Cinta Diantara Dua Z

Cinta Diantara Dua Z
BAB 46


__ADS_3

ada pepatah bilang, kebo nurut aja kalau di cucukin hidungnya...Dan mungkin istilah kebo itu ada ama gw, Nurut aja lagi pas di suruh pindah duduk di depan...otak ama hati emang kadang gak sinkron...


Audry melirik ke arah Vandra yang sedang fokus menyetir, teringat bayangan saat Vandra memaksa mencium bibirnya pagi itu...namun tidak lama bayangan itu buyar mengingat hal ekstrim yang di lakukan Celine beberapa menit lalu kepada Vandra.


" Iihhh... amit-amit, amit-amit..." otak gw udah geser kali ya ! bisa-bisa gw terhipnotis sama nih cowok. Audry bergidik ngeri


" Kamu ngomong apa..?" tanya Vandra yang mendengar samar kata-kata Audry


" Ehh...e-enggak pa..saya gak ngomong apa-apa , maaf kalau ganggu konsentrasi nya pa... silahkan di lanjut nyetirnya.." sambil menyimpulkan senyum manis di wajahnya


" Kamu gak usah mikir macem-macem tentang hubungan saya dengan Celine...karna memang gak ada apa-apa antara saya dan Celine..." Vandra membuka suaranya, mulai menjelaskan kepada Audry


Ada apa-apa juga gak apa-apa pak.. suka-suka Bapak aja, gw mah Bodo Amat...!


Audry hanya bergumam dalam hati tidak menjawab Vandra


" Audry..! kenapa diam..?" Tanya Vandra karna perkataannya tidak di respon Audry


" Emang gak boleh diam pa..?" trus gw di suruh ngomong apa


Vandra menarik nafas dalam dan menghembuskan nya kasar,


Cittt..!


mobil berhenti lagi, Vandra menepikan kembali ke pinggir jalan


Audry menengok ke arah Vandra


Kok berhenti lagi sih,,kan belum nyampe rumah ? ikhlas gak sih nih orang mau anterin pulang. Audry mendengus kesal


" Audry..!" panggil Vandra


" Iya pak.." sahut Audry sambil melirik


" Kamu masih marah sama saya..?" pertanyaan ambigu bagi Audry

__ADS_1


Emang gw pantes marah sama dia, mau marah kayak apa juga dia masih tetap bos gw kan..


" Bapak ngomong apa sih...? saya gak ngerti deh.." mengalihkan pembicaraan


" Maafkan saya...waktu itu saya terlalu bersikap agresif ke kamu, jadi saya melakukan hal yang membuat kamu tidak nyaman.." Vandra berkata tulus bahkan matanya hanya tertuju pada Audry


" Saya gak marah kok pa, saya cuma kecewa aja sama Bapak..!" Audry membalas tatapan Vandra dan mulai berbicara serius


" Kalau yang bapak omongin masalah ciuman itu, saya akan berusaha memaklumi nya...mungkin itu hari sial saya, jadi harus merelakan first kiss saya ke orang lain.." kata Audry datar dan mengalihkan kembali pandangan nya ke sisi lain


First Kiss..?


" Jadi itu ciuman pertama kamu...?" apa aku harus senang atau menyesal


Audry menatap kesal Vandra , emosi mulai tersulut dengan perkataan Vandra


Apa maksud nya Vandra bertanya seperti itu ? apa bagi dia sebuah ciuman itu adalah hal yang biasa , sehingga dengan sesuka hati di bisa bebas mencium siapapun yang dia sukai


" Maksud bapak apa...? emangnya ada yang salah sama ciuman pertama saya...! " Audry mulai meninggikan suaranya


" Stop pa..! Bapak tahu gak biarpun saya berusaha melupakan kejadian itu , tapi bayangan tentang kejadian itu masih terngiang di otak saya...Saya udah nangis, saya udah pergi ke mall, karaoke sama temen saya...sampai saya pingsan di jalan saat saya buka mata bayangan itu yang pertama muncul..!" sesak,..napasnya naik turun terlihat dari dada nya.


" Audry.." Vandra meraih kedua tangan Audry untuk menenangkan nya


" Lepasin pak..!! Hiks hiks...jangan sentuh saya..!" Air matanya akhirnya tumpah


" Audry, kamu dengar dulu penjelasan saya..!" Vandra ikut meninggi kan suaranya, hatinya pun hancur melihat kemarahan dan tangisan Audry...dia merasa bersalah pada dirinya sendiri


" Gak mau..!! saya gak mau denger apa-apa dari bapak..!,..hiks hiks...saya gak peduli sama bapak, saya gak peduli dengan Celine saya gak peduli dengan kalian berdua...tapi tolong pa jangan ganggu saya...hiks hiks saya cuma ingin menyelesaikan magang saya di perusahaan bapak dengan tenang... kenapa harus di persulit...Hwaaa....hiks hiks.." tangisan Audry semakin kencang uneg-uneg yang dia pendam selama ini ditumpahkan semuanya di depannya Vandra


Seperti tertusuk duri , sakit di dada Vandra mendengar keluh kesah Audry...bibirnya kelu tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Vandra hanya mendengar kan tangisan Audry yang memenuhi mobil Vandra, dia bahkan tak tahu cara untuk menenangkan Audry dan membuatnya berhenti menangis. Ingin rasanya Vandra mengelus punggung nya atau membawanya dalam pelukannya tapi pasti Audry akan marah dan bertambah histeris


Audry menangis sambil menutupi matanya , menundukkan kepalanya sampai mengenai lutunya. Menyembunyikan wajah nya dari laki-laki yang tidak ingin di lihat nya.,hatinya merasa bersalah karna emosinya meluap dan mungkin sudah menyakiti perasaan Vandra .

__ADS_1


Setelah mulai tenang dan tidak menangis lagi Vandra pun mulai kembali melajukan mobilnya , masih terdengar sisa isakan tangis Audry yang kini menatap kosong ke luar jendela .


" Saya turun disini aja..!" Audry membuka suaranya


" Ini belum sampai rumah kamu, sebentar lagi kita sampai..!" Vandra tidak menuruti permintaan Audry


" Saya mau nya turun disini..!" mendengus kesal


Vandra pun menghentikan mobilnya, dan Audry langsung turun dengan tergesa tanpa berterima kasih kepada Vandra..dia mantap melangkahi jalan gelap di depan nya.


" Audry...! " teriak Vandra


Audry tetap tidak menggubris nya , dan tetap berjalan lurus.


" Aarrggghhh .. ****..! stupid Vandra, kenapa lo gak tahan dia ..." Vandra mengumpat kesal


Pulang kerumah Audry kembali melanjutkan tangis nya di dalam kamar, menangis dalam hening supaya tidak ada yang mendengar nya. Audry juga kesal kenapa dia masih harus menangis tidak jelas harusnya dia senang akhirnya bisa menumpahkan semua kekesalannya kepada bosnya itu.


Dengan begini kan Audry bisa melanjutkan Magang di perusahaan nya dengan tenang, kenapa harus dia yang mendapat nasib seperti itu. Karna kepolosannya Audry tidak peka terhadap perasaan orang lain kepadanya, Dia tidak mengerti bahwa ada maksud di balik semua sikap Vandra kepadanya.


" Mau sarapan bareng gak. ..? ibu sengaja bikin nasi goreng banyak buat lo nih.." Audry merayu Nuri


" Siapa ya..? situ kenal sama saya..?" tanya Nuri sok jual mahal


" Jangan gitulah, gw kan sahabat de best lo.." rengek Audry


" Kalau sahabat itu cerita saat susah dan senang ! Gak diem aja kalau lagi ada masalah..!" emang enak gw kerjain


" iya deh maaf...gw janji bakal cerita sama lo hari ini juga..!" rayu Audry lagi


" Serius..! sumpah.." Nuri senang


" 2 rius, suwer...tapi cerita nya sambil sarapan ya.." menaik turunkan alis nya


" Oke...lets gooo..!!" Nuri Antusias

__ADS_1


don't Forget to like coment and vote


__ADS_2