Cinta Diantara Dua Z

Cinta Diantara Dua Z
BAB 37


__ADS_3

Vano yang sedang tidur pun sampai duduk terbangun menyambut Audry.


" ayo , duduk disini.." ajak Mamih


dalam hati Vandra sedikit risau, dia takut Mamih nya marah kalau tahu kenapa Vano bisa sampai seperti ini.


" Audry, lo baik-baik aja kan..? syukurlah lo datebg kesini..gw mikirin lo semaleman.." kata Vano


Vandra hanya bisa menunduk sambil menggeleng kan kepala nya .


" Loh emang Audry kenapa ? kok kamu khawatir sekali sih..kan kamu yang lagi sakit.." tanya Mamih curiga


Baru saja Vandra ingin menyela pertanyaan Mamihnya tapi Audry terlebih dahulu membuka suara


" Maafin Audry ya tante, Maafin aku ya Van.." Audry menunduk dalam menahan tangisnya


" Kamu ngomong apa sih sayang..? kenapa minta maaf , ?" Mamih bingung dan menatap Vano dengan penuh tanda tanya


" ini semua salah Audry tante, kalau saja Vano tidak menolong Audry mungkin Vano gak akan seperti ini...Vano sudah mengorbankan nyawa nya untuk Audry.." masih menundukkan wajahnya,


itulah kebiasaan Audry kalau dia merasa bersalah dia akan selalu menunduk kan kepala nya .


" Audry, gw baik-baik aja..lo gak usah merasa bersalah kayak gitu..gw malah bersyukur karna lo gak kenapa-kenapa.." kata Vano menggenggam tangan Audry


Vandra tidak nyaman melihat adegan di depannya kini, terasa sesak di dada nya


" Mih, Vano seperti ini karna dia berusaha menyelamatkan Audry dari bahaya...untungnya tidak sampai terjadi hal yang membahayakan. Luka Vano juga tidak terlalu parah.." Vandra menjelaskan tapi mata nya masih saja menatap genggaman tangan Vano ke Audry, dan seperti nya Audry enggan melepaskan


" Apa betul begitu Van ? " tanya Mamih ,setelah tahu kejadian sebenarnya


" Iya mih, Mamih jangan marah sama Audry ya kasian Audry mih.." kata Vano dengan wajah manja nya


" Mamih senang mendengar nya.. hahahaha.." tertawa girang


Kok Senang ? Anak nya hampir celaka loh demu menyelamatkan gw, kenapa malah girang..? Audry heran

__ADS_1


Vandra dan Vano pun merasa heran dengan Mamih nya, padahal Vandra sudah punya rencana penyelamatan apabila Mamih nya memarahi Audry dia akan memasang badan untuk membela nya , kalau perlu Vandra akan langsung membawa Audry keluar.


" Mih, kok mamih malah ketawa sih..? Aneh deh.." tanya Vano


" Yah mamih senang lah, ternyata anak mamih ini lelaki sejati , pahlawan wanita..orang yang rela mengorbankan nyawa nya sendiri demi seorang gadis.." melirik ke arah Audry


Hehehe...merasa terhormat gw sebagai gadis yang di selamat kan..tapi gak gitu juga kan tante


" Tante jangan ngomong begitu..,! saya justru sangat menyesal dan bersalah karna saya Vano sampai jadi seperti ini.." bela Audry


" Audry, Tante gak marah kok...Vano juga buktinya gak marah ataupun menyesal dia malah mengkhawatirkan kamu. Itu nama nya dia lelaki sejati, " Mamih meyakinkan Audry


" iya bener mamih bilang , lo gak usah merasa bersalah gitu sama gw. Lo liat kan gw gak kenapa-kenapa..." Vano memperlihatkan fisik nya, luka nya di anggap sepele bagi nya.


" Makasih ya Van, Tante ...kebaikan Vano akan selalu saya ingat. ..oh ya ini ada soup ayam bikinan ibu , buat Vano..maaf gak bisa kasih apa-apa.." Audry menyerahkan Rantang yang dia genggam dari tadi.


" Kamu kok repot banget sih, makasih banyak ya...Mamih akan suapin Vano pake soup ayam bikinan kamu..." tersenyum menerima Rantang dari Audry


Bikinan Ibu tante, bukan bikinan saya...


" Mih, Van...Vandra dan Audry berangkat ke kantor dulu ya..ini udah siang." Tiba-tiba Vandra menyela pembicaraan harmonis antara Mamih , Vano dan Audry


Audry dan Vandra pun pamit, tapi Vano meminta Audry untuk sering mengunjungi nya selama di Rumah Sakit. Tentu saja ini membuat Vandra tambah tidak nyaman, dan berkata ada Roy dan Mamih yang akan mengurusnya.


Tapi Audry malah dengan senang hati menuruti permintaan Vano, anggap saja sebagai balas budi dia kepada Vano.


" Kamu yakin akan selalu mengunjungi Vano ?" tanya Vandra ketika mereka sudah di dalam mobil menuju kantor


" Yakinlah Pak, ini juga kan bentuk balas budi saya ke Vano...saya gak mau terus di hantui rasa bersalah .." kata Audry


" Tapi itu bukan salah kamu Audry..!!" Vandra meninggikan suara nya, terlihat sekali dia kesal


Kenapa Pak Vandra jadi kesal sih..Vano juga kan adiknya


" Saya heran sama bapak, Bapak kan tahu Vano sampai terluka karna dia menyelamatkan saya..jadi wajar kalau saya membalas budi atas kebaikan nya.! " Audry tidak tahan dengan sikap Arogan Vandra , dia pun mengeluarkan uneg-uneg yang selalu dia tahan selama ini.

__ADS_1


Ciiitttt....!!


Bunyi Rem mobil Vandra


Audry kaget bukan main, dan hampir saja kepala nya terbentur dashboard mobil.


Gawat..! dia marah, aduh nih mulut kenapa gak bisa di kontrol sih ngomong nya.


Vandra menatap tajam wajah Audry.


" Kamu sudah meminta maaf ke Vano dan dia juga sudah memaafkan kamu ! jadi semua nya sudah CLEAR ..! sudah tidak perlu lagi ada rasa bersalah ataupun penyesalan . " dengan emosi Vandra berbicara kepada Audry


" Bapak ngomong apa sih ? saya gak paham maksud nya.."


Sumpah deh, gw gak ngerti ama yang dia omongin ... Kata-kata nya itu gak nyangkut di otak gw.!


" Audry apa kamu sengaja membuat saya marah ?" Vandra mencoba menahan emosi nya


ini apa lagi maksudnya..? gw juga gak mau dia sampai marah


" Saya gak ngerti pak..? kenapa sih Bapak selalu bersikap aneh sama saya..? kadang baik, kadang jahat, kadang perhatian , kadang ngeselin...dan sekarang bapak benar-benar ngeselin. Saya turun aja disini..!" Audry membuka pintu mobil ,


Tapi dengan cepat Vandra menarik tangan Audry dan menahannya untuk diam di tempat.


Sangat kuat, gemggaman tangan Vandra sangat kuat sampai Audry tidak bisa bergerak


" Lepasin pak..! Lepasin saya..! Apa salah saya ke bapak..?" Audry berontak dari Vandra


" Salah kamu ..? kamu mau tau salah kamu..?" sambil terus menggenggam tangan Audry. Baru kali ini Vandra mengeluarkan sifat asli nya, sifat Arogan dan dingin yang selalu dia pendam.


" Iya , apa salah saya pak.?! kenapa bapak seperti ini sama saya..?" bentak Audry tepat di depan wajah Vandra.


Jarak di antara kedua nya mungkin hanya 5cm , Audry pun mendengar jelas detak jantung Vano yang berdetak dengan cepat. Hembusan nafas nya pun tercium jelas sampai ke hidung


" Kamu memang tidak salah, tapi saya tidak suka jika kamu terus berdekatan dengan Vano..!! " suara Vandra menggelegar bagaikan petir di wajah Audry

__ADS_1


Audry membulatkan matanya , bingung , kaget, takut menjadi satu rasa


don't Forget to like coment and vote


__ADS_2