Cinta Diujung Waktu

Cinta Diujung Waktu
Bab 31


__ADS_3

Berenang


 


Saat ia muncul dari dalam air untuk ke sekian kalinya, iaMaisara terkejut begitu melihat seseorang yang berdiri dengan angkuh di sisi kolam renang itu, sambil menyimpan kedua tangannya di pinggang.


“Kau? Ahk ... yang benar saja ... kau di sini?”


“Kau?” tanya wanita itu menunjukkan ekspresi wajah yang tidak suka, “Ahk ... yang benar saja ... kau di sini?” katanya lagi, dia adalah Raina yang sengaja datang karena sangat penasaran pada Harlan. Ia menatap Maisara yang baru muncul dari kolam renang itu dengan kesal.


Raina datang ke rumah Harlan karena ia penasaran, sudah lebih dari satu pekan pria itu tidak muncul di perusahaan. Selain karena rindu, ia pun ingin membicarakan sesuatu.


 Selama ini memang Raina tidak pernah ditanggapi secara serius oleh Harlan. Walaupun, hanya dirinya seorang yang dihargai kehadirannya serta diizinkan untuk bebas berkunjung ke rumah itu, tapi Raina tetaplah hanya sekedar teman.


Kedua keluarga mereka berteman dekat sejak dahulu, ayah mereka sangat akrab. Begitu Raina mengenal Harlan saat masih remaja, gadis itu ingin agar mereka kelak dijodohkan. Seperti kebiasaan orang-orang pebisnis lain yang menjodohkan anak mereka, dengan anak dari mitra perusahaan dalam menjalin kerja sama.


Memang seperti itulah biasanya, para pebisnis itu bersikap, mereka akan menjodohkan anak-anak sebagai penerus kerja sama, demi langgengnya sebuah bisnis ataupun jalannya usaha mereka. Saling mengajak dalam perjodohan dan juga kolaborasi saham dan sebagainya. Mereka berpendapat usaha perjodohan seperti itu, untuk mempertahankan kejayaan, dan keluarga tetap berada dalam dinasti jajaran orang paling berpengaruh di kota.


Namun ternyata keinginan Raina kali ini salah, karena kedua orang tuanya dan orang tua Harlan, sama-sama tidak ingin menjodohkan anak mereka. Prinsip berbeda yang membuat tidak adanya perjodohan.

__ADS_1


“Ayah, Apa kau tidak ingin menjodohkan aku dengan Harlan seperti orang-orang lain menjodohkan anak-anak teman akrab mereka?” tanya Raina waktu itu pada kedua orang tuanya. Ayah dan ibunya hanya tersenyum lebar lalu menepuk punggungnya dengan lembut.


“Apa kau menyukainya?” jawab ibu Raina waktu itu.


“Tentu saja, siapa yang tidak menyukai Harlan, dia tampan dan yang pastinya kaya raya, dia pewaris dari Mahespati bukan?”


“Kalau kau menyukainya, katakan saja siapa tahu dia juga menyukaimu dan kalian bisa menikah karena perasaan kalian sendiri, bukan karena paksaan dari kami!” sahut sang ayah.


Prinsip kedua orang tua Raina adalah, perasaan anak-anak bukanlah sesuatu yang bersifat bisnis hingga mereka membebaskan anak-anak, untuk mencari pasangannya sendiri. Oleh karena itu mereka tidak menjodohkan Harlan dengan anaknya.


Sejak mengetahui prinsip kedua orang tuanya itu, Raina tetap terus mendekati Harlan, karena ia mencintainya. Ia sering bersikap mesra, walau laki-laki itu tidak pernah menanggapinya, dan ia tidak pernah peduli, apakah Harlan memiliki kekasih lain atau tidak, memiliki orientasi yang menyimpang atau tidak ... yang penting baginya adalah, selama bisa bermanja-manja, maka itu sudah cukup menjadi sebuah kehormatan. Siapa yang tidak ingin menjadi pendamping pria yang luar biasa seperti pemilik Mahespati Industries.


Raina sendiri tidak tahu mengapa Harlan begitu dingin dengan kebanyakan perempuan. Banyak saksi mata dari teman-teman dekatnya yang ia kenal dan keluarga termasuk semua pengawal dan asistennya mengatakan demikian.


Namun begitu mengetahui sekarang Harlan menikahi Maisara, Ia pun membenci wanita itu. Di lain pihak Raina masih bisa bersyukur, karena pernikahan mereka tidak diumumkan ke publik. Ia paham betul kenapa Wendy melakukannya, karena saat itu Harlan masih lumpuh.


Sementara Raina sendiri tidak pernah muncul di hadapan Wendi, dan wanita paruh baya itu enggan memintanya, untuk menjadi seorang istri bagi anaknya yang lumpuh. Tentunya Ia juga tidak enak dengan keluarga Raina bila harus menikahkan Putri kesayangan mereka, dengan laki-laki yang divonis tidak lama lagi hidup di dunia.


Bukan hanya Raina tapi semua orang waktu itu pun kecewa,  kenapa Harlan yang dikenal gagah dan kuat, serta memiliki performa bagus di segala bidang, bisa mengalami keadaan begitu buruk.

__ADS_1


Suatu kali Raina pernah bertemu Wendi di rumah sakit, saat ia mengantarkan ibunya berobat, ia tidak pernah berniat melihat Harlan sedetik pun. Ia pikir percuma saja melihat pria yang tidak bisa melihatnya.


“Maaf Tante Wendi, aku tidak bisa menengok Harlan, tidak tega rasanya, dan aku menyesal mengapa dia mengalami hal buruk seperti ini ...” Raina bicara sambil menitikkan air mata.


“Tidak masalah, Rai ... kau tidak perlu repot-repot menengok, lebih baik cari pria lain yang bisa menyayangimu dengan baik, jangan pertaruhkan harga dirimu dengan menikahi pria sekarat seperti anakku!” kata Wendi sedih, saat itu ia terlihat sangat putus asa dengan kesembuhan Harlan.


“Ya, Tante, tidak ada orang yang mengharapkan terjadi hal buruk dalam hidup, aku hanya berdo’a kebaikan untukmu!”


“Terima kasih, mungkin sudah seperti ini masih Harlan,” kata Wendi sambil membayangkan apa yang terjadi pada anaknya.


Waktu itu, setelah pergi selama satu pekan bersama teman-temannya di daerah puncak, Harlan ditemukan dalam keadaan pingsan, di kamar hotelnya. Pada malam sebelumnya mereka menghabiskan waktu dengan menikmati makanan dan minuman khas asli daerah itu.


Beberapa teman kemudian membawa tubuh lemah itu langsung ke rumah sakit, dan betapa terkejutnya mereka ketika mengetahui jika Harlan hampir saja mati keracunan. Namun, karena kekuatan tubuhnya  ia mampu bertahan, dan racun itu hanya mampu membuat seluruh otot di tubuhnya melemah. Jadi, itulah yang menyebabkan dirinya lumpuh.


Wendi yang menyayanginya, tentu tidak ingin anaknya tiada dengan sia-sia. Wanita itu mencari dokter terbaik, berbagai usaha iya lakukan dengan memberinya terapi dan obat-obatan anti racun. Semua sudah disuntikkan ke tubuhnya dan oleh karena itu ia bisa bertahan.


Setelah memasuki fase setahun lebih pengobatan dan terapi, dokter yang menangani Harlan berkata,  “Jika sebulan lagi Tuan Harlan tidak bisa menerima cairan apapun yang masuk ke tubuhnya, bisa dipastikan, Tuan tidak lama lagi akan meninggal dunia."


❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2