan keduanya.
" lo pikirkan baik-baik sebelum menembaknya, biar gimana pun Audry cuma lah gadis biasa. Jangan sampai fans kamu nanti malah membuly nya ..."
" Iya bang, makasih dukungan nya.." senyum merekah kembali Vano
Dia tahu ini pasti pilihan sulit untuk Vandra , tapi dia pun tidak mau menyerah untuk mendapatkan Audry. Biarlah dia sedikit egois kepada Abang nya ini , tapi inilah cinta, cinta membutakan segalanya.
__ADS_1
don't Forget to like coment and vote