Cinta Diantara Dua Z

Cinta Diantara Dua Z
BAB 65


__ADS_3

tring..tring...tring


Audry mengedipkan kembali matanya, menatap beberapa saat lalu mengucek kembali kedua matanya.


Ini beneran Pak Vandra..? Bos tamvan gw ?


......


Halu nih pasti Halu


" Aww...sakit.! kenapa saya di cubit. .? " tanpa aba-aba Audry mencubit tangan Vandra lumayan kencang


" Aahh...sakit ya pak..? Maaf pak, maaf...tapi saya belum percaya seratus persen kalau pria di hadapan saya ini Pak Vandra .." Audry meringis merasa bersalah


Vandra tertawa mendengar celoteh Audry,


" Kalau bukan lalu saya ini siapa ? Audry jangan ganggu saya dengan cubitan lagi saya lagi fokus nyetir , kamu mau kita kenapa-napa di jalan..?" ledek Vandra


" Amit-amit pa, saya kan masih muda belum kawin pula...ya udah saya diem, .."


Ternyata emang Pak Vandra .... hihihi doa gw di ijabah sama Allah..


" emang kamu siap untuk kawin..?"


" Kawin..? nikah pak..! " ralat Audry


" Tadi kan kamu bilang nya masih muda belum kawin pula ..emang kamu udah siap untuk di kawinin eh maksud saya di nikahin..?" Vandra bertanya serius tapi dengan nada meledek


" Ya harus siap dong pak...kalau udah ketemu jodohnya saya mah siap lahir batin, kata Ibu jadi cewek itu jangan suka milih-milih cowok..gak baik, nanti susah dapet jodoh.." Semangat sekali Audry mendeskripsikan perkataan ibunya,


" Memang harus seperti itu, ibu kamu benar bicara begitu..terus gimana jawabannya..?" Vandra menyinggung tentang malam terakhir mereka bertemu sebelum keluar negeri, tentang ungkapan perasaan hatinya kepada Audry


" Jawaban yang mana pak ...?" Kirain udah beneran di upgrade otaknya, ternyata masih lemot juga


" Hhhmmm.." Vandra mendesah pelan, harus butuh kesabaran Extra memang bila bicara dengan Audry..tapi itulah yang membuat Vandra suka dengannya Unik, polos dan cantik


" Kita bahas nanti malam aja ya...setelah pulang kerja..."


Iihh kebiasan deh Pak Vandra tuh sering gantungin omongan bikin ambigu


" Kenapa gak sekarang aja sih pa, biar saya mikir dulu buat kasih jawaban ke Bapak...kalau saya gak tau pertanyaan nya gimana mau kasih jawaban pakk.." rengek Audry ke Vandra, persis kayak anak kecil minta di beliin paketan


" Audry sebentar lagi kita sampai kantor , kamu lihat di depan ..!" tunjuk Vandra dengan dagunya


" Oh iya ya, cepet banget sih.." Kan masih kangen, masih pengen berdua rutuk Audry dalam hati

__ADS_1


Mereka berdua pun telah sampai di ruangan CEO , Jenni menyapa hangat kedatangan bosnya tapi wajahnya berubah sinis meihat Audry di belakang mengekori Vandra


" Pagi ka Jenni.." sapa manis Audry


Jenni hanya mengangguk tanpa membalas sapaan Audry


Depan bos manis, giliran depan gw asem ...udah kayak gurame aja..( Gurame asem manis )


Audry pun duduk di tempatnya dan melihat Vandra melirik kepada nya sebelum menutup pintu ruangannya, Audry tersenyum kepada Vandra tapi Vandra membalas senyumnya setelah pintu tertutup..jujur saja tadi jantungnya hampir copot menunggu jawaban dari Audry, tapi untungnya tidak jadi copot karna yang di tanya malah tidak tahu harus menjawab apa.


Vandra terkikik geli membanyangkan wajah polos Audry, wajah yang selalu di rindukan nya saat dia di luar negeri. Bukan maksud dia tidak membalas pesan dan juga panggilan Audry, hanya saja dia ingin urusannya cepat selesai dan segera pulang untuk bertemu Audry. Jika dia membalas pasti akan membuyarkan konsentrasi nya dan mengganggu pekerjaan nya.


Vandra harus menahan rindu nya kepada Audry, setiap malam dia hanya bisa melihat foto di Handphone nya. Sungguh menahan rindu itu berat, akhirnya setelah tiba di Indonesia Vandra lalu bergegas untuk menjemput Audry di rumahnya. Dia tidak kuasa untuk segera bertemu pujaan hatinya..


kring kring kring


lamunan buyar mendengar suara ponsel nya berdering


" Hallo Mih... morning.." sapa lembut Vandra kepada wanita tersayang nya, selain Audry ibunya terlebih dahulu yang menjadi wanita tersayang nya


" Morning sayang, kamu udah sampai di Indonesia...? "


" Sudah Mih, sekarang Vandra udah di kantor "


" Loh kenapa langsung ke kantor sayang, kenapa gak pulang dulu ke rumah ..? kamu kan cape abis terbang jauh, kamu juga kan belum sarapan..."


" tetep aja Mamih khawatir, ya sudah nanti siang Mamih ke kantor kamu bawain bekal makan siang untuk kamu...kamu lanjutkan kerja nya , tapi ingat kalau capek langsung pulang aja..!"


" iya Mih, siap bos..."


ocehan Mamihnya juga salah satu yang di rindukan Vandra .


*****


" gimana Tante...? Vandra sudah sampai ? lalu dia sudah bekerja di kantor nya..?" tanya Celine dengan muka keponya


Kalau saja Celine tidak datang pagi ini untuk bertemu dengan Vandra , mungkin Mamih nya tidak tahu kalau hari ini anak nya sudah pulang ke Indonesia. Bagaimana Celine bisa tahu, ya wanita itu seperti terobsesi dengan Vandra walau pun Vandra telah menolak nya.


Selama Vandra di luar negeri pun Celine selalu mengirim pesan dan panggilan suara ke Vandra , Audry saja di abaikan apalagi Celine ..sudah pasti Vandra tidak membalas atau menjawab nya. Vandra jengah dengan rentetan pesan dan panggilan yang unfaedah dari Celine.


" Iya, Vandra sudah sampai sekarang dia ada dikantornya.. makasih ya Celine kamu sudah kasih tahu tante kalau Vandra sudah pulang, "


Mamih menepuk pelan pundak Celine


" iya tante, Celine juga kaget saat tahu kalau Vandra belum sampai di rumah malah dia langsung ke kantor..oh ya nanti siang tante mau ke kantor Vandra ya..?" pura-pura nanya padahal udah tahu jawabannya

__ADS_1


" Iya, tante mau antar bekal makan siang buat Vandra sekalian mau lihat keadaannya.. walaupun cuma seminggu di tinggal tapi Tante tetap khawatir.." Begitu lah Ibu , walaupun anaknya sudah besar dan bilang bisa jaga diri tetap saja hatinya tidak tenang kalau tidak melihat nya sendiri


" Celine boleh ikut Tante..? biar nanti Celine yang antar kesana..."


" Kamu gak repot..?"


" Gak ko tan, kebetulan hari ini Celine free .." Ngebet banget pengen ketemu Vandra


" Ya sudah Tante mau siapin dulu makanannya, kamu tunggu ya..."


" iya tante.." senyum mengembang di wajah Celine, dirinya sudah begitu rindu ingin melihat Vandra


Dia rela menunggu pekerjaan nya demi bertemu dengan Vandra.


*****


" Selamat siang bu..." Jenni menyapa sopan Ibu dari bosnya ketika sampai di kantor CEO


Audry pun ikut berdiri dan senyum menyapa


" Siang Jenni, "


" Siang Nona Celine.." Sapa Jenni kembali ketika melihat Celine berdiri di samping Ibu bos


" Siang Juga Jenni..." balas Celine


Audry senyum terpaksa melihat Celine juga ikut datang. Kok dia ikut sih ..? Audry sedikit kesal melihat keharmonisan diantara keduanya


" Ehh Audry, gimana kabar kamu..?" tanya Ibu Vandra ke Audry


" Allhamdulillah baik Tante, Tante sendiri gimana..?"


" Allhamdulillah seperti yang kamu lihat...kamu cantik banget hari ini."


Celine meringis mendengar pujian yang dilontarkan untuk Audry, Cantik tapi kampungan batin Celine


" ahh tante, bisa aja jadi malu saya..."


" hahaha...iya loh beneran..."


" Mamih.." panggil Vandra ke Mamihnya


Vandra langsung mendekati Mamihnya mencium punggung tangan nya dan memeluk nya.


" Dasar anak nakal, pulang gak bilang-bilang...udah gak mau ketemu Mamih ya..?" merajuk

__ADS_1


" Jangan ngambek dong Mih , ini buktinya ketemu...yuk masuk, mamih masak apa hari ini..?" tanya manja Vandra


So sweet banget, ternyata gak salah gw nyari calon imam ..


__ADS_2