Cinta Diantara Dua Z

Cinta Diantara Dua Z
BAB 39


__ADS_3

30 menit sebelumnya


Tak tak tak..


suara khas dari helss yang berketuk secara berirama sangat elegan , dengan dress peach selutut menambah anggun kesan wanita yang kini berjalan masuk ke dalam gedung NBC TV.


Tak sedikit mata lelaki yang melirik untuk sekedar mengagumi, walaupun mereka sering melihat artis-artis wanita cantik yang berlalu lalang di dalam gedung


sang wanita tiba di meja resepsionis untuk bertanya


" Permisi, kantor CEO ada di lantai berapa ?" tanya wanita


" Ada di lantai 10, maaf tapi apa sudah membuat janji ?" tanya balik resepsionis


" Ahh...terima kasih.." tanpa menghiraukan pertanyaan petugas resepsionis wanita itu pun langsung menuju lift dan menekan tombol 10 untuk ke kantor CEO


pintu lift terbuka dan sang wanita memasuki kantor CEO dengan santai nya , sampai Jenni mendekatinya


" Maaf Nona, ini kantor CEO..kalau untuk ruang audisi nya ada di lantai 3 gedung ini " dengan tegas Jenni melarang orang asing masuk sembarangan ke Kantor CEO


Karna memang area Kantor CEO hanya bisa di masuki oleh para eksekutif seperti Direktur, Manager atau kepala Produksi saja, tidak boleh ada sembarangan orang masuk tanpa persetujuan atau membuat janji terlebih dahulu.


" Terima kasih kalau kamu berfikir saya terlihat seperti selebritis, tapi tujuan saya kesini bukan untuk audisi melainkan bertemu dengan Zevandra Narendra CEO disini.." kata sang wanita dengan sedikit congkaknya


" Kalau boleh tahu apa nona sudah buat janji sebelum nya dengan Pak Vandra ?.." tanya Jenni yang masih memperhatikan penampilan wanita Anggun namun Angkuh di depannya ini


Sosialita nih pasti, baju dari ujung rambut ampe kaki aja barang branded semua .. jangan-jangan dia


" Maaf saya lupa memperkenalkan diri, nama saya Celine dan saya adalah kekasih dari Zevandra Narendra bos kamu ..." Sambil menjulurkan tangannya untuk berjabat


Whatt..oh my God, ternyata benar tebakan gw..!

__ADS_1


Jenni sampai tercengang mendengar kata yang di keluarkan Celine


" Maafkan saya nona Celine, saya tidak bermaksud lancang...tapi Pak Vandra belum sampai kantor..apa Nona mau menunggu di dalam biar saya buatkan teh untuk Nona.." terlihat sekali wajah nya berubah menjadi mode penjilat , dasar Jenni


dengan mudah nya percaya perkataan Celine, padahal dia juga tahu sendiri kan kalau bos nya itu belum punya seorang kekasih. Vandra juga bukan tipe orang yang terbuka yang dengan senang hati memberitahu kehidupan pribadi nya .


" okay..." Celine pun berjalan ke ruangan Vandra


Dan Tentu nya Jenni mengiringi nya di belakang layak nya seperti ajudan Celine, Bahkan Jenni berubah 180° sikap nya dari sebelumnya.


Setelah mengantar teh ke Celine, Jenni kembali ke Meja nya dan tak lama Vandra datang dengan wajah gusar.


" Dimana Audry..?" tanya Vandra ke Jenni


" Audry, ..dia belum datang pak. Saya juga belum dapat info apa dia masuk atau izin hari ini.." Jawab Jenni bingung, kenapa baru sampai Vandra malah menanyakan keberadaan Audry


" Oke... kalau dia sudah sampai kamu beritahu saya.." kata Vandra cemas


" Iya pak, oh ya di dalam ada Nona Celine yang sedang menunggu Bapak.." Jenni sampai lupa kalau ada Celine yang menunggu bos nya itu


Vandra menuju ruangannya , tapi karna rasa kepo Jenni yang tinggi..Jenni pun memanggil kembali Bos nya itu


" Maaf pa, itu bibir sama pipi Bapak kenapa..? Seperti terluka, apa perlu saya siapkan obat untuk bapak..?" Tanya Jenni


Kasian kan liat muka ganteng nya, kalau ada luka gitu...gumam Jenni


" Ahh bukan apa-apa, tadi saya tidak perhatikan jalan ...gak usah repot, di ruangan saya juga ada kotak obat.." berbohong, lebih baik bohong sih dari pada Jenni terus bertanya-tanya.


Vandra langsung ke ruangan nya, dan benar di dalam sudah ada Celine yang menunggu nya.


" Celine ...udah lama nunggu..?" tanya Vandra

__ADS_1


" Hai Van...gak kok baru 5 menit, teh nya juga masih panas.." sambut Celine mendekati Vandra


" Loh, muka kamu kenapa...? kamu abis berkelahi ? " Celine kaget melihat wajah Vandra yang babak belur,


Seperti nya Audry menampar Vandra dengan sangat keras tadi, jadi meninggalkan bekas merah di pipi dan bekas gigitan di bibir Vandra yang tampan.


" It's okay, aku cuma sedikit terbentur tadi... ayo silahkan duduk. Apa ada hal penting sampai kamu harus kesini pagi-pagi.." tanya Vandra penasaran


" Aku mau bertanya masalah Vano, apa benar dia kecelakaan saat sedang syuting. Dan kalau gak salah dengar syutingnya juga di gedung ini kan...Apa Vano baik-baik saja." Celine terlihat cemas, seperti nya dia cemas beneran


" Iya betul, tapi sekarang sudah baikan luka nya juga gak terlalu parah...dan memang ini murni kecelakaan. Dia masih di rawat di Rumah Sakit ." Jawab Vandra


" Syukurlah, Kalau begitu aku akan menjenguk Vano di Rumah Sakit... Tante ada disana kan.?" tanya Celine lagi


Memang sengaja dia bertanya, kalau ada Mamih nya kan ini akan jadi kesempatan untuk mengambil hati Mamih nya. Vandra adalah mangsa besar buat Celine dan tidak boleh lepas ataupun putus dia akan mengikat sekuat rayuan dia.


" Ada, kebetulan Mamih yang lagi nungguin dia disana..saya akan kasih tahu kamu di Rumah Sakit mana Vano di rawat, tapi maaf saya gak bisa antar kamu karna hari ini ada rapat penting.." Vandra bersikap sopan ke Celine


" iya aku tahu kamu pasti sibuk, biar aku temanin Tante untuk jaga Vandra di Rumah Sakit...kamu gak keberatan kan..? " tanya manis Celine sambil di selingi senyum


" Ya gak dong, malah bagus kan ... Mamih jadi punya teman.." Vandra membalas senyuman Celine tapi masih dengan sikap yang wajar.


Tapi lain di hati Celine, ada kepuasan baginya karna bisa membuat Vandra tersenyum, itu tanda ada signal baginya mendekati Vandra.


Vandra pun mengantar Celine keluar dari ruangannya sambil tertawa kecil dan siapa sangka kalau Audry sedang berdiri ke arahnya.


Audry..!


CUP...tersadar saat sebuah ciuman menempel di pipinya, dan Vandra buru-buru menghapus noda lipstick di pipi nya dan kembali masuk ke dalam ruangan nya.


" Apa-apaan Celine, ..! kenapa dia menciumku di depan Audry...Aahhh....dia pasti melihatnya..?" Vandra kembali mengusap kasar pipinya.

__ADS_1


Aku akan jelaskan ke dia , bahwa ini tidak seperti yang di lihatnya...


don't Forget to like coment and vote


__ADS_2