
Aku pikir semuanya benar benar usai dan tak ada lagi yang mengganggu ternyata belum. Seperti saat ini,aku dan Vino sedang duduk di tepi pantai dan menikmati es kelapa muda dan somai kas Bandung. Tiba tiba ada yang mengganggu kami, Saar aku lihat ternyata Alletha. Aku hanya menatapnya datar,ada apalagi dengan gadis ini. Menyebalkan,
Aku hanya diam,melihat kedatangan Alletha. Apa gadis ini tak punya hati,kenapa dia muncul padahal dia tau aku dan Vino sedang menghabiskan waktu berdua setelah mengalami konflik karena kehadirannya.
Aku tak habis pikir,bisa bisanya dia dengan tampang tak bersalahnya bergabung bersamaku dan Vino. Apalagi dia terlihat sedang berusaha mengambil perhatian Vino.
" Apa loe nggak ada kegiatan,selain gangguin gue sama Vino. Loe sadar nggak sih kalo loe itu bikin gue dan Vino berantem " ujarku ketus.
" Apa sih loe, santai aja kali. Gue cuma pengen berteman aja sama Vino dan lainnya,napa loe sewot " jawab gadis itu tampa merasa bersalah.
"Anjir,sialan nih cewek. Wah, ngajak gelut nih cewek " dumelku dalam hati.
" Terserah, dah males gue disini karena kehadiran tamu nggak diundang kayak loe " ujarlu malas dan membereskan barang bawaanku hendak pergi ke tempat lain.
Vino menahan tanganku saat aku beranjak pergi.
" Mau kemana yang,gue ikut " ujar Vino dan nmengabaikan Alletha.
"Ngapain kamu ikut aku, noh ada yang mau silaturahmi dan maybe mengenang masa lalu " ujarku ketus.
" Dah deh, jangan ngaco kamu. Aku nggak mungkinlah sama Alletha sementara kamu pergi,jangan aneh deh. Kamu tuh Kalo marah suka ngaco,ya udah mau kemana sekarang " ujar Vino padaku tampa menghiraukan Allegra.
" Dasar, nggak nyadar apa kalo dia pengganggu.
Akhirnya kami pun pergi meninggalkan Alletha dan bergabung dengan yang lainnya. Terlihat sahabatku sedang asik do tepi pantai.
Hari sudah mulai senja, kami pun memutuskan kembali. Hari ini rencananya nanti malam mau ke alun alun,berburu makanan dan lainnya. Setidaknya mengobati kekesalanku karena bertemu Alletha tadi.
__ADS_1
" Guys, jadi nggak ke alun alunnya. Brian kalo jadi, nggak sabar nih " tanyaku pada bestyku.
" Jadilah, Hari ini gue libur diet dulu. Biarinlah,mau puas puasin nyicip kuliner khas sini daripada gue jadi penonton doang. Ogah " sahut Bianka semangat.
" Hahaha,lagian tuh body dah kayak lidi sangking rutinnya diet ege " ledekku dan lainnya.
"Isa, kalian ini nyebelin banget sih anjir " omel Bianka kesel.
" Dah,yuk berangkat " anakku ada semuanya.
Kami pun akhirnya pergi,ternyata sangat ramai dan banyak makanan yang memggugah selera.
Saat sedang menikmati makanan yang kami pilih, Nina menyeletuk
" Kayaknya besok sebelum balik,gue mau kasino dulu deh guys. Soalnya lagi makan enak gini,keinget nyokap " ujar Nina.
" Eh, iya juga sih kata Nina. Ya usah, kalo gitu kita belum buat orang rumah. Soalnya enak dan kita besok pagi berburu oleh oleh ya " sahut Bianka sambil menatap kami semua.
Tak ada bahagia yang sempurna, begitu juga bahagia yang aku rasakan saat ini. Karena kehadiran Alletha membuatku tak mau terlalu keras pada Vino. Yang ada nanti Vino ilfiel sama aku dan memutuskan pergi sama Alletha. No, aku akan mempertahankan kisahku dan Vino sampai kapanpun. Tapi jika sudah lelah, maka aku akan melepaskannya dan kembali menjadi sahabat Vino.
Malam ini bintang dilangit sangat banyak. Mewakili rasaku yang sedang bahagia meskipun ada rasa cemas juga sih karena entah kenapa Alletha selalu muncul merusak momentku dan Vino.
Tak apalah, anggap saja ini adalah ujian buat Vino,seberapa besar rasanya ke aku dan seberapa jauh dia melupakan masa lalunya. Aku harap dia memang setia dengan hubungan ini.
Karena sudah lelah dan mengantuk, akupun memutuskan untuk segera tidur.
Selamat malam dunia, semoga besok jauh lebih baik dari hari ini.
__ADS_1
Aku pun merebahkan tubuhku dengan nyaman di ranjangku.
Pagi yang cerah, aku dan lainnya sudah bangun dan bersiap pergi keliling kota Bandung. Tak lama kami pun keluar dari Villa.
Saat keluar lagi lagi ada pengganggu, Alletha. Apa gadis ini tak punya kerajaan lain selain ngintilin aku dan bestyku. Padahal dulu dia pergi dengan tampa rasa bersalah meninggalkan Vino terpuruk dan hancur. Sekarang lihatlah,sepertinya dia berambisi menyingkirkanku. Dasar aneh, pergi tampa pamit dan datang tampa diundang. Adakah yang lebih menggelikan dari gadis ini.
Aku tak mau banyak bicara,langsung masuk ke mobil dan menunggu sahabatku yang berbasa basi dengan gadis itu.
Tak lama mereka masuk kedalam mobil. Aku hanya diam tak bersuara. Malas sekali bertanya tentang gadis itu.
" Mith,loe enggak apa apakan. Diri aja dari tadi, jangan bilang marah sama kita karena ngobrol dengan gadis modelan kayak Alletha " tanya Olivia.
" Lah untungnya apa, gue marah sama lor semua. kesenangan pasti tuh orang karena kita berantem, malas banget gue ngebiarin dia menang sementara kita berantakan. Sore ya, gue nggak sechildhis itu " sahutku malas.
" Iya sih, good kalo lor nggak marah sama kita " jawab Olivia lega.
Mendengar ucapan Olivia akupun berkata,
" Ya ada marahnya juga sih, secara dia muncul tampa merasa bersalah padahal dah bikin Vino kayak orang stres waktu itu kalo kalian nggak lupa dan muncul bersikap seolah olah semuanya baik aja. Bikin gue mau acak acak ruh muka sok cantiknya " sahutku kesal.
" Nah kalo yang itu gue setuju sama omongan loe Mith dan kalo lor ampe meladeni dia Vin. Asli, loe stupid banget
njir. Ini terlepas dari status loe dan Mitha yang pasangan ya,ini logika aja brother. Dia dah bikin lor kayak orang nggak waras karena keperluannya tampa pamit dan kalo lore masih ada rasa sama dia. Asli loh orang paling stupid sedunia " ujar Olivia kesel.
" Sialan loe Liv, ngatain gue stupid. Kasar banget omongan cewek loe Vin,tapi ya beber juga sih. Tapi gue janji nggak akan ninggalin teman loe Liv, demi masa lalu gue yang nggak pernah gue ingat lagi. Lagian gue sama Mitha kan bentar lagi tunangan elah. Masa karena masalah kayak gini gue kehilangan calon masa depan gue sih" ujar Vino sambil melirikku yang duduk disambungnya.
" Sekarang calon masa depan, besok belum tau status kita apa. Para mantan kayaknya,jadi sedikit mengerikan tau nggak adahal mereka yang menyia nyiakan ketulusan kita " dahulu malas.
__ADS_1
" Para mantan, entah dulu maksudnya Alleandra. Ngapain dia,dia nggak bajak kamu balikkan lagi kan sama dia. Kok diam aja sih, ngomong dong bab " tanya Vino kesal.
Ck, kesal kan mendengar mantan ngedeketin pasangannya. Apalagi aku Vino,