CINTA REMAJA

CINTA REMAJA
Draft


__ADS_3

Hal yang tak bisa dilakukan adalah menebak masa depan,karena seandainya bisa kita tak akan pernah membuat kesalahan kedepannya.


Sama dengan keputusan yang saat ini aku jalani. Entah seperti apa nanti setelah hubunganku dan Vino berubah jadi pasangan halal,akankah dia selalu setia. Hal itu selalu menghantuiku,aku selalu takut akan memutuskan hal yang salah.


Setengah jam lagi aku dan Vino akan ijab qabul. Rasanya seperti mimpi saja aku akan menikah secepat ini.


" Hai bab,anjir loe cantik banget ege " ujar Bianka yang membuatku kesal.


" Kemana aja loe sat,baru nongol loe pada. Bener bener bestai loe pada " omelku kesal


" Dih,mulutnya yang baek bab. Bentar lagi jadi istri orang ,masak ngomongnya masih kayak preman sekolah sih " jawab Nina santai.


" Ya kali gue jadi ustadzah hanya karena mau ganti status. Sekali preman ya lanjut jadi preman ege " sahutku ketus.


" Dih dikasih tau ngeyel loe bab,slowly aja besty. Ntar loe jadi bucin parah sama Vino mampus loe. Ya hukumnya terlalu benci itukan jadi cinta. Begitu juga sebaliknya,jadi santai besty " ujar Olivia sok bijak.


" Dih keluar deh,nasehat cintanya si penasehat cinta yang dianya sendiri nggak bisa menyelesaikan masalah cintanya " ujarku malas.


" Dih sialan loe bertai resek " balas Olivia malas.


Kami pun tertawa bersamaan menertawakan kekonyolan kami. Tak lama,mom memanggilku untuk segera turun karena acaranya dimulai.


Ahh,bentar lagi aku bakalan berubah status. Rasanya berat sih but i'm happy karena akhirnya berbaikan sama Vino walaupun masih ragu dengan pengakuan Vino soal hubungannya dengan Alletha.


Langkah demi langkah rasanya sangat berat sekali,aku seperti merasa dilema. Ragu apakah membiarkan pernikahan terjadi atau malah menggagalkannya.


Pukk


Aku merasa ada yang penepuk bahulu pelan dan aku lihat ternyata Nina.


" Aku tau kok kamu masih ragu dan dilema dengan keputusan dad dan mom tapi kamu harus yakin dan percaya kalo mereka pasti tak mungkin menjerumuskan anak gadisnya " ujar Nina meyakinkanku.


Entah kenapa rasanya sangat lega setelah mendengar nasehat Nina. Seperti ada beban yang sudah terangkat dan rasanya langkahku ringan dan aku merasa keutusan dad benar.

__ADS_1


Tak aku dengar apa yang diucapkan Vino disebelahku. Karena aku melamun tentang bagaimana perjalanan kisahku dan Vino dsri awal ketemu sampai kami mendirikan DEVILE ANGEL.


Aku tersadar saat mendengar suara yang sangat ramai menjawab sah. Aku baru sadar kalo Vino sudah menyelesaikan ijab qabulnya dan dia pun menatapku lembut,lalu aku pun mencium tangannya dan dia mencium keningku.


Rupanya sepanjang acara ijab qabul aku tak mendengarkannya. Aku jadi menjadi merasa bersalah pada semuanya.


Untung saja aku tak bicara yang aneh aneh saat melamun. Setelah acara ijab qabul,yang lainnya mulai melanjutkan ke acara selanjutnya yaitu mencicipi makanan yang sudah tersedia sedangkan aku duduk di pelaminan bersama Vino.


Selama di pelaminan aku hanya diam saja. Tak ada kata yang aku ucapkan pada Vino. Entahlah,rasanya masih aneh saja. Kemaren kami bertengkar dan saling diam dan sekarang sudah berganti status sebagai pasangan suami istri. Benar benar perubahan yang drastis.


Saat sedang asik dengan pikiranku sendiri,aku merasakan ada tangan yang menggenggam tanganku erat. Membuatku terbangun dari lamunanku.


" Kenapa diam aja bab,masih marah sama aku hmm. Please bab,kasih aku kesempatan sekali lagi buat kembali membangun kisah sama kamu. Aku janji,aku nggak akan pernah kecewain kamu lagi bab" ujar Vino meyakinkanku.


" Aku nggak butih kata kata dan janji yang aku butuhkan adalah bukti jadi buktikan kalo kamu memang yakin dan serius dengan pernikahan ini. Bukan paksaan karena keputusan orang tua karena terus terang saja aku masih belum yakin tentang hubungan kita " ujarku pelan.


Mendengar ucapanku Vino hanya menatapku sendu. Dia terlihat merasa bersalah karena susah membuatku jadi parno karena tindakannya yang tak mengajakku kompromi.


Sebenarnya aku tak ingin bersikap seperti ini tapi aku hnya ingin melihat kesungguhan Vino padaku.


Hpir tengah malam,baru acaranya selesai. Aku pun sudah di kamar bersama Vino. Vino pun sudah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena gerah seharian memakai jas.


Sedangkan aku merebahkan diri langsung ke kasur kesayanganku sangking lelahnya. Yah sekarang aku berada di kamarku yang aku tempati sejak aku kecil. Dad mengadakan acara di rumah utama.


Saat aku hampir terlelap,Vino membangunkanku dan memintaku membersihkan diri dan wajahku terlebih dahulu sebelum tidur.


" Bab,bangun dulu bentar. Mandi dan ganti baju biar tidurnya nyaman " ujar Vino lembut.


Aku pun kembali terbangun dan menuruti apa yang dikatakan oleh Vino.


" Vin,ngantuk dan capek banget rasanya. Bamntuin ganti sama mandi kalo gitu " ujarku masih dengan mata terpejam.


" Iya,ayuklah ke kamar mandi. Kamu dah makan,kalo belum makan dululah " ujar Vino sambil menggendongku ke kamar mandi.

__ADS_1


Aku sedilit terkejut dengan tindakan Vino tapi aku hanya diam saja karena tal punya tenaga buat memaki Vino.


Sesampainya di kamar mandi Vino mbantulu untuk membuka bajuku yang terlalu banyak kancing serta ribet.


" Vin,apa kamu mau kita menunda untuk melakukan malam pertama atau melakukannya sekarang " tanyaku saat Vino sedang membantuku mandi.


" No,aku nggak mau nunda bab. Yang benar aja kamu,sekarang aja aku lagi te**ng " sahut Vino sewot.


Mendengar ucapan Vino,entah kenapa aku jadi tak kesal lagi. Entahlah,sepertinya sudah lama Vino menjahiliku dan menggodaku,bahkan terkadang dia mencuri curi kesempatan.


" Tapi kan aku masih kesel sama kamu Vin,masa iya kita first night. Enggak


lucu ya " aku menggoda Vino.


Pletak


Vino langsung menjitak keningku pelan,meski pun pelan tetap saja sakit. Is dasar,baru selesai ijab udsh kdrt.


" Kalo nggak mau jangan mancing dodol,nggak ada ya aku sabun. No " ujar Vino yang mebuatku terlikik geli.


Rasanya sulit untuk marah terlalu lama sama dia hahaha. Ya malam ini kami resmi jadi suami istri dan pada akhirnya aku membiarkan Vino mendapatkan haknya sebagai suami.


Meskipun aku masih kesal tapi sedikit banyak aku sudah memaafkan Vino.


Pagi ini kami bangun terlambat sehingga menjadi bulan bulanan para sahabat laknatku. Dasar,awas aja kalo pada married. Aku balas,


Setelah aku sarapan,aku bergabung dengan semua temanku. Mereka akan menginap di rumah baruku,karena akan mengadakan party kecil kecilan ala ala anak muda. Apalagi kalo bukan barbeque.


Saat sedang bercanda,tiba tiba Olivia menyeletuk.


" Loe berdua pake pengaman atau mau segera punya baby " celetuk Olivia yanag membuatku terdiam.


Benar juga,semalam kami tidak pakai pengaman apapun. Tapi yaudahlah,dah terlanjur. Kayaknya abis ini aku beli pil aja deh atau minta Vino pake ******.

__ADS_1


" Entahlah Liv,loe bener sih tapi kayaknya abis ini gue konsul ke dokter aja. Gimana baiknya. Ya kalo jadi ya baguslah tapi gue home scholing kalo dah hamil besat tapi mudah mudahan sih sampe kita kelulusan gue masih bisa sekolah. Oh ya Liv,loe berdua kapan nyusul. Kelamaan tau nggak " ujarku jahil.


" Dih resek loe Mith " jawab Olivia sewot dengan wajah memerah karena malu


__ADS_2