CINTA REMAJA

CINTA REMAJA
CINTA REMAJA


__ADS_3

Aku sedang bersama dengan Vino di kamar saat dad menelpon dan memintaku gegas pergi ke cafe Amor untuk menemui orang tua Eliza. Ck,merepotkan saja.


" Vin,anterin ke cafe dong. Mau ketemu dad disana " pintaku pada Vino.


"Kenapa,kamu belum cerita lho soal di cafe tadi. What your problem bab. Ceritalah sama aku,mana tau aku bisa bantu nyari solusinya " ujar Vino padaku.


Mau tak mau aku pun cerita dengan Vino,jadilah aku bercerita panjang kali lebar dengannya. Setelah aku selesai cerita,Vino pun menyeletuk


" Kayaknya kamu jangan gegabah deh bab,mending kamu selesaikan masalah ini dengan anaknya tampa melibatkan orang tuanya. Apalagi bisnisnya,kasihan orang tuanya nggak salah apa apa kok kena imbasnya,dasar anaknya aja yang ke setan perangainya " ujar Vino padaku.


Setelah dipikir pikir,benar juga apa yang dikatakan Vino. Fine,kali ini aku kasih kesempatan kedua kalo dia minta maaf.


Aku pun bersiap siap,begitu juga dengan Vino. Saat akan berangkat,dad mengirim notice dan aku gegas membukanya.


" Dad : Sayang kamu dimana,dad sudah dari tadi nih menunggu kamu "


" Me : Sprry dad,aku lagi mau jalan ke sana. Nungguin Vino dulu,aku minta anterin dia soalnya "


" Dad : Ok,hati hati yach "


Kenapa aku harus terlibat dengan urusan ini,padahal dad bisa saja membatalkannya.


Karena aku pemegang saham juga di perusahaan dad. Yah,grandma dan grandfa memberikan saham atas namaku sebagai hadiah karena aku cucu satu satunya.


Selama perjalanan aku memutuskan diam,agar tak mengganggu konsentrasi Vino yang sedang menyetir.


Sesampainya di cafe,aku pun menanyakan tempat reservasi atas nama dad dan ternyata ruang privasi. Aku dan Vino pun diantar ke sana oleh pelayan cafe.


Sesampainya di sana,aku menatap sinis pada satu orang. Siapa lagi kalo bukan Eliza,masih bernyali dia rupanya karena dia masih terlihat angkuh padahal sebentar lagi miskin. Dasar nyebelin banget sih nih orang, pengen bet menjambak rambutnya sampai botak.


Aku pun menyapa dad dan lainnya,setelah basa basi busuk. Aku pun duduk di samping mom diikuti Vino yang diam saja sejak kami datang.

__ADS_1


 Kami pun makan sebelum membahas pokok permasalahannya. Aku sih nggak terlalu mikirin karena bukan aku yang kena imbasnya jadi whateverlah.


Setelah semuanya selesai dengan makannya dad pun membuka suara,


" Jadi kita masuk ke permasalahan yang memang menjadi tujuan kita untuk membahasnya disini. Jadi gimana sayang,kamu serius menarik saham dari Pt SEJAHTERA. Sayang sekali kalo ditarik sayang,kami sudah lama bekerja sama " ujar dad padaku.


Mendengar kata kata dad,aku juga perpikir kalo penarikan saham ini keterlaluan tapi melihat anaknya membuatku tak bisa berpikir jernih. Bawaannya emosi mulu,dasar nyebelin.


Karena aku diam saja,om Rio nama papanya Eliza pun berkata,


" Benar apa yang dikatakan oleh Tuan Jason,kami sudah menjalin kerjasama sudsh sangat lama dan tiba tiba terjadi penarikan saham ini membuat Perusahaan saya langsung terguncang jadi saya mohon nak Leomitha bermurah hati membatalkan keputusan penarikan saham WILLIAMS GROUP dari Perusahaan saya " ujar om Rio berharap.


Setelah lama terdiam,aku pun membula suara


" Sebenarnya saya hanya ingin memberikan ultimatum pada putri anda agar jangan banyak tingkah karena diatas langit masih ada langin jadi jangan sombong kalo tidak mau hancur. Lawan yang terlihat lemah di depan mata belum tentu benar benar lemah,bisa jadi menjadi adalah orang yang bisa menghancurkanmu. Putri anda terlalu bnyak tingkah membuat saya benar benar muak apalagi sudah 2 kali dia menjambak rambut saya hanya karena masalah cowok yang tidak penting buat saya " ujarku tegas.


Aku lihat om Rio terkejut begitu juga dengan istrinya. Tak lama om Rio menatap ke arah putrinya.


Tak perduli dengan drama mereka,aku pun memutuskan untuk pergi terlebih dulu karena akan ke arena trek.


" Aku kasih kesempatan ke om dan tolong awasi putri om,kalo dia bertingkah lagi maka semuanya selesai " ujarku tegas dan menatap Eliza penuh peringatan.


" Tenang saja nak Leomitha,saya sendiri yang akan memantau anak saya dan akan memberikannya pelajaran padanya jika dia bertingkah " ujar om Rio menegaskan.


" Fine,saya pegang omongan om tapi jika masih bertinglah maka saya bukan orang yang sabar jadi semuanya resiko om yang tanggung " ujarkh datar


" Ok,saya pastikan itu nak Mitha " ujar om Rio yakin.


" Good on,senang berbisnis dengan anda " ujarku sambil berjabat tangan dengan om Rio.


Setelah itu aku pun berpamitan pada dad dan mom serta om Rio sekeluarga. Aku dan Vino langsung pergi ke arena trek karena hari ini Vino akan turun ke lapangan.

__ADS_1


Kami pun sampai di sirkuit saat pertandingan akan di mulai,Vino pun langsung bersiap. Aku dan lainnya bersorak mendukung Vino saat dia telah melajikan motornya dengan kencang.


Hampir 1 jam Vino melajukan motornya dengan kencang diikuti teriakkan semangat dariku dan anak DEVILE ANGEL yang lain. Dan akhirnya Vino datang melewati garis finish untuk pertama kali.


" Selamat bos,loe selalu jadi yng twrbaik,the bestlah ketua kita ya nggak


coy " ujar Arkana memberilan selamat.


" Yoi,bener tuh kata Arkana,tapi bos lainnya juga the best kali " ujar Ardi menimpali.


" Bener bener " koor yang lainnya kompak.


Aku hany adiam saja membiarkan yang lainnya memberikan semangat,setelah itu baru aku yang akan memberikan semangat.


Aku lihat Vino menghampiriku dan diikuti cuitan yang lainnya yang sialan usil.


" Selamat bab,seperti biasa nggak ada yang ngalahin loe " ujarku memberikan semangat serasa memelul Vino.


" Iya bab,thanks ya semangat dari kamu membuatku jadi menang malam ini " ujar Vino senang.


" Woi,masih ada kita kita nih dasar pasangan pengantin baru. Bikin orang iri aja " ujar Bryan sebel.


" Dih iri nilang bos,kan tinggal bawa doi ke penghulu. Susah amat sih loe Bry " ujar Vino jahil.


" Dih bener banget loe Vin,kayaknya abis ini gue mau ngomong deh sama bonyok. Kelamaan kalo nunggu abis kelulusan " ujar Bryan semangat.


" Dih maunya loe Bry,kayaknya boleh juga tuh kalo kita ngehalalin pasangan kita,abis takut kilaf bro. Kalo kayak Vino kan bebas dia mau ngapain aja, ya nggak " ujar Darren semangat.


" Bener tuh,bagus tuh idenya daripada kita terjerumus ke pergaulan **** bebas ya nggak sih " ujar Kevin sambil melirik pasangannya.


" Nggak ya,kita belum siap " koor sahabat cewekku.

__ADS_1


__ADS_2