CINTA REMAJA

CINTA REMAJA
CINTA REMAJA


__ADS_3

Pagi ini sangat cerah tapi hatiku masih kelabu karena belum ada kepastian dari Vino tentang rasanya pada masa lalunya.


Tak lama semuanya bangun dan bersiap pergi ke tempat Vino dan timnya bertanding.


Hamper 1 jam kami menempuh perjalanan ke tempat Vino bertanding, yaitu SMA PANCASILA. Setelah memarkirkan mobil, kami pun bergegas ke lapangan karena tak ingin kehilangan moment terbaik Vino.


Semuanya terlihat baik baik saja,saat kami datang. Tak ada yang membuatku resah.


But makin dekat dengan tempat yang digunakan Vino dan timnya istirahat akumelihat Ada soso yang membuatku syok


Alletha


Gadis itu sudah duduk manis do sana,begitu pun Vino.


" Ada apa ini, apa mereka kembali bersama. Apa aku akan kembali kecewa dan dikhianati " bisikku dalam hati.


Aku hanya diam saja selama pertandingan. Terlihat sekali Alletha berusaha menjadi yang terbaik buat Vino dan aku hanya menatap datar interaksi mereka. Semua sahabatku juga mendadak menjadi pendiam.


Karena tak tahan lagi,aku memutuskan pergi tampa semua sahabatku tau. Termasuk Vino,aku tak yakin dia masih perduli mengingat bahkan dia tak menyapaku sejak kedatanganku padahal dia sempat istirahat.


Sesak rasanya mengingat hal itu,apa ini akhirnya. Tak sanggup aku membayangkannya. Aku langkahkan kakiku ke tempat yang bisa menenangkanku. Sengaja aku tidal mengaktifkan poncel ku setelah mengirim notice kepada salah satu sahabatku agar mereka tak panik.


Setelah merasa lebih baik,aku pun memutuskan kembali. Aku pikir tak Ada gunanya lama lama di sini. Kehadiranku seperti tak diharapkan dan aku harus taua diri untuk tak memaksakan tetap disini.


Hampir 2 jam perjalanan aku lalui dalam kesunyian. Akhirnya aku sampai juga di Villa,ternyata sudah ada gadis itu dan Vino.


Aku mengacuhkan cowok itu dan berlalu ke kamarku. Sialan, apa maksudnya coba dia membawa gadis sialan itu ke sini.


Lancang,aku benar benar tak abis pikir dengan Vino. Sudahlah,aku tak perduli dengan apa yang dilakukannya.


Sepertinya, any harus membatalkan pertunanganku dengan Vino. Any tak Nisa dengan orang yang belum usai dengan masa lalunya.

__ADS_1


Took


took


Aku mendengar ketukan di pintu kamarku.


Aku diam saja,karena malas bergerak until membukanya tapi aku mendengar Sara Bianka di luar.


" Mith,loe dah tidur belum. Ada yang mau gue omongin nih sama loe " panggil Bianka.


Mendengar yang memanggil adalah Bianka,aku pun membuka pintu kamarku dan membiarkannya masuk.


Setelah it's kembali menutup pintunya. Aku lihat dia memperhatikan koperku yang masih terbuka.


" Loe mau balik Mith,kok gitu sih. Kan kita rencananya mau fun di sini beberapa hari. Kok loe dah beberes aja sih " tanya Bianka protes.


" Kalo loe dan lainnya masih mau disini ya silahkan but gue mau balik duluan, sorry sista. Gue bikin loe dan yang lainnya kecewa,gue mau nenangin diri dulu " jawabku sendu.


" Males, gue enggak may memperjuangkan seseorang yang velum selesai di masa lalunya. Gue nggak mau,nanti Vino bermain di belakang gue dan itu lebih menyakitkan " ujarku sendu.


" Loe bener Mith, yaudahlah kalo gitu. Gue juga balik,gue kabarin yang lainnya dulu " ujar Bianka sambil berjalan keluar kamar.


Setelah Bianka pergi, aku pergi ke balkon untuk menatap bintang yang entah kenapa malam ini tak begitu terlihat.


Saat sedang asik menatap bintang yang masih terlihat,ada yang membuka pintu kamarku kasar. Aku pun berniat mengomeli pelaku yang membuka pint kamarku dsngan kasar. Aku pun berlata


" Ck, siapa sih kasar banget buka pintu,nggak bisa apa bukanya pelan


pelan " Aku yang tadinya ingin mengomeli orang tersebut tak jadi karena yang menjadi pelakunya adalah Vino.


"Ck, mau ngapain lagi nih orang " dumelku dalam hati.

__ADS_1


" Gue denger,loe mau balik besok. Bisa nggak kalo loe itu bersikap dewasa. Jangan segampang itu main pergi dan mutusin hubungan hanya karena hal sepele. Loe itu harus berpikir dewasa Mith,gue nggak suka loe main ambil kesimpulan sendiri. Hanya karena kehadiran Alletha,loe pergi guru aja tampa bertanya dulu sama gue. Gila ya, childish banget tau nggak sih " ujar Vino kesal.


" Siapa yang childish, enak aja kalo ngomong. Aku itu nggak mau berurusan sama orang yang velum selesai dsngan masa lalunya,takutnya diduain ntar akunya. Daripada ujung ujungnya diduain mending mundur teratur " balasku sewot.


Pletak


Tiba tiba aja Vino menjitak kepalaku,membuatku mengaduh kesakitan.


" Aduuhh, sakit Vin elah. Main jitak aja kamu iss,apaan sih " ujarku ketus.


" Lagian jadi orang begok,makanya perlu dijitak dulu biar bisa mikir jernih. Enggak error kayak sekarang " ujar Vino gemas.


Lalu Vino menarik tanganku di sofa yang ada di balkon kamarku. Setelah kami duduk, lama kami terdiam lalu berkata,


" Aku cuma lagi mengukur seberapa bear pengaruh Alletha buat aku sekarang karena aku juga nggak ada niat buat bikin kamu sakit hati karena aku duain,sorry kemaren kesannya aku cuek sama kamu karena aku hanya nggak may ngasih perhatian palsu aja tapi sekarang aku dah tau kok kalo kamu memang yang jadi prioritise aku. Jadi sekarang jangan marah lagi ya " ujar Vino sambil menatapku dalam.


" Kamu yakin semuanya selesai, gadis it's taking akan ganggu kita kan. Apalagi gadia itu akan sekolah di sekolah kita " ujarku memastikan.


" Yakin kok,sama dengan kamu yang nggak ada rasa lagi sama Andra. Before hug dengan aku dan Alletha. Sejak Dia pergi tampa pamit,semua rasaku ke dia sudah hilang dan tak bersisa " ujjar Vino tegas.


Lega, setidaknya aku masih bisa bersama Vino. Aku harap ini adalah terakhir Kalina kami berkonflik,rasanya menguras emoji dan menakutkan.


Setelah berbincang sebentar, Vino pun pamit ke kamarnya. Aku tak jadi puking ke Jakarta besok dan tetap seperti rencana away kami,menghabiskan liburan di Bandung mumpung lagi do lots kembang ini.


Setidaknya kesalahpahamanku dan Vino tak seperti bayanganku. Kami masih bersama dan aku masih memiliki Vino.


Sebelum aku beranjak ke tempat tidur,aku menghirup udara malam dengan perasaan lega.


Bintang,kamu Dan semester menjadi saksi kalo hari ini,aku masih bersamanya. Semoga kami akan terus bersama sampai akhir,


Selamat malam dunia, semoga besok Ada cerita indah yang mengiringi perjalanan cintaku dan Vino dan semoga tak ada lagi kesalahpahaman antara aku Vino.

__ADS_1


Aku pun masuk ke kamar dan mulai tidur setelah menyetel alarm do poncelku.


__ADS_2