
Sebenarnya bos gw itu siapa sih ? kok gw nurut aja sih pas Vano nyuruh nganter topi...Tau ah..
Audry hanya menggerutu dalam hati di dalam lift menuju lantai bawah.
sampai di studio 5 dia pun mencari di mana Vano, tapi gak kelihatan cuma ada kumpulan cewek-cewek yang histeris di sudut studio.
" Ada apaan sih ? kok rame bener disana..?" Audry yang ikut kepo pun mendekat
Dia juga lihat Nuri sahabatnya ikut berkumpul di jejeran cewek-cewek histeris itu, kayak lagi lihat artis apa orang ganteng..wajar sih lihat artis nama nya juga di stasiun TV.
Nih anak ikutan juga !
" Nur, Nuri.." Audry menarik lengan baju Nuri tapi tidak ada reaksi , malah Nuri makin histeris
Ampun dah, nih bocah
" Nur....NURI.." menaikkan 2 oktaf panggilannya
merasa ada yang memanggil namanya Nuri puj berbalik ke belakang dan sudah tahu akan melihat siapa
" Tuh kan lo panggil gw nama kampung lagi...NURI bukan Nur..!! ihh Audry bikin gemes deh.." sungut Nuri
" Ya, abis di panggilin dari tadi gak nengok...ada apa sih ? kok pada kumpul disini...? " tanya Audry polos nya
" Ya ada cowok ganteng lah .! maka nya nya kita pada kumpul disini, sini, sini lo lihat ada Zevano oo...Aaahhh..." kata Nuri kembali berteriak
Nah ketemu juga ama si Vano
" Mana orang nya ?" kata Audry penasaran
Tumben nih anak penasaran ama artis, ? biasa nya juga cuek..
" itu , lagi pose foto.." Nuri menunjuk ke arah Vano
Oh pantes gak ketemu, dia lagi pemotretan
Audry pun mendobrak paksa kerumunan cewek-cewek yang sedang berteriak histeris untuk ke depan melihat Vano
Dan ketika Vano melihat Audry dia melambaikan tangannya kepada Audry dan sang fotografer untuk berhenti memotret
semua cewek yang ada disitu melirik sinis ke arah Audry dengan di penuhi tanda tanya
siapa sih nih cewek..?
kok Vano senyum-senyum sama nih cewek ??
sok kecantikan deh..
" Hai..lo dateng juga.." Vano langsung menghampiri Audry sambil tersenyum manis ,
Otomatis membuat iri para cewek-cewek yang sedari tadi berteriak ke Vano tapi di abaikan nya.
" Nih topi nya, !" Audry menyerahkan topi ke Vano
" Thank you ya..." Vano mengambil topi
__ADS_1
" Ya udah gw balik ke atas lagi ya, Pak Vandra bilang jangan lama-lama..." kata Audry izin pamit
" Takut banget sih...baru gw mau ajak lo makan siang, bentar lagi kan waktunya lunch.." Vano berkata dengan santai di hadapan para pemuja nya
HAH..!!
APA..??
Tidak mungkin..!!
bahkan ada cewek yang hampir saja pingsan..
" Nanti aja deh, gak enak sama Pak Vandra...gw ke atas dulu ya.." dengan santai nya Audry menolak Vano
Puluhan pasang mata menatap sinis ke Audry, seolah-olah menumpahkan semua kemarahannya kepada cewek yang sok jual mahal seperti Audry.
Audry pun pergi dengan cuek , dia juga melewati Nuri dengan santai nya tanpa melihat mimik wajah teman nya yang antara sadar dan tidak sadar
Vano pun mengejar Audry dan ingin menahan tangannya, tapi Audry melihat ada benda yang ingin jatuh dari atap studio dia pun menghindar ke belakang.
Vano yang sadar juga akan ada benda yang jatuh akhirnya memeluk Audry erat dan menjadikan tubuh nya sebagai tameng untuk melindungi Audry.
BRAKK..!!!
benar saja lampu hitam studio jatuh menghantam punggung Vano dan membuat nya terjatuh seketika
Aarrggghhh...
teriakan para cewek dan juga orang di studio melihat kecelakaan yang baru saja terjadi kepada Vano
orang-orang datang menolong Vano mengerubungi Vano, dan langsung menelepon Ambulans
" Vano .. Vano... bangun Van.." Audry menggoyangkan tubuh Vano
Dan tanpa sadar air mata nya mengalir, dia kaget melihat darah di tangannya yang berasal dari Vano
" Vannoo... bangunnn...hiks hiks hiks.." Audry histeris
Sebagian heran dengan sikap Audry sebagian masih tetap berusaha menyelamatkan Vano
" Audry...udah jangan nangis, ini kecelakaan...kita tunggu ambulance ya..." Nuri mendekati Audry dan memeluk temannya yang masih menangis di dekat Vano.
******
" Apa..!!!.. Vano kecelakaan di studio..? " Vandra kaget menerima telepon dari Roy manajer Vano
" Dimana dia sekarang ? saya akan kesana !! " kata Vano gelisah
Vandra langsung keluar ruangan dan dia melihat di meja sekertaris nya tidak ada Audry disana...
kemana dia ? kenapa belum juga balik..?
Dia mengabaikan nya dan langsung turun ke bawah untuk segera ke Rumah sakit.
Dengan gemetar Vandra mengemudikan mobilnya, dia khawatir akan keadaan Vano. Kata Roy Vano tidak sadarkan diri sampai sekarang.
__ADS_1
Setelah sampai di Rumah Sakit Vandra pun menuju ruang operasi seperti yang Roy suruh,
dia melihat Roy disana tapi dia juga melihat
" Audry..."
ya , dia melihat Audry sedang duduk di depan ruang operasi di temani sahabatnya..
" Roy, gimana keadaannya..?" tanya Vandra
" Aduh, gw juga belum tahu dia masih di periksa dokter di dalam.." kata Roy dengan gaya kemayu nya tapi juga terlihat gugup dan takut
Vandra pun melirik Audry dan mengalihkan pandangannya ke Roy, karna Vandra melihat seperti nya Audry menangis
" Itu, Vano nolongin cewek itu..! maka nya dia yang kena hantaman lampu dari atas.., lagian Vano juga deh sok pahlawan..." Kesal Roy
Nolongin Audry..?
Nuri melihat Vandra datang menghampiri Audry dia pun menyenggol Audry untuk melihat siapa yang datang.
" Audry..!" panggil Vandra
" Siang Pak Vandra.." malah Nuri yang menyapa nya
" Kamu temannya Audry..?" tanya Vandra
" I-iya pa.." kok Pak Vandra sampe dateng ke sini sih..segitu perhatiannya sama Audry
" bisa saya bicara sama Audry..?" kata Vandra sopan
" Iya Pak, silahkan kebetulan saya juga mau beli minum buat dia.. permisi pak.." Nuri pun pergi meninggalkan Audry dan Vano
tapi dia juga menarik tangan Roy mengajak nya membeli minuman untuk menenangkan diri
Vandra melihat tangan Audry yang di penuhi darah, dan wajah sembab Audry yang sedari tadi terus menangis
Audry pun malu, dia bingung mau berkata apa..dia seperti orang bersalah.
" Kamu gak apa-apa..?" tanya Vandra halus
Audry mengangguk, kembali air mata nya tumpah..menangis sesegukan
" Jangan nangis, kita tunggu apa kata dokter... semoga Vano gak apa-apa.." perkataan Vandra menyayat hati Audry
Audry tambah mengencangkan tangisannya
Hwwwaaa...
" Maafin saya ya pak.. kejadian nya sangat cepat., hiks hiks hiks ..saya gak tahu kalau Vano ada di belakang saya dan malah dia yang...dia yang .... hiks hiks.." tidak kuat untuk berkata lagi
Vandra mengerti perasaan Audry dia pun membawa nya ke pelukannya untuk menenangkan Audry..
" Jangan nangis, semua akan baik-baik saja.." bisik Vandra di telinga Audry sambil membelai lembut rambut nya
don't Forget to like coment and vote
__ADS_1