
Perjalanan ini bukan seperti pergi bermain lalu kita pulang setelah puas bermain. Ada kalanya aku berpikir kisah kita akan menjadi rumah kita dan tempat kita pulang dan menghabiskan waktu dan berkeluh kesah tapi akhir akhir ini kita terlihat seperti memiliki tujuan pulang yang berbeda arah.
Dan aku tau, saat ini hatimu sedang bimbang karena gadis itu.
Tak apa,jika semuanya membuatku bisa yakin tentang rasa yang kamu miliki. Maka mari kita berhenti dulu dan mencari tempat beristirahat yang membuat kita nyaman. Tapi setelah itu, aku harap tak ada lagi celah untuk yang lain masuk dalam hubungan kita jika kamu ingin bertahan denganku.
Menjauh, aku pikir kita butuh waktu untuk sendiri supaya kita bisa tau kedepannya akan seperti apa. Aku tak ingin mengekangmu, jika kamu tak nyaman lagi denganku maka kamu bisa pergi.
Hari ini tak akan sama, karena aku dan Vino akan menjadi orang asing dalam beberapa waktu. Masih teringat olehku apa yang terjadi setelah aku mendapati dirimu duduk ditanam depan jelasnya bersama Alletha.
Flaahback on
Aku bergegas pergi setelah memaki Alletha, muak rasanya melihat sikap Vino yang masih meladeni mantannya. Aku pun pergi ke kelasku dengan emosi tapi saat aku akan menaiki tangga ada yang menarik tanganku dan menyeretku ke roof toop.
Vino, dialah pelakunya.
Kami hanya diam saja sejak sampai di roof toop. Tak ada yang buka suara, jangan dengan keadaan aku pun bersuara
" Ada yang mau loe omongin,kalo nggak gue ke kelas duluan bye " pamitku padanya.
Tapi saat aku beranjak pergi dia berkata,
" Kenapa selalu kayak gini, gue dah bilang kan kalo nggak ada hubungannya lagi sama dia. Kenapa selalu bertengkar karena masalah yang sama. Apa loe nggak capek dengan keadaan ini " ujar Vino sedikit emosi.
" Masalah ini sebenarnya tak akan sampai membuat kita ribut kalo loe nggak meladeni mantan loe itu. Maybe loe masih punya hati dengan dia,baiknya kita break dulu dan loe pahami hati loe buat siapa " ujarku tenang.
" Apa maksud loe dengan Break,nggak ada. Gue nggak mau break,loe jangan kayak anak kecil dong Mith. Gue nggak suka " ujar Vino emosi.
"Terserah, but itu yang terbaik saat ini. Jadi gue duluan ke kelas " ujarku mengabaikan panggilan Vino.
Sorry,aku nggak mau pada akhirnya kamu malah menjadikan aku pelarian. Aku nggak mau kamu masih terperangkap dengan masa lalu. Meskipun ini berat buat aku Vin,
Flashback off
Dan sekarang aku sendiri, tak ada Vino disampingku. Meskipun teman temanku ada disampingku tapi semuanya tak sama.
Ini baru hari pertama sejak aku memutuskan untuk break dengan Vino. Rasanya sepi,tapi aku harus kuat.
__ADS_1
Sesaat aku melihat Vino dan sahabatnya bersama Alletha, mereka tampak beriringan bersama. Ck, ini yang namanya sudah move on dari masa lalu. menggelikan.
Saat Vino menghampiri mejaku bersama Alletha dan lainnya, aku memutuskan untuk pergi ke kelas lebih dulu. Terserahlah apa yang mereka pikirkan. Yang jelas, aku mau sendiri.
" Sorry, gue duluan ke kelas. Gue lupa bikin tugas dari Buk Ajeng. Jadi gue duluan guys " ujarku sambil beranjak pergi ke arah pintu keluar kantin.
Sorry, gue nggak sekuat itu buat liat lor sama yang lain Vin. Jadi gue pergi,
Sesampainya di kelas, aku memang membuat tugas tapi bukan dari buk Ajeng tapi aku sedang mengecek laporan butik yang dikirim sama orang kepercayaan di sana.
Setelah dipikir pikir,ada baiknya aku melanjutkan kuliah di Seoul. Mengingat hubungannya dan Vino sedang memburuk. Aku rasa aku meneruskan sekolah di sana saja. Apalagi Oma Grandma meminta aku menemaninya di sana.
Aku pikir ini hanya cinta remaja, kami masih punya waktu untuk mencari dan mencoba bersama yang lainnya. sampai kami kembali bersama saat kami berdua dewasa.
Saat ini aku pikir Vino sedang dilema karena dia belum bisa membedakan perasaan yang diadakannya dengan sang mantan.
Pelajaran hari ini berakhir sejak 1 jam yang
lalu tapi aku masih terpaku ditempatku,bahkan Bianka sudah pergi dari tadi karena Darren mau mengajaknya ngedate.
Aku hanya mendesah pelan, kenapa kisahku tak semulus kisah sahabatku. Menyedihkan,
Tapi jika aku pergi apa Vino akan kehilangan aku secara sekarang kan Alletha sebagai cinta masa lalunya telah kembali.
Entahlah,rumit dan banyak risiko. Aku tak mau dibenci oleh Vino,saat aku sedang banyak pikiran. Tiba tiba ada yang menghadangku,membuatku terkejut.
Ck, Allendra
" Ngapain sih nih orang, nyebelin banget. Ganggu aja " dumelku dalam hati.
" Apa sih, ganggu aja. Gue mau balik, kalo lor cuma ganggu gue mending pergi sana. Gue lagi bete " ujarku ketus.
" Santai aja sih bab, gue dengar lor dah putus sama Vino. Wah kebetulan nih gue lagi jomblo sekarang, mau jadi pacar gue lagi bab " ujar Allenrda percaya diri.
" What loe " belum selesai aku berbicara
aku langsung terkejut karena bunyi ,Bug yang disayangkan seseorang ke arah Allendra.
__ADS_1
Vino, entah kenapa ada dia di sekolah. Aku pikir dia sudah pulang dengan Alletha.
" Bangsa, lor apaan sih Bin. Main tonjol
aja " umpat Allendra kesal.
"Diam loe, ngapain loe nngegamggu cewek gue " ujar Vino ketus
" Cewek loe, bukannya putus " tanya Allendra ketus
" Siapa bilang, ada gue ngomong kayak gitu sama loe dan lainnya. Nggak kan, jadi diam aja ruh bacot kalo nggak mau gue bikin ompong rtuh gigi " ujar Vino datar
Mendengar ucapan Vino termenung.
Bolehkah aku berharap kalo Vino memang sengaja menungguku untuk pulang bersama tapi bagaiman caraku harus menghadapinya. Mengingat aku memutuskan untuk break dulu darinya.
Membuatku dilema saja.
"Ayo pulang sekarang,bareng sama aku " anak Vino sambil menarikku pergi ke lapangan parkir.
"Tapi Vino, kita dah sepakat kan kalo kita break dulu. Terus ngapain kamu sekarang bajak aku pulang bareng, mending kamu sama Alletha sana " ujarku ketus.
Pletak
Vino mengutak kepalaku, membuatku mengaduh kesakitan. Sialan banget sih lor Vin,
" Aduduh, apaan sih Bin sakit tau main kotak aja " omelku sambil meringis.
" LagiN otak kamu limit banget buat mikir,orang mah gimana caranya buat nyingkirin cewek ya h mengganggu pacarnya ini malah minta break. Gunanya sih bab,itu otak pak buat minor bapa jangan disuruh tidur mulu " omel Vino gemas.
" Ih Vino apaan sih, enak aja bilang otak aku nggak bisa mikir. Kebangetan kamu tau nggak " ujarku ngambek.
" Sih ngambek kan, makanya jadi acar itu yang benar. Kalo pacarnya minta putus mewek lagi " ujar Vino kesel.
"Kamu mau minta putus Vin,serius kamu " ujarku ketus.
"Ya ya nggak bab, misal bab perumpamaan,pengandaian lho aku minta putus gitu " ujar Vino panik.
__ADS_1
" Ngapain nangis kalo kamu minta putus ya aku cari yang lain " selorohku jahil
He he he rasain