
Pagi hari di villa yang ada si kota Bandung
Semuanya sedang bersiap untuk kembLi ke Jakarta. Aku menarik koperku keluar kamar. Tak lama di susul sahabatku yang lainnya. Tak ada yang membuka suara pagi ini hanya untuk sekadar bertegur sapa.
Perjalanan kembali ke Jakarta sunyi tak ada yang berani berbicara. Saat semuanya diam,tiba tiba poncelku berbunyi menandakan ada notice masuk
Aku lihat nomornya tak terdaftar di daftar kontakku tapi karena penarasan aku pun membukanya. Setelah membukanya aku hanya bisa mematung,
Alleandra, dialah pengirimnya.
" Hai bab, percuma loh bertahan kalo bagian dari masa lalu Vino dah kembali. Gue liat dia hari ini,dia masuk ke kelas yang sama dengan Vino "
Sialan, kenapa lagi lagi gadis itu mencuri start tanpa gue cegah. Harusnya gue bisa membuat dia nggak satu kelas dengan Vino. Sekarang apa, ingin rasanya aku menggunakan kekuatan Keluarga Pratama untuk memindahkan gadis itu ke kelas lainnya.
Tau percuma, kalo Vino masih meladeni gadis itu. Sulit buatku menyingkirkannya.
Aku hanya bisa mendesah pasrah, yang terjadi terjadilah. Itu yang mungkin tepat menggambarkan keadaanmu sekarang.
Akhirnya tepat tengah malam kami sampai dirumah setelah sebelumnya mengantar teman teman yang lain ke rumah masing masing. Vino pun memarkirkan mobil milikku di garasi. Tadinya aku mau langsung ke dalam rumah tanpa berbasa basi dengan Vino karena masih malas berbagi cara tapi sebelum aku beranjak ke dalam rumah Vino menahanku.
" Biar dulu bab, kita perlu bicara tentang kita. Karena aku nggak nyaman karena kita terus diam dieman kayak gini " ujar Vino sambil mengarahkannya pada kursi yang ada di taman rumahku.
" Ngomong apa sih Vin, nggak bisa besok apa. Aku capek bin ngantuk loe Vin " sahutku malas.
" Tentang hubungan kita, aku nggak suka y kamu diemin aku padahal kita nggak ada masalah,cuma gara gara Alletha kita kayak musuh bebuyutan kayak gini bab, bentar lagi kita tunangan loe bab. Pleaselah, jangan kayak gini " ujar Vino sambil menatapku sendu.
Mendengar ucapan Vino, aku hanya diam saja.Setelah dipikirkan pikir memang benar juga kalo Vino tak salah dalam masalah ini tapi Alletha aja yang centil.
__ADS_1
" Ya,aku tau kamu nggak salah tapi tetap aja aku nggak nyaman dengan kehadiran gadis itu. Secara kamu inga kisah yang juga lumayan lama dengan dia,apalagi mulai besok dia akan berada di kelas yang sama dengan kamu. Otomatis dia punya waktu yng lebih banyak dengan kamu dan aku nggak tau dan nggak mau ngebayangin apa yang bakalan terjadi setelah ini " ujarku sendu.
" Kamu jangan mikirin yang nggak nggaklah bab, kamu harus percaya sama aku. Kalo aku serius sayang sama kamu, jadi apapun yang terjadi. Aku selalu balik lagi ke kamu,kamu rumah aku. Tempat aku bersandar saat aku lelah,kamu tempat aku curhat saat aku ada masalah. Kamu bukan hanya kekasih tapi kamu adik dan sahabatku. Please, stay with me " ujar Vino sambil mencium tanganku.
Entahlah, bagaimana kabar hatiku saat ini. Ada bahagia, lega, sedih,tidak yakin,takut kecewa. Semuanya jadi satu, membuatnya tak bisa berkata apa apa.
Tak berapa lama Vino pamit pulang karena hari sudah sangat larut. Meninggalkan aku sendiri dalam kesunyian
Aku tatap punggung Bini yang semakin menjauh dari pandangan mataku.
" Bagiku cintaku sederhana,tak mengekang dan tak memaksa but ketika kamu sekali saja melakukan kesalahan yang membuat kecewa maka aku tak bisa berjanji akan ada kesempatan kedua " bathinku sendu.
Karena mataku sangat berat jadi aku memutuskan masuk kedalam rumah dan membersihkan badan sebelum tidur.
Pagi ini terasa berbeda, aku melihat keluargaku sudah lengkap di meja makan. Tumben sekali, biasanya meja makan ini sepi,
" Pagi non, pagi dad. Tumben banget masih dirumah jam segini " tanyaku sambil mengambil roti bakar kesukaanku.
" Pagi sayang, kebetulan sekali karena hari ini kita akan memperjelas status dari perusahaan Pratama Group dan kami akan mengumumkan kamu sebagai satu satunya pewaris yang sah " sahut mommy serius.
" Oh ya mom,Apa nenek dan Om Raya setuju dengan rencana mommy " tanyaku penasaran.
"Tentu saja tidak tapi mereka harus setuju karena perusahaan itu bukan perusahaan milik kakek kamu tapi perusahaan itu milik nenek kamu alias punya ibu kandung mommy. Jadi tidak bisa dijadikan harta goni gini termasuk rumah besar itu " ujar mommy.
" Benarkah, semoga semuanya lancar ya mom " ujarku menyemangati mommy.
Kami pun mengakhiri sarapan pagi ini dengan banyak pertanyaan di kepalaku.
__ADS_1
Tentang bagaimana hasil akhirnya nanti dan keputusan mommy untuk om Rasya dan nenek.
Aku pun bergegas mengendarai mobil kesayanganku ke sekolah. Hari ini sepertinya cuku berat bagiku karena aku harus mempersiapkan mental untuk menghadapi tingkah Alletha.
Sesampainya di sekolah, aku memarkirkan mobilku di tempat biasa. Aku berdiam diri sejenak di dalam mobil sambil menenangkan diri.
Setelah cukup tenang, aku pun melangkah dengan tenang menuju kelasku. Sepanjang jalan menuju kelas ,aku mendapati beberapa siswi berbisik bisik. Membuatnya tak tenang saja, tapi aku berusaha bersikap tenang. Namun tak bisa karena merasa penasaran dengan apa yang dibisikkan oleh siswi siswi itu.
Saat melewati belokan di koridor kelas Vino baru aku menyadari apa yang menjadi bisil bisik tetangga itu.
Di taman depan kelas Vino terlihat Vino yang sedang duduk di sana sambil bermain ponsel ditemani Alletha.
Sialan, dasar gadis centil.
Aku lihat Vino cuek saja dengan keberadaan Alletha tapi karena tak punya malu dia terus saja bersikap agresif pada Vino.
" Wah, minta dikasih kelas kepribadian nih cewek centil. Supaya bisa jadi cewek berkelas dan nggak malu makin persatuan para perempuan di SMA
PRATAMA "dumelku dalam hati.
Aku pun bergerak menghampiri Alletha dan Vino langsung duduk di depan gadis itu. Aku lihat Vino terkejut dan merasa bersalah tapi aku mengkodenya untuk diam. Karena ini urusan para gadis, saat aku melihat kebelakang sahabatku semunya sudah berdiri tak jauh dariku dalam posisi siaga.
" Pagi Alletha, apa kau tak punya kegiatan lain pagi ini selain memepeti PACAR orang hah, aja tak ada kaca di rumah sehingga kau tak merasa malu dengan kelakuanmu. Ini Indonesia Alleth bukan Luar Negeri,tempat kau selama ini tinggal. Jadi berhentilah mengganggu PACARKU " umatku dengan sengaja menekankan kata pacar di akhir ucapanmu.
Aku lihat Alletha mengepalkan tangan karena menahan emosi atas penghinaan yang aku ucapkan.
Apa loe akan bersikap seperti angel setelah ini b***t. Gue akan membuat loe membuka topeng lor sendiri, dasar ular berwujud serigala
__ADS_1
"