CINTA REMAJA

CINTA REMAJA
CINTA REMAJA


__ADS_3

Malam ini banyak cerita yang aku dapat. Setiap orang beda cerita,setelah mendengarkan cerita Nina. Aku pikir tak masalah dengan mentalnya dan tak mengalami trauma tapi ternyata dia mengalami trauma yang membuat kami merasakan takut yang diakibatkan kegagalan rumah tangga orang tuanya.


Tak mudah ternyata jadi anak broken home.


Setidaknya Nina punya kami yang akan selalu ada untuknya.


" Vin,menurut kamu apa Bryan itu cowok yang setia. Maksudku apa dia nggak akan jadi brengsek kayak papanya Nina " tanyaku tampa sadar pada Vino.


 Mendengar ucapanku Vino menatapku heran,lalu berkata


" Kenapa kamu mikirin hal itu bab,emang kenapa sih. Cerita sama aku baru aku bisa kasih jawaban,pertanyaan kamu tuh ambigu tsu nggak " ujar Vino heran.


Mendengar ucapan Vino,mau tak mau aku cerita sama dia tentang Nina dan Bryan.


Mendengar jawaban Vino,aku jadi tak percaya tapi kalo dipikir pikir sih bisa jadi karena Bryan itu anaknya selalu memasang wajah jutek kalo sama orang baru selain kami anak DEVILE ANGEL.


" Vin,menurut kamu apa kita bawa aja Nina ke psikiater. Kita temenin biar dia sembuh dari traumanya " tanyaku pada Vino.


" Bagus juga menurut aku,kita bisa temenin dia dan kasih semangat " ujar Vino.


" Iya Vin,ok aku akan ajak dia ke psikiater. Semoga saja dia mau. Karena ini demi kebaikannya " ujarku semangat.


Sesampainya di rumah,aku langsung besrsih bersih bersama Vino yang resek karena menyelonong masuk ke kamar mandi.


Hadeh,alamat nggak tidur cepat ini mah. Nasib jadi istri diusia muda.


Benar saja,yang aku tebak. Setelah mandi terpaksa mandi lagi.


" Iss,Vino ih. Mandi lagi kan jadinya " omelku kesal.


" Udah sih bab,tinggal mandi. Ada air hangat ini,dah sini buruan bareng aja " ujar Vino santai seperti dipantai.


Ih dasar suami nyebelin tapi sayang


Setelah mandi untuk kedua kalinya aku pun langsung tidur begitu juga dengan Vino.


Pagi menyapa,membuatku terbangun dari tudur lelapku. Kulihat Vino sudah bangun dan di kamar mandi. Aku pun mendudukkan tubuhku dengan malas dan menyandar di kepala tempat tidur.


Cklek

__ADS_1


Tak lama aku lihat Vino keluar dengan memakai handuk dipinggang. Pemandangan indah yang selalu aku lihat setiap pagi hari,dan sudah halal heheheh.


" Dah bangun bab,buru gih mandi. Oh ya hari ini aku ada tanding di sekolah kamu loe,jadi kita berangkat bareng " ujar Vino sambil mendekatiku dan duduk di sampingku sambil mengusap kepalanya.


" Hah,kok aku nggak tau sih kalo kamu mau tanding di sekolahku. Ya udah deh semangat kalo gitu "ujarku sambil bergegas ke kamar mandi dalam keadaan p**os.


Setelah bersiap kami pun sarapan bersama. Setelah itu kami pun berangkat ke sekolahku. Sesampainya di sekolah aku pun bertemu dengan sahabatku.


" Pagi bab " sama Bianka dan lainnya kompak.


" Pagi juga. Ais jadi gue doang yang nggak tau kalo sekolah kita tanding " ujarku sebel.


" Lah kok aneh sih,mang anak anak nggak ngasih tau loe " tanya Nina heran.


" Enggak,gue lebih sering di rooftoop kalo istirahat sama jamkos. Jadi nggak update deh. Lagian males nanya nanya " sahutku malas.


" Hadeh,kebiasaan loe Mith. Makin parah tau nggak " ujar Bianka sebel.


" Dih ngapain gue nanya nanya kalo pada akhirnya tau juga tapi sebel juga sih kalo tau paling akhir " ujarku kesel.


Sialan,gue jadi bego gini sih kalo nggak ada Nina dan lainnya. Biasanya walaupun malas denger ocehan mereka setidaknya aku update dengan info di sekolah sampe anak yang lagi hamidun aja mereka tau. Dasar biang gosip. Ck,jadi nyesel pindah sekolah tapi tanggung kalo pindah lagi. Dah kayak apaan aja pindah pindah.


Kami pun pergi ke lapangan,di perjalanan aku melihat Arkana dan lainnya yang sedang menuju lapangan juga.


Mendengar aku memanggil mereka,mereka pun menghampiriku dengan wajah bingung.


" Ada apa sih bos,manggil kita .Ada masalah apa sih " tanya Arkana penasaran.


" Kalian kenapa nggak ngasih tau gue sih kalo kita mau tanding sama sekolah Pratama. Jadinya gue kayak orang bego karena nggak tau sendiri. Resek loe pada " omelku pada semuanya membuat mereka cengo karena omelanku yang menurut mereka nggak biasanya.


" Bos,loe beneran bos Mitha kan ya. Bukan orang lain kan,aneh tau nggak biasanya ngomong pelit banget sekarang malah merepet kayak mak mak komplek lagi ngerumpi tau nggak " ujar Ardi heran.


Pletakkk


Aku langsung menjitak Arkana,membuatnya langsung mengaduh. Rasakan abis resek sih hehhe.


" Aduduuh,sakit bos. Main jitak aja " keluh Arkana.


" Lagian resek sih. Dah lah yuk ke lapangan,loe pada ke kantin beliin jajanan buat kita makan makan selagi Vino dan lainnya tanding " ujarku sambil ngasih uang lembaran merah sebanyak 3 lembar.

__ADS_1


" Siip,ok bos nih beli apa aja yah " tanya Arkana memastikan.


" Iya sekalian beliin gue mocacino dingin


ya " ujarku.


" Kan gue es teh dong " ujar Bianka sambil memberikan 2 lembar uang lagi lalu menyambung


" Nih buat rame rame,jangan sampe ada yang nggak kebagian " ujar Bianka lagi.


" Sekalian buat gue dan lainnya,gue mau makan sandwich sama jus jeruk. Yang lain tanyain aja " ujar Vino menambahi.


Setelah itu kami pun berkumpul dilapangan, aku menjadi pusat perhatian karena berada diantara anak Pratama bukannya berada dibarisan anak sekolahku sendiri.


Whatever say


Tak lama kemudian Arkana dan lainnya datang dengan banyak makanan di tangan mereka.


" Wedeh,Kan pesenan gue mana nih " tanyaku padanya.


" Nih bos sekalian punya bos Vino " ujar Arkana.


" Oh ya bos,soal pembukan cafe gimana bos. Di cafe utama ada problen nih,kita butuh anggota baru tapi nggak berani buat rekrut sebelum ngasih tau loe bos " ujar Arkana.


" Ya udah sih rekrut anggota kita aja,tanyain sama mereka yang mau kerja di cafe tapi gue nggak suka ya kalo punya pekerja main main alias nggak serius " ujarku tegas.


" Ok siip bos,ntar gue tanyain sama yang lainnya " ujar Arkana semangat.


" Gue mau dong bos kerja di cafe,soalnya lagi butuh biaya nih. Bonyok kayaknya mau pisah jadi gue mau antisipasi aja kalo ntar kesulitan dapet uang jajan dari bokap " celetuk Arga.


" Serius loe Ga,kok bisa. Perasaan mereka romantis banget kalo gue ketemu di cafe beberapa bulan yang lalu " ujar Olivia heran.


" Yah,gitulah bos bokap punya selingkuhan dan baru ketahuan beberapa hari ini. Kayaknya mereka bakalan perang deh buat mempertahankan aset yang selama ini kita punya. Nggak tau siapa yang bakalan menang tapi gue yakinnya sih nyokap soalnya semua yang dipunya bokap itu berasal dari nyokap semua. Tau deh bos,pusing gue mending gue kerja daripada dirumah liat mereka berantem,bisa kena mental gue " ujar Arg sendu.


" Sabar Ga,gue yakin kebaikab pasti menang dan tante Luna itu baik. Pasti dia memenangkan semuanya dan mempertahankan hak loe sebagai anak satu satunya tapi seharuanya loe di rumah bro,buat pelindung nyokap loe. Jangan sampe bokap gelap mata dan melakukan kekerasan sama nyokap. Kalo bukan loe yang melindungi nyokap siapa lagi man " ujar Vino bijak.


" Bener juga kata loe bos tapi gue tetap kerja ya bos " ujar Arga memastikan.


" Iya,kapan aja loe mau loe bisa kok kerja di Bintang tapi utamain dulu jagain nyokap. Jangan sampe loe nanti nyesel Ga " ujarku padanya.

__ADS_1


" Siip boss,thanks " ujar Arga.


Lagi lagi tentang perpisahan keluarga


__ADS_2