
Ruang kepala sekolah SMA BRAMASTA
Rasanya malas sekali untuk melangkah ke ruangan kepala sekolah,malas dengan drama yang akan di perankan oleh Genk dandan itu.
Ck,sialan
Setiap langkah yang kami lalui,diiringi dengan kebisuan. Semuanya larut dalam lamunan masing masing. Aku benci suasana ini,
" Menurut kalian apa yang akan dilakukan genk dandan itu guys " tanyaku.
" Yang pasti gue harap mereka nggak akan ngasih les privat tentang cara dandan mereka guys,kalo iya gue ogah banget. Mending ikut tawuran elah " sahut Olivia bergidik ngeri membayangkan apa yang diucapkannya.
" Whahahah,gokil sista,gokil banget anjir. Ngebayangin aja gue udah kayak lagi mimpi buruk disiang bolong tau nggak " sahut Bianka geli.
" Hahaha, sama " sahutku dan Nina kompak...
Tak terasa kami pun sampai di depan ruang kepala sekolah dan aku langsung mengetuk pintu.
" Masuk " terdengar sahutan dari dalam.
Kami pun masuk ke dalam dan aku langsung disuguhi pemandangan Jennifer dan kawan kawan nya sedang ngedrama Indonesia. Basi
Aku pun hanya memutar mata malas.
" Ibu dapat kabar kalo kalian tadi membully Jennifer dan kawan Kawanua " tanya buk Lolita.
Mendengar apa yang diucapkan buk Lolita,aku hanya memutar bola mata malas.
" Oh ya,apa ibu Lol sudah dapat bukti yang akurat tentang apa yang terjadi sebenarnya antara kami dan Jennifer serta kawan
kawan " tanyaku santai.
" Sudah Mith,jawab saja biar masalah ini dapat di selesaikan dengan mudah dan segerakan " ujar buk Lolita tegas.
" Saat ini kami tak akan bisa berkata apa apa karena kami tak yakin pihak BRAMASTA akan percaya apa yang kami katakan mengingat murid dari sekolah ini pastinya sudah bercerita tapi satu hal yang bisa kami katakan,kami ingin bapak dan ibu menilai sendiri kebenaran nya melalui Cctv " sahutku santai.
Mendengar ucapanku kepala sekolah BRAMASTA menyetujuinya dan meminta anak OSIS untuk mengecek rekaman Cctv " ujar pak Daniel,nama kepala sekolah BRAMASTA akhirnya.
__ADS_1
Ck lama,gue nggak bisa liat Vino tanding deh. Sialan emang Jennifer
Tiba tiba ada yang mengetok pintu
Tool
tokkk
Tokkk
" Masuk " ujar pak Daniel.
Aku melihat ada siswa yang aku ketahui bernama Gery masuk kedalam dan menghampiri pak Daniel sambil memberikan flashdisk.
" Maaf pak Daniel,ini adalah rekanan Cctv pas kejadian pak. Bapak bisa mengeceknya langsung " ujar Gerri.
" Oh ya, makasih ya Gerr,kalo begitu kamu bisa pergi untuk mengerjakan tugas kamu
lainnya " ujar pak Daniel.
" Ok pak, saya keluar dulu pak " pamit Gerry.
" Hmn baiklah,setelah menelusuri rekaman Cctv di lokasi kejadian. Maka disini kami akan memberikan sanksi pada murid BRAMASTA yang terlibat dengan hukuman selama 3 hari mengumpulkan tulisan yang berisi pernyataan bahwa murid BRAMASTA yang bersangkutan berjanji tak akan membuat onar lagi " putus pak Daniel.
Kami pun hanya diam dan tak perduli dengan hukuman tersebut. Lalu Bu Lolita pun berkata,
" Rasanya tak adil jika hanya anak dari BRAMASTA yang di hukum jadi anak dari DARMA JAYA akan di hukum juga dan hukumannya akan di sampaikan oleh kepala sekolah DARMA JAYA karena berhubung kita sedang di area sekolah tetangga. Jadi besok kalian di tunggu di sekolah jam 09 pagi,apa kalian mengerti " ujar Bu Lolita tegas.
" Dimengerti Bu Lolita, apa sekarang kami sudah bisa keluar,karena kami ingin menonton tim basket sekolah kami yang lagi tanding pak " tanyaku pada pak Daniel.
" Baiklah,kalian boleh pergi " jawab pak Daniel.
Kami pun keluar dengan lega dari ruang kepala sekolah yang entah kenapa rasanya seperti di tempat eksekusi mati aja. Ck
Kami pun melangkah dalam diam menuju ke lapangan outdoor yang digunakan untuk tanding.
" Apaan tuh hukuman nya,kekanakan banget kepala sekolahnya childis juga. Masak hukumannya kayak gitu aja " sewot Bianka.
__ADS_1
" Tau, gue sebenarnya enggak puas tau nggak sih sama keputusan tuh kepala sekolah " Olivia ikutan sewot.
" Gue harap sih mereka nggak kongkalikong dan sudah ada penyesuaian tentang hukuman sebelumnya " celetukku santai.
" Eh bener tuh, apa yang dikatakan oleh Mitha kayaknya kita perlu orang buat menyelidik tuh kepala sekolah. Ganjil banget, kayaknya dia lebih berat ke Jennifer and the Genk tau nggak sih " Sahut Nina.
" Kalian tenang saja,biar saja orang Daddy yang mengurus masalah kesehatan ini. Sampah itu pasti akan kembali ke tempatnya,kalian tidak lupa kan kalo dad juga memiliki saham di BRAMASTA. Hanya mereka tak tau kalo gue anak dad karena memang keberadaan gue belum diumumkan oleh dad dan grandma " sahutku santai.
Sebenarnya dad sempat menyuruhku menyelidiki SMA BRAMASTA, terutama kepala sekolahnya karena dad merasa kalo ada permainan tak kasat mata di SMA BRAMASTA.
Wow,pucuk dicinta mangsa memperlihatkan wujudnya walaupun masih samar. No problem, mari bermain
Aku. langsung mengirimkan notice kepada dad dan menginformasikan apa yang terjadi di BRAMASTA.
" Me : Dad, aku ada kasus di BRAMASTA tapi sepertinya aku merasa kalo kepala. sekolahnya tak adil dalam mengambil keputusan dalam memberikan hukuman pada muridnya yang bersalah "
" Daddy : Kamu tenang saja. Dad akan suruh orang dad di SMA BRAMASTA untuk bertindak, kita harus bisa main cantik dan rapi honey "
" Me : Ok dad, aku serahin ke dad, kalo gitu aku mau nonton Vino tanding dulu bye "
Ck,aku yakin ada sesuatu antara Jennifer dan kepala sekolah itu. Masa tak ada hukuman skorsing sih. Licin banget tuh Genk tante,
Walaupun masih kesal sama keputusan dari pihak SMA BRAMASTA tapi aku pikir tak masalah sih karena kebenaran pasti ada celah buat dapat keadilan.
Awas aja kalo aku dapat hukuman berat dari kepala sekolahku. Aku pecat dia jadi kepala sekolah.
Rasanya hari ini melelahkan tapi juga menghibur sih,karena dah lama nggak tawuran. Jadi kangen buat keributan. Tapi seenggaknya aku bisa melampiaskan semuanya ke Jennifer.
Saat aku sedang memikirkan Jennifer aku melihatnya sedang tergesa ke arah belakang, sepertinya gudang.
Ada apa sih sama Jennifer,apa aku ikutin aja atau kasih tau Daddy. Ah,kasih tau Daddy aja deh. Biar dad yang urus. Aku pun mengirim notice ke dad.
" Me : Dad,aku tadi melihat Jennifer ke arah belakang gedung lama BRAMASTA. Kayaknya ada sesuatu yang bisa kita jadikan bukti dad,gadis itu mencurigakan tapi aku tak berani bertindak karena aku adalah tamu di BRAMASTA "
Setelah mengirim notice itu ke daddy,tak lama aku dapat balasan.
" Daddy : Tenang honey,dad sudah menyuruh anggota dad untuk memeriksa apa yang kamu curigai "
__ADS_1
" Me : Ok "
Jennifer, gue harap loe bukan target gue??