
Sekarang kami sedang berada di rumah sakit Williams International Hospital bersama anak DEVILE ANGEL yang lain dan juga mom dan dad yang mengurus semua keperluan yang berhubungan dengan penyakit ibunya Bram.
Ternyata,ibunya Bram harus dioperasi dan adiknya Bram pun harus dirawat karena trauma.
Dan sekarang dad sedang memarahi kami semua.
Hadeh si daddy,apa nggak puas apa tadi udah panjang deh perasaan ceramahnya pas di lokasi. Lah swkarang masih ceramah lagi ih,bikin laper aja.
Aduh dad,nggak kenyang kenyng apa ceramahnya. Kita malah laper dad ih daddy nggak peka nih
Aku hanya bis menggerutu saja di dalam hati. Baru kali ini daddy langsung turun mengurus kenakalanku dan lainnya. Biasanya kan orang kepercayaan daddy yang disuruh. Malah rempong kalo dad yang turun tangan. Dah kayak mak mak komplek lagi ngerumpi aja perasaan.
" Iya dad,kami ngerti kok tapi marahnya bisa dipending dulu nggak dad. Laper nih daritadi belum makan " celetukku yang langsung mendapat jitakkan sayang dari daddy.
Pletakkk
Aku hanya nyengir saja sambil mengusap keningku yang kena jitak dibantu oleh Vino.
" Kamu ini ya,ah sudahlah sana bubar kalian sekalian tuh ajak Bram biar ada tenaga buat jagain ibunya " suruh daddy.
" Ok dad,kami permisi dulu dad. Oh ya mom dan dad mau apa nih biar Mitha bawain " tanyaku.
" Daddy mau pecel ayam aja. Mom mau apa " tanya dad.
" Mommy mau makan mie ayam bakso aja deh. Kayalnya enak nih dingin dingin " sahut mommy.
" Siiip mom " sahutku sambil mengode semua anak DEVILE ANGEL pergi. Tak lupa kami menyeret Bram pergi juga.
Sesampainy di kantin kami pun memesan makanan. Setelahnya,aku dan Vino pergi lebih dulu untuk memesan makanan kesukaan dad dan mom.
Hal yang tak pernah lupa aku syukuri adalah punya dad dan mom yang swlalu mengerti semua hal yang aku lakukan.
__ADS_1
Mereka benar good mom dan dad
Setelah mendapatkan pesanan kami aku dsn Vino kembali kerumah sakit.
Ternyata di sana operasinya sudsh selesai dan berjalan lancar. Adiknya Bram pun sudah baik baik saja kata Dokter walaupun masih trauma.
Sepanjang malam kami menemani Bram menjaga ibu dan adiknya. Sedangkan mom dan dad sudah pulang dari setengah jam yang lalu.
" Bos,gue minta maaf sama loe bos karena udah hampir mencelakai kalian semua tapi kalian malah bantu gue banyak kayak gini gue jadi merasa bersalah banget sama loe bos dan kalian semua. Andai saja semuanya sesuai dengan yang dirancang Sanders gue akan hidup dengan rasa bersalah seumur hidup gue. Sekali lagi sorry bos,sorry semuanya " ujar Bram dengan mata berkaca kaca.
Aku pun hanya menepuk pundaknya pelan lalu berkata,
" Gue nggak mudah kasih orang kesempatan kedua asal lie tau bahkan jika anggota gue sendiri yang berbuat fatal nggak ada yang gue lapas gitu aja tapi karena alasan loe di sini sangat mulia jadi gue kasih loe kesempatan kedua dan mulai sekarang loe jadi bagian dari DEBILE ANGEL but jangan coba ciba berkianat sama gue karena loe ada dalam pantauan gue. Ngerti loe Bram " ujarku tegas.
Aku lihat semuanya hanya diam dan tak ada yang protes tapi aku memutuskan untuk bertanya pada mereka semua
" Apa ada yang keberatan dengan keputusan gue soal Bram " tanyaku pada semuanya kecuali inti DEVILE ANGEL.
" Nggak kok bos,kita setuju dan paham dengan situasi ini jadi nggak ada alasan kamu menolak keputusan bos " ujar Arkana mewakili rekannya.
" Fine,karena sudah malam maka gue balik dulu. Kalian kalo mau balik silahkan karena sebentar lagi ada bodyguar yang akan gue minta buat stay di sini " ujarku sambil beranjak pergi sambil diikuti yang lainnya.
Sebelum pergi kami pun berpamitan dengan Bram lalu berlalu pergi meninggalkan ruang rawat ibunya Bram yang menyatu dengan adiknya Bram.
Saat di luar kami berpapasan dengan bodyguart yang akan berjaga.
" Kalian sudah sampai,ini buat ngopi dan hati hati. Gue nggak mau denger kabar klian lalai. Nanti gue akan minta anggota lain buat berjaga menggantikan kalian saat pagi " ujarku dan pergi setelah mendapat tanggapan dari mereka.
Hari ini hari yang cukup berat tapi menyenangkan
Setelah sampai di parkiran kami pun berpisah dengan tujuan masing masing,kebanyakan dari mereka memilih pulang ke base camp karena dengat dibandingkan rumah mereka.
__ADS_1
Sesampainya di rumah,aku pun membersihkan diri,begitu juga dengan Vino dan kami pun langsung tidur setelah itu.
Pagi hari
Aku terbangun lebih dulu dan melihat jam masih menunjukkan pukul 06•30. Aku pun langsung membangunkan Vino. Kami pun mandi bersama karena takut terlambat tadinya tapi pada akhirnya kami juga harus terlambat karena Vino meminta jatahnya pagi ini.
Hadeh,dasar nggak tau sikon laki gue.
" yah,telatkan Vin ih kamu sih dah dibilangin ntar telat malah maksa. Kan aku jadi kena hukum mana sendirian lagi " dumelku sebel
" Iya deh iya sorry,aku minta anak anak deh buat temenin kamu. Mereka lagi bolos noh " ujar Vino sambil memberikan poncelnya.
Dih,dasar pastas aja sibuk banget sama poncelnya. Rupanya lagi lagi ngechat Arkana dan kawan kawan tapi bagus deh aku jadi ada temennya kalo mereka mau.
" Dah sana ke Pratama,aku tungguin disini bentar sampe ada anak OSIS yang nyamerin " ujarku sambil melihat ke dalam sekolah.
" Ya udah deh bab,bye gue cabut dulu " ujar Vino pamit dan aku hanya mengangguk setelah itu terdengar pintu gerbang di buka dan ternyata anggota OSIS cewek yang namanya Siska
"Ck,ngapa nih bocah sih yang muncul. Males banget deh ih. Meski pun belum pernah bersenggolan dengan Siska swlama sekolah disini tapi mendengar sepak terjangnya bikin males aja.
" Ngapa loe telat datang,loe pikir ini sekolah moyang loe sampe datang semau loe " ujar Siska ketus.
Lah,aku diketusin. Mang aku ada masalah apa dengan situ. Mentang mentang anggota OSIS,belagu banget sih nih orang.
" Gue memang nggak sekolah di sekolah moyang gue tapi seenggaknya gue telat karena abis berbuat baik. Yaitu menjenguk dan menemani teman gue yang nyokapnya sakit " sahutku malas.
" Dih,alasan aja loe. Palingan semalam loe ke club. Benar kan tebakan gue " ujar Siska sinis.
" Lah,loe ngaku sendiri kalo semalam lie ke club. Gue sih nggak tuh,nggak penting banget sih ke club " sahutku santai.
" Sialan loe,berani loe sama gue. Anak baru aja belagu loe " ujar Siska emosi.
__ADS_1
Lah kok situ yang emosi sih,kan situ duluan yang mancing mancing. Dasar aneh,mau nyenggol orang kok malah marah disenggol balik
Dasar gaje nih orang