
Dengan lembut Vandra mengajak Audry untuk membersihkan diri nya di toilet, Vandra pun menunggu di luar toilet untuk memastikan bahwa Audry tidak apa-apa.
Audry membersihkan darah di tangan dan baju nya, sambil menahan luapan air mata nya.
Selesai ke toilet mereka kembali ke ruang operasi menunggu Vano keluar, ternyata Nuri sudah kembali dari membeli minuman.
Nuri memberikan Audry teh hangat dia juga membelikan Pak Vandra kopi dan juga Roy.
" Lo udah tenang..? " tanya Nuri
Audry mengangguk sambil meminum teh nya
Vandra masih tetap pada pandangan nya melihat Audry
Dokter keluar dari ruang operasi
Roy, dan Vandra mendekati dokter
" Gimana keadaannya dok..?" tanya Roy
" syukurlah tidak sampai menembus ke dalam tubuhnya , hanya goresan dan kita sudah menjahit nya..dan juga lengan kiri nya sedikit terkilir jadi mungkin sementara harus pakai gips...." kata dokter
Vandra bernapas lega, Audry juga mengucap syukur.
" Syukurlah kalau gitu, lalu apa kita boleh melihatnya dok..?" tanya Roy lagi
wajar jika dia ketakutan karna Vano adalah anak emasnya, jika terjadi apa-apa pada Vano tentu akan berdampak pada karier nya.
" Pasien akan di pindahkan ke ruang rawat inap, jadi nanti kalian bisa melihatnya disana.. saat ini pasien masih tertidur dia butuh istirahat.." dokter menjelaskan
" Roy, kamu urus semua biaya administrasi nya..biar cepat Vano di pindahkan.." Vandra menyuruh Roy
Tanpa banyak bertanya lagi Roy pun segera ke bagian Administrasi untuk mengurus semua nya.
Vano sudah di pindahkan ke Kamar Rawat Inap ,
" Lo pulang duluan deh , gw nunggu Vano siuman dulu baru pulang.." pinta Audry ke Nuri
dengan wajah lemas
" Lo yakin udah gak apa-apa..? muka lo aja pucet kayak gitu..lo juga belum makan kan , gw temenin lo aja yah disini..." pinta Nuri
Ini juga salah satu kesempatan nya untuk bisa berlama-lama dengan artis pujaannya, dan banyak pertanyaan juga yang ingin di ajukan Nuri kepada Audry.
__ADS_1
tiba-tiba Vandra masuk ke kamar, Audry dan Nuri langsung terdiam . Vandra menatap lekat ke arah Audry.
" Kalian berdua bisa pulang sekarang, saya sudah minta supir untuk mengantar kalian sampai rumah.." kata Vandra
Audry dan Nuri saling berpandangan , mereka pun keluar dari kamar rawat Vano untuk menuruti perintah Vandra walaupun sebenarnya Audry masih ingin menunggu Vano sampai sadar.
Sepanjang perjalanan pulang di mobil Audry tidak banyak bicara dan terlihat masih memikirkan kejadian siang tadi. Kejadian yang begitu cepat masih terekam di benak Audry
Nuri yang melihat nya jadi tidak tega untuk mengajukan pertanyaan yang sudah di list dalam hati nya.
Ini bukan waktu yang tepat, gw gak boleh egois..kasian Audry..gumam Nuri
*****
" Bang..." Vano terbangun dari tidurnya dan melihat sekeliling berwarna putih, dia sadar ini pasti di Rumah Sakit
Dia melihat Vandra yang tertidur di sofa samping tempat tidurny.
Ahh...sudah berapa lama tertidur ? seperti nya sudah larut.
" Bang..!" Kembali memanggil Vandra yang masih terlelap
Kasian melihat kakaknya yang tertidur Vano yang haus pun berusaha meraih sendiri gelas berisi air di meja sebelah nya,
karna masih lemas tangannya malah menyenggol gelas hingga jatuh ke lantai, membuat Vandra terbangun dan kaget melihat Vano yang meringis.
" Ada apa...? Lo udah bangun, sorry gw ketiduran lo pasti haus ya..gw ambilin minum sekalian panggil suster.." Kata Vandra
belum sempat Vano berbicara , Vandra segera keluar kamar untuk mengambil minum dan mencari suster jaga
" Bagaimana Sus ? " tanya Vandra melihat suster selesai mengecek keadaan Vano adiknya
" Pasien sudah lebih baik, tapi harus banyak beristirahat dan saya akan siapkan makan malam untuk pasien.." kata suster
Vano memang sedikit lapar karna dari siang dia belum sempat makan apapun.
" Udah merasa baikan ?" tanya Vandra
" Udah bang, cuma gw lupa gimana bisa sampai sini..? " jawab Vano
" Ehhmm...gw salut sama lo, ternyata adik gw bisa jadi pahlawan juga.. mengorbankan nyawanya untuk orang lain.." Vandra lega Audry baik-baik saja dan Vano pun tidak terluka parah
" Iya, gw gak mikir macem-macem saat itu ...trus gimana keadaan Audry..? dia baik-baik aja kan bang..?" baru teringat Audry
__ADS_1
" Dia sedikit shock..tapi untungnya dia gak apa-apa..tadi juga dia nemenin disini , tapi gw suruh pulang untuk istirahat..oh ya lo jangan cari Roy dulu ! karna gw lagi suruh dia untuk urusin masalah ini dengan para wartawan..." Mungkin saat ini Roy tengah sibuk di cecar berbagai macam pertanyaan dari para wartawan yang sudah mengerubungi Rumah Sakit sejak sore tadi.
Tentunya ini menjadi berita hangat yang menggemparkan karna Artis yang tengah menjadi idola mengalami kecelakaan saat syuting,
" Sampai kapan kalian akan menyembunyikan keadaan Vano sama Mamih.?" bertanya dengan tatapan marah kepada Vandra dan Roy
Aduh..Mamih Vano kalau udah marah serem banget sihh...!
Mamih datang ke Rumah Sakit setelah tahu apa yang di alami oleh Vano, dan itu pun mamih tahu dari breaking news online
" Bukan gitu mih maksudnya, Vandra cuma gak mau.."
" Vandra...!! kalian itu anak mamih... cuma kalian berdua yang Mamih punya, " Tak bisa lagi melanjutkan kata-katanya karna rasa kelu di dada nya.
" Mih , jangan omelin bang Vandra ..kasian dia mih udah jagain Vano semalaman.." Vano mencoba membela abangnya
" Iya Tante, Maafin Roy gak bisa ngabarin Tante karna Roy sibuk menghadapi para paparazi di depan sana.." Roy ikut membela diri.
Mamih mendekati Roy dengan tatapan tajamnya
" Ingat ya Roy, kalau sampai terjadi apa-apa lagi sama anak Mamih..!! Mamih gak segan-segan potong punya kamu..!!" ancam Mamih
Aaawwww...!!
teriak Roy, membayangkan ancaman yang di berikan Mamih Vano, saking ketakutannya Roy sampai keluar kamar rawat Vano dan hampir saja menabrak Audry yang sedari tadi berdiri menguping di depan pintu kamar rawat Vano.
" Ngapain kamu disini..? bikin kaget aja..awas minggir..!!" menggeser paksa tubuh Audry
Audry..
batin Vandra
Mamih pun menengok ke arah luar kamar
" Audry..!" panggil Mamih
Audry tersenyum getir ke arah Mamih dan Vandra, perasaan bersalahnya muncul lagi. Setelah tadi secara tidak sengaja dia mendengar semua perkataan Mamih kepada Vandra dan Roy.
Dia pun melangkah masuk kedalam kamar, mengumpulkan tenaga dan keyakinan nya. Hari ini dia harus meminta maaf kepada Vano dan juga berterima kasih padanya.
" Pagi Tante, ..maaf kalau saya ganggu, saya cuma mau lihat keadaan Vano.." kata Audry gugup
" Gak kok sayang...kamu gak ganggu ! sini masuk kebetulan tante juga baru sampai.." Dengan ramah Mamih menggandeng tangan Audry..
__ADS_1
don't Forget to like coment and vote