CINTA REMAJA

CINTA REMAJA
CINTA REMAJA


__ADS_3

Malam ini aku dan para sahabatku berkumpul di cafe Gaul. Kami merayakan kemenangan tim Vino serta jadiannya Nina dan Bryan. Kami duduk melingkar do Sat meja,makan sambil merencanakan apa saja yang akan kami lakukan di Bandung besok dengan waktu kami yang terbatas.


Sesekali kami ikut bernyanyi mengikuti band yang sedang bernyanyi.


Aku tersenyum menatap semuanya,moment ini adalah moment yang paling berkesan bagiku. Karena disini diantara mereka semua,aku tak lagi merasakan kesepian. But,entah kenapa aku merasa kalo moment seperti uni akan aku rindukan suatu hari nanti. Entahlah, take ada yang tau hari esok.


Aku merasakan ada yang menatapku dan menggenggam tanganku,membuatku tersadar dari lamunanku.


Vino


Dia menatapku dari tadi,membuatku juga menatapnya setelah bangun dari lamunanku.


" Apa " tanyaku tampa suara.


" Lagi mikirin apa sih, dipanggilin dari tadi nggak denger. Baik aja kan " tanya Vino sambil berbisik.


Saat aku ingin menjawabnya, lantunan lagu yang dinyanyikan oleh anak band yang kebetulan perform hari ini membuatku dan Vino mengalihkan perhatian ke arah mereka. Baguslah, setidaknya aku tak harus menjawab pertanyaan Vino.


Setelahnya tak ada lagi percakapan diantara kami sampai kami pulang kerumah.


Tak Ada kisah yang sempurna,begitu juga dengan kisahku dan Vino. Pada akhirnya masa lalu kami bermunculan.


Seperti hari ini,saat aku dan yang lainnya bersiap akan ke Bandung. Kami yang berjanji berkumpul di rumahku kedatangan seseorang yang punya kisah dengan Vino di SMP. Namanya Alletha Larasati. Dia adalah cinta pertama Vino. Aku tau betapa frustasinya Vino hari itu,saat tak mendapati Alletha di rumahnya setelah mendapatkan kabar kalo gadis itu tak lagi jadi bagian sekolah kami.


Aku adalah orang yang menghibur Vino dan menemaninya saat Dia terpuruk. Sampai pada akhirnya kami mendapat kabar kalo kami akan dijodohkan saat kami lepas SMA.


Saat itu kami jelas menolak karena aku masih bersama Allendra. Karena itu kami memutuskan untuk menjalani kehidupan kami dulu tampa dibebani oleh perjodohan itu.


Tadinya aku pikir jodohku pads akhirnya adalah Alledra tapi ternyata dia hanya sprang bajingan.

__ADS_1


Aku maih ingat saat itu,hari itu Vino bergegas ke rumah Alletha setelah dapat info dari buk Lisa, yang merupakan wali kelas kami.


Flashback on


Hari itu Vino berencana memberikan kejutan untuk Alletha setelah bel istirahat pertama Berbunyi. Karena hari itu adalah Hari ulang tahun Alletha.


Vino sudah mempersiapkan semuanya ditaman belakang,pastinya kami ikut andil dalam acara itu, tapi berita yang disampaikan oleh buk Lisa bahwa Alletha sudah tidak sekolah lagi ditempat kami.


Masih ingat Dalai memoryku. Hari itu, Vino langsung pergi ke rumah Allegra dalam keadaan tak baik baik saja.


Karena tak ingin terjadi apa apa padanya, aku mengikutinya dan mendampingi Vino selama seharian. Aku yang menyaksikan betapa hancurnya Vino karena Alletha.


Flashback off


Dan kembali lagi saat ini,saat aku dan Vino mulai merangkai masa depan sebagai pasangan kekasih lalu gadis uni kembali. Apa aku harus mengalah pada gadis ini jika seandainya Vino kembali mencinta dengan gadis ini.


Sekarang apa Vin,apa kamu juga akan pergi setelah semua yang kita lalui beberapa waktu ini karena gadis yang pernah jadi prioritas kamu telah kembali.


Bagaimana dengan kits Vin,apa kamu akan pergi dan semuanya selesai. Apa hanya sampai disini kebersamaan kita.


Rasanya sesak Vin,menerka nerka seperti ini. Rasanya aku ingin secepatnya Jeremy kamu dan meminta penjelasan kamu tentang masalah ini.


Tak ingin terlihat menyedihkan,aku meninggalkan sahabatku untuk pergi ke minimarket terdekat dengan kompleks perumahanku. Meninggalkan semis sahabatku until berbicara dengan gadis itu.


Setelah mendapatkan apa yang aku inginkan lalu membayarnya di kasir. Aku memutuskan duduk di bangku yang Ada di Minimarket tersebut.


Tak lama Mobil milikku yang do kendarai oleh Bianka berhenti di depanku dan semua sahabatku langsung menghampiriku.


" Mith,loe ok " tanya Nina khawatir.

__ADS_1


" Ck, memangnya hue kenapa. Jangan Karena gadis it's muncul lagi,gue akan hancur. No, dia baru muncul setelah skin lama sedangkan gue selama uni selalu Ada di sisi Vino. Kali ini gue akan bertahan,secara gue dan Vino dah terikat lebih kuat dari sekedar pacaran. Kits tunangan guys. Meskipun belum resmi tapi Vino he is my boy. Nggak akan gue biarin gadis itu ngerecokin hubungan gue dan Vino, nggak akan " ujarku dengan emosi yang memenuhi dadaku.


" Good sista,kita dukung loe. Loe harus bertahan dan nggak bole menyerah begitu saja. Gue nggak rela kalo gadis itu tertawa diatas tangisan loe Mith. Nggak rela gue " ujar Olivia emosi.


" Yaudahlah, kita mending berangkat sekarang ke Bandungnya. Ntar kita kemalaman lagi " ujar Bianka pelan.


" Yaudah yuklah, semangat sista. Kalo loe harus ada di setiap moment terbaik Vino. Jangan kasih kesempatan gadis itu buat punya kesempatan deket lagi dengan


Vino " ujar Olivia menyemangatiku.


Aku lega, setidaknya ada mereka saat aku sedang down seperti ini. Olivia benar,kalo aku harus ada do moment terbaik Vino. Kalo pun pads akhirnya Vino memilihnya, setidaknya aku tak menyesal karena aku meninggalkan kesan terbaikku selama kami bersama.


Kami pun berangkat ke Bandung dengan perasaan lega di hatiku. Cinta tak harus bersama kan, andai loe pergi. guess akan lepas love dengan hati lapang Vin,tapi hue may loe jujur dan nggak main belakang karena gue nggak suka penghianat.


Jadi,akuharap kami bisa jadi cowok gentle dan nggak nyakitin aku sama kayak dia Vin. Setidaknya kita kembali menjadi sahabat lagi ketika kamu memutuskan memilih dia meskipun aku tetap terluka.


Yah, pada akhirnya aku akan kembali terluka tapi sayangnya setelah ini tak lagi Ada kamu yang memelukku Dan menungguku menangis Vin.


Semoga ini hanya ketakutan aku aja Vin,aku harap kamu setia dengan hubungan kita.


Acara ke Bandung yang seharusnya menyenangkan jadi berubah sendu karena kedatangan gadis itu. Apalagi dia akan sekolah di tempat kami.


Apa aku siap menjadi bagian dari 2 orang yang punya masalalu itu. Entahlah, padahal aku baru bertemu dengan Alletha tapi pikiranku sudah melayang kemana mana.


Semoga bertemu dengan Vino besok, visa membuatku tenang dan setidaknya kami bisa menikmati moment liburan dengan nyaman.


Hari hampir malam saat kami Sampan do Bandung. Kami pun langsung menuju Villa keluargaku. Karena kami sang at kelelahan jadi kami pun langsung istirahat setelah bersih bersih.


Semoga apa yang terjadi hari ini tak mempengaruhi hubungan kita Vin, dan aku harap kami sudah selesai dengan nasally kamu.

__ADS_1


__ADS_2