Cinta Diantara Dua Z

Cinta Diantara Dua Z
BAB 67


__ADS_3

Usapan lembut di wajah Vandra membuat darah nya berdesir, Ya dia harus jujur sekarang kepada Audry tentang perasannya. Tak mau lagi memendam terlalu lama bahwa memang Audry lah pemilik hatinya.


" Karna memang kamu yang ada di hati saya saat ini, bukan Celine dan juga wanita lain " Vandra berkata lantang penuh keyakinan


Audry tersenyum , sebari melepaskan tangan nya si wajah tampan Vandra


Senang , ? iya


rasanya jutaan kupu-kupu sedang berterbangan di dalam hatinya wajahnya merah dengan senyuman yang sudah tersungging di bibirnya


" Iya, saya mau " malu-malu Audry menjawab sambil menunduk kan wajahnya


Aaarrggghhhh...


sumpah demi apapun gw seneng banget


teriaknya dalam hati


" coba ulangi.." pinta Vandra dengan kekehan di wajahnya, bukannya tidak bisa mendengar jawaban Audry


Hanya saja dia ingin merekam setiap perkataan dan moment wajah menggemaskan wanita nya kini,


Ahh senang nya akhirnya dia bisa mengakui bahwa sekarang Audry adalah wanitanya , pemilik hatinya


" ihh...pak Vandra tuli ya, saya kan tadi udah bilang iya.." Audry memukul lengan Vandra manja


" Hahaha...saya gak tuli, saya jelas mendengar tadi kamu bilang iya saya mau.."


" Trus kenapa minta saya untuk mengulang ?"


sambil mengerucutkan bibirnya


Vandra yang gemas langsung mencubit kedua pipi Audry dan juga menoel hidungnya


" Aww...sakit "

__ADS_1


" Saya cuma mau merekam wajah kamu dan suara kamu saat saya menyatakannya tadi. saya akan menjadikan nya moment terindah dalam hidup saya..."


Vandra menarik tubuh Audry dalam pelukannya , memeluknya erat menghirup dalam aroma tubuh Audry yang selama ini menjadi candu nya..


Audry tentu bahagia dengan perlakuan Vandra kali ini, tubuhnya juga bereaksi dengan ikut mengelus punggung tegap Vandra.


" Terima kasih, " bisik Vandra ditelinga Audry


wajah Audry mendongkak


" Terima kasih untuk apa ? " tanyanya


" Terima kasih karna kamu sudah terima saya, "


" emmm...sejujurnya saya juga sudah lama suka sama Pak Vandra, tapi saya takut untuk ungkapin. Saya tahu diri , " ucap Audry malu


" Saya tahu.." jawab Vandra enteng, dengan wajah tampannya sambil tersenyum


omaigat, mampus gw


Audry meregangkan pelukannya dari tubuh Vandra


Ah, tuh anak emang ember banget mulutnya


" Gak dari siapapun...tapi hati saya yang mengatakan nya.."


Yaduh, ternyata Pak Vandra bisa narsis juga ..


Ahhh terbang deh nih pa akunya


Nyesel udah maen seudzon aja ama Nuri, maafkan aku bestie hehehe...


" Jadi sekarang kita..??" menggantung pertanyaanya , Audry menggit bibirnya


bukannya sudah jelas bahwa kini dirinya dan Vandra adalah sepasang kekasih

__ADS_1


Hanya butuh pengakuan kembali tentang kejelasan status mereka saat ini


" iya , sekarang kamu pacar saya , kekasih saya , wanita yang saya cintai..!"


Senyum Audry mengembang rona bahagia terpancar jelas diwajahnya.


Di dalam lift yang mereka turuni tak hentinya Audry tersenyum di tambah kini Vandra tengah menggenggam jemarinya erat,


seperti ini ya rasanya jatuh cinta kenapa baru sadar sekarang sih, ah bodoh nya diri ini.


ting


lift berhenti dan pintunya akan terbuka di lantai ruangan mereka


" Pak..." Audry mencekal Vandra yang ingin keluar dari lift


" ada apa ?" tanya Vandra bingung


" Ini tangannya di lepas dulu, saya malu sama ka Jennie .." Audry berusaha melepaskan tangannya dari jemari Vandra


" kita kan udah resmi pacaran kenapa mesti malu, malah bagus kan kalau Jennie tahu.." jawab enteng Vandra


Hah..!


" Gak gitu juga pa...sa-saya masih belum siap go public.." lirih Audry di ujung katanya


Vandra mendekati Audry dan menatap matanya


" Oke, saya paham maksud kamu. kita jalani ini senormal mungkin tanpa banyak orang yang tahu. ...tapi ada syaratnya.."


" Syarat? pake syarat segala, emang apa syaratnya..?"


sifat polos Audry lah yang membuat Vandra jatuh cinta .


" cuma satu, ..' vandra menunjuk sebelah pipinya

__ADS_1


" cium aku..."


awwww


__ADS_2