
Aku benar benar kesal dengan Vino,entah maunya apa. Disuruh pulang nggak mau,apa sih yang dia pikirkan.
Dasar aneh,
Aku hanya bisa mengomel dalam hati karena kalo mengomel beneran membuatku lelah. Apalagi mataku sudsh mengantuk,dasar cowok nggak peka.
"Nggak usah ngumpatin laki,dosa " celetuk Vino nyebelin.
" Dih,siapa anda. Dosa itu kalo kita dah suami istri,lah saya dan situ kan belum menikah. Pacaran aja nggak,dasar aneh " ujarku ketus.
" Itu kan menurut kamu,kalo aku sih kita masih pacaran. Denger ya bab,nggak semua yang dilihat mata itu kebenaran. Sama seperti masalah aku dan Alletha,dia minta tolong ke aku buat jadi pacarnya
Flashback on
Hari itu sebelum aku berangkat ke Bandung,Alletha menelponku. Dia minta aku jadi tameng supaya pacarnya yang temperamen dan posesif meninggalkannya.
Waktu itu aku ada notice dari no nggak aku kenal. Awalnya malas meladeni tapi membaca ada nama Alletha,aku mau nggak mau ya membalas noticenya.
" ??? : Hai Vin, how are you dear. Gue Alletha,masih ingat kan sama gue. Sorry banget,gue ganggu loe. Gue sekarang lagi di Indonesia "
Setelah membaca dan tau siapa pengirim notice itu aku pun membalasnya dan menyimpan kontaknya.
" Me : Hai juga,i'm fine and you. Oh nggak ganggu kok,ada apa "
" Alletha : Iya Vin,bantu gue buat jadi pacar pura pura gue buat menghindari pacar gue yang posesif banget dan temperamental. Gue takut banget kalo terus sama dia "
Tak lama masuk notice balasan dari Alletha
Setelah membacanya. Aku jadi bingung sendiri dengan permintaan konyolnya tapi juga kasihan sih.
" Me : Sorry,gue nggak ngerti. Maksud loe dengan jadi pacar pura pura apa,gue dah punya pacar "
__ADS_1
Aku pun membalas noticenya dan tak lama ada balasan
" Alletha : gue tau loe dah punya pacar tapi please helps me "
Setelah menbaca notice dari Alletha aku tak membalas lagi karena tak tau mau membalas apa.
Flashback off
Vino menatapku dengan sebentar dan berkata
" Tadinya aku nggak mau tapi Alletha minta tolong sambil nangis jadi aku nggak tega. Tadinya aku nggak mau kamu salah paham dengan kedekatan kami tapi masalahnya pacarnya selalu mata matain dia. Jadilah aku kesannya cuek ke kamu padahal aku was was banget,tapi saat aku mau ngejelasin kamunya malah dah nggak mau dengerin penjelasan aku " ujar Vino sambil menatapku.
Aku hanya diam saja,entah aku harus harus merasa lega,aneh atau berpikir Vino itu bego sampe mau mau aja mengikuti permintaan Alletha. Malas berpikir aku akhirnya berkata
" Aku mau tidur,kalo dah reda hujannya mending kamu pulang " ujarku sambil melangkah ke kamar.
Ada ada aja si Vino. Bisa bisanya jadi pacar pura pura cewek lain dan diam aja liat pacar aslinya nangis karena kecewa.
Nyari penyakit aja tuh anak,semoga aja dad nggak ngirim mata mata dan menggerebek kami sedang di rumah ini berdua dan mereka akan mengambil tindakan menikahkan kami karena insiden serumah ini.
Entahlah,firasatku nggak enak dari semalam. How are today,
Pagi ini aku tidur dengan tak semangat karena semalam tak bisa tidur. Aku memutuskan mandi supaya lebih segar,lalu setelah selesai bersiap aku pun turun ke bawah dan saat aku sedang menuruni anak tangga.
Binggo,
Aku melihat para orang tua sedang duduk di ruang santai rumahku lengkap dengan kopi dan teh serta camilan untuk sarapan.
Aku lihat dad dengan senyum yang jika dimata perempuan lain termasuk mom itu menawan tapi bagiku sangat mengerikan.
Aataga,apa yang sedang direncanakan pria tua ini. Upsss,untungnya aku hanya mengatakannya dalam hati. Jika dad dengar alamat aku langsung misqien hahahha.
__ADS_1
" Enggak usah ngumpat daddy kalo kamu nggak mau misqien dan masih ingin jadi pewaris daddy " ujar dad nyebelin.
" Iss, siapa juga lagi ngumpat dad. Nggak ada kerjaan lain aja " ujarku ketus.
" Alah,ngeles aja kamu dan ada apa ini. Kenapa kalian bisa ada dirumah ini berdua,siapa yang mau menjelaskan " ujar dad sambil menatapku dan Vino bergantian.
" Apa sih dad,semalam itu aku keluar. Biasalah ke sirkuit,pas aku pulang ternyata Vino ngintilin aku sampe rumah. Tadinya dah aku kunciin diluar Vinonya,masalahnya alam enggak care sama aku jadi turunlah hujan. Ya udah karena,karena atas dasar prikemanusiaan aku suruh dia masuk dan ganti baju pake baju dad. Aku dah pesen kalo dia harus pulang kalo hujannya dah berhenti. Mana aku tau kalo dia belum pulang,kan aku di atas. Ya kali kita tidur bareng " ujarku malas.
" Ya tidur bareng juga nggak apa apa kok tapi ijab qabul dulu " celetuk papinya Vino jahil.
" Dih,males kalo Vino masih ngurusin mantan " celetukku kesal.
" Eh itu artinya,kalo Vino nggak ngurusin mantan lagi kamu siap untuk dinikahi Vino sayang " sahut mami Vino tak kalah jahil.
" Iya bener apa kata mami,kamu siap nikah sama aku kalo aku nggakngurusin Alletha lagi bab " ujar Vino penuh harap.
Mendengar ucapan semuanya,aku benar benar kesal. Anjir,kok gue jadi terpojok gini sih. Kan yang salah si Vino,napa jadi gue yang ditekan sih. Bener bener deh,mom dsn dad juga. Anaknya siapa sih kok malah lebih ngedukung Vino.
Aku hanya diam saja,malas meladeni pastinya akan melebar kemana mana. Apalagi mereka terus mendesak untuk aku mau menikah dengan Vino.
Melihatku hanya diam mereka tak juga mau diam,dad berkata
" Ok kalo kamu nggak mau diam maka dad memutuskan kamu tinggal di tempat nenek dan om Rasya,kamu sekolah di sana dan fasilitas semuanya dad cabut " ujar dad yang membuatku sangat syok.
" Noooooo,aku nggak mau tinggal disana dengan nenek sihir itu. Lagian dia bukan nenek asli aku,hanya nenek tiri. Males banget liat wajah dramanya " ujarku setengah berteriak.
" Pokoknya pilihannya menikah sama Vino atau tinggal dengan mereka " ujar dad tegas.
Hadeh,sebenarnya aku anak dad dan mom apa bukan sih. Kok kayaknya dad itu lebih memihak sama Vino daripada aku anaknya sendiri.
" Dad bukannya menganak tirikan kamu dan menganak kandungkan Vino. Tapi dad hanya tak mau aja rencana dad buat jadiin Vino menantu gagal hanya karena kamu keras kepala dan nggak mau dengerin kebenaran yang di sembunyikan vino. Harusnya kamu kasih Vino kesempatan buat cerita tentang apa yang terjadi antara Alletha dan dia " ujar dad sambil menatapku kesal.
__ADS_1
Lah kok jadi dad yang kesal sih,harusnya kan aku dad