
Rasanya sulit menyingkirkan masa lalu yang menempel seperti lintah penghisap dan menghisap setiap memori cinta yang aku abadikan dengan Vino.
Aku mendesah lelah melihat Vino yang kesal karena aku membandingkannya kisahnya dengan Andra. Dasar cowok, gengsinya gedek banget buat ngakuin kalo dia kesal bin cemburu saat aku menyebut nama mantan ku. Karena kesal, aku memutuskan pergi meninggalkan Vino dan mengabaikan yang lainnya.
Sekarang sisiku aku berada,sendiri tanpa Vino dan lainnya. Tepi pantai dengan ombak yang terdengar seperti sedang bercanda ria mengejekku karena sedang halau sendiri. Aiss menyebalkan,bahkan ombak un tau isi hatiku yang sedang kesal bin sedih tapi Vino tak menyadari itu.
Aku tak suka ada yang lain saat aku sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Kecuali semuanya sudah selesai.
Mendesah malas,aku memutuskan menikmati hari ini tampa memikirkan Vino dan lainnya. Biarlah semuanya berjalan seperti air mengalir, kalo Vino jodohku maka selamanya kami bersama tak peduli bagaimana para mantan mengganggu kami.
Aku pun memutuskan memesan es kelapa dan somai. Lebih baik menikmati hari karena besok sudah kembali ke aktivitas yang menjemukan. Apalagi harus ekstra sabar karena Alletha akan setia hari ngerecokin hubungannya dan Vino.
Membayangknnya saja membuatnya geram, sialan Alletha. Kenapa muncul kalo dulu di menyia nyiakan Vino. Dengan kurang akarnya ergi begitu saja tanpa pamit seolah olah Bini dan perasaan waktu itu tak berharga tapi lihat sekarang dia justru mendekati Vino dan mengganggu momentku dan Vino di setiap kesempatan.
Setelah menghabiskan makanan dan es kelapa muda. Aku memutuskan ke Biola karena tak mungkin aku tak kembali karena barang barangku disapa. Kalian kenapa aku yang pergi, harusnya kan si nggak jelas Alletha. Hadeh,
Aku pun mencari taksi online untuk kali ke Villa karena tak mungkin meminta Vino menjemputnya.
Tak lama taxi online pesananku datang dan alu bergegas masuk ke dalam. Aku lelah sekali dan ingin merebahkan diri di kasur.
Setelah sampai di Biola dan membayar ongkos taxi, aku pun memasuki Biola dengan perasaan tak menentu dan aku sedikit syok karena ada Alletha karena semuanya memutuskan diam saja.
__ADS_1
Aku bergegas menghampiri mereka semua, sakit. Hatiku sakit melihat semuanya tampak menerima Alletha tanpa menghiraukanku. Bahkan tak meminta izin membiarkan Alletha main di Villaku.
" APA KAU TAK PUNYA KERJAAN LAIN SELAIN MENGGANGGU Vino, Alletha. Bisakah kau untuk berhenti mencarinya karena aku tak nyaman dengan sikap dan caramu mencari perhatian Vino. Kamu harus tau kalo semuanya tak sama lagi. Jadi jangan seenaknya bertemu dan berkunjung seperti ini karena dia PACARKU " desisku penuh penekanan.
Semua sahabatku menatapmu cemas,karena Biasanya aku tak pernah lepas kontrol seperti sekarang.
Aku terengah engah mengatakan hal itu, benci rasanya melihat orang yang bahkan tak merasa bersalah sama sekali dan tetap tenang padahal aku meradang karena dirinya.
Sialan,
Setelah menenangkan diri,aku kembali menjadi diriku sendiri. Tak bisa, gadis itu tak bisa membuatku jadi pecundang seperti ini adalah dialah pecundangnya.
" Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Mitra itu benar banget,nhkannya loe dah mutusin buat pergi waktu itu, membuat Vino kayak orang gila karena mencari lor tapi setelah semuanya kembali baik baik saja ngapain loe sekarang malah mengusik Vino lagi. Mau loe apa All, loe harus sadar diri kalo loe nggak bisa lagi bebas mendekati Vino karena sekarang dia pacar Mitra dan mereka mau tunangan. Lor seharusnya sadar dirilah jadi cewek, jangan kayak nggak ada harga kayak gini " ujar Bianka pedas.
" Betul itu, gue perhatiin lor kayak orang yang nggak sadar diri dan merasa tak bersalah sefdikitun adahal lor membuat semuanya kacau dulu. Susah payah Mitha dan kita semua mendampingi Vino supaya dia waras dan baik baik aja sama lor pergi. Harusnya lor nggak pernah balik lagi kalo hanya bikin rusuh dan keributan " ujar Olivia ketus.
Aku lihat Alletha geram dan terlihat sekali dia tidak suka dengan ucapanku dan bestyku. See,gue mau lihat seberapa nggak tau maunya loe All.
" Sudahlah, kalian tenang dulu. Gue sebenarnya juga rusuh sama loe All, karena lor membuat gue dan juga Mitra nggak nyaman sejak loe muncul. Kalo pun loe tetap disini,apalagi lor sekolah di tempat kita tapi please. Jaga sikap loe,anggap kita nggak pernah kenal dan baru ketemu. Jadi ini terakhir loe ngerecokin gue dan Mitha, tapi kalo loe masih kayak gini. Sorry gue nggak bisa janji masih loe maaf saat hal itu terjadi " ujar Vino datar.
Semuanya hanya diam tapi lega rasanya karena Vino akhirnya bersikap tegas pada Alletha.
__ADS_1
"Tapi Vin,aku masih cinta dan sayang sama kamu. Nggak bisakah kamu memaafkan aku dan kita kayak dulu lagi. Aku mi
nya maaf karena aku dah pergi guru aja tapi saat itu aku terdesak oleh keadaan Vin. Papa aku ada kerjaan di LN dan harus pergi saat itu juga Tampa aku sempat pamit ke kamu waktu itu " ujar Alletha dengan tanpa rasa bersalahnya.
" No, saat ini yang ada buat gue cuma Leomitha,lagian gue dan Mitra usah dijodohin sama bonyok dan sebentar lagi kita tunangan. Gue nggak bisa mundur ke masa lalu karena belum tentu hati gue masih sama lor saat ini, gue nggak mau nyetel setelah gue melepas Mitra hanya karena gue masih terpaku pada masa lalu. Jadi sore, gue nggak bisa dan nggak akan ada lagi kita buat lor dan gue All " ujar Vino datar.
" Tapi Vin,akku mau kamu masih aku kesempatan buat aku Vin. Aku yakin kamu masih cinta sama aku " rengek Alletha.
" Deh, malas banget gue ngeliat drama quen kayak goni. Mending gue tidur " umatku malas sambil beranjak pergi disusul yang lainnya.
Tapi sebelum pergi aku langsung memberi kode pada Sarden dan lainnya buat menunggu Vino. Ya kali aku membiarkan mereka berdua saja. Keenakan sama Alletha dong, ck dasar nyebelin.
Aku pun tidur sampai sore, entah apa yang terjadi setelah aku dan bersuku pergi. Yang jelas aku malas bertanya, membuat mood jelek saja mengingat bagaimana Alletha merengek sambil menangis.
Aku pun memutuskan mandi dan setelah itu menyusun pakaian dan barang lainnya untuk dibawa pulang, soalnya besok kami semua akan pulang ke Jakarta.
Meskipun liburan kali ini berantakan karena kehadiran Alletha setidaknya aku lega karena aku tau kalo kehadiran Alletha tak mempengaruhi hubungannya dan Vino.
Mengingat dengan tegasnya Vino memperjelas hubungan kami tadi siang pada Alletha.
Semoga hubungannya dan Vino semakin kuat dan tak ada lagi pengganggu. Amin
__ADS_1