CINTA REMAJA

CINTA REMAJA
CINTA REMAJA


__ADS_3

Aku benar benar kesal dengan sikap Vino,maunya apa sih. Seenaknya nyuekin aku, pas aku berusaha melupakan dia. Dianya malah bertingkah, dasar nyebelin.


Karena tak ingin merusak moodku yang sebentar lagi akan mulai balapan. Aku pun memutuskan untuk pergi meninggalkan Vino.


Hal yang paling aku benci adalah pengkhianatan dan Vino tau akan hal itu tapi lihatlah. Dia malah melakukannya, bahkan terang terangan. Sialan banget kan.


Nyebelin,itu yang aku lihat dari Vino. Malas bertengkar aku pun bersiap siap di garis start karena pertandingan akan dimulai.


Dah lama banget aku nggak merasakan sensasi menegangkan ini. Akhirnya aku merasakan lagi,anggap aja ini pelanpiasan emosi yang tak tau mau dilampiaskan ke siapa dan dengan cara apa


Bruuum


Brummm


Aku pun mengegas motorku diikuti peserta lainnya. Tak lama akhirnya terdengar aba aba pertandingan dimulai.


Gooo


Aku pun melesat dengan motor kesayanganku dijalankan lintas yang lumayan padat.


Selama pertandingan aku berusaha fokus dan tak mau memikirkan Vino. Tak lama kemudian aku pun mencapai garis dunia terlebih dahulu..


Aku pun dikerubungi oleh anak DEVILE ANGEL yang lain dan mendapatkan ucapan selamat dari mereka.


" Selamat bos, loe yang terbaik " ujar Arkan.


Aku hanya mengangguk saja dan membiarkan mereka mengambil hadiah hasil pertandingan yang aku ikuti untuk disimpan di dalam kas club.


Setelah dirasa sudah sangat lelah, aku pun memutuskan pergi pulang kerumah.


" Woi guys, gue cabut dulu nih. Ngantuk banget gue " pamitlu pada semuanya.


" Yoi bos, hati hati di jalan " sahut semuanya kompak.

__ADS_1


Tanpa menunggu sahutan dari mereka semua. Aku pun memacu motorku ke arah pulang.


Aku mengendarai dengan santai tanpa curiga ada yang akan mengikuti. Saat sampai dirumah,aku langsung memasukkan motor ke garasi dan setelah mengunci garasi kembali. Aku pun menuju pintu masuk utama dan membukanya.


Tanpa curiga,aku pun memasuki rumahku. Saat akan menutup pintu,ada yang mendorong pintu dan ternyata adalah Vino.


" Woi, apaan loe Bin, maksud lor apa ngebuntutin gue sialan " ujarku ketus.


Hal yang tak pernah aku lakukan membentak Vino. Aku jadi merasa bersalah tapi aku tepis rasa bersalah itu.


" Gue kangen sama lor babe, makanya gue udah di sini " sahut Vino santai.


Maunya apa sih nih orang, bukannya beranjak keluar rumahku dan batinku kesal.


" Terserah, gue mau tidur mending loe balik Vin " ujarku acuh.


" Tapi ada yang perlu aku omongan ke kamu bab, bentar aja kok. Abis itu aku janji nggak akan ganggu kamu lagi " ujar Vino lembut dan tenang.


Kenapa sih dengan Vino, padahal aku sudah ngomong kasar sama dia tapi dia tetap berbicara dengan nada yang biasa dia ucapkan ke aku. Ini aneh, ada apa ya. Seharusnya kan dia nggak perduli lagi sama aku, inialah sebaliknya. Bikin penasaran aja,


Aku bukannya tak punya perasaan tapi takut saja luluh dan kembali diremehkan oleh Vino. Biarkan saja dia d luar, nanti juga pergi sendiri.


Aku pun pergi ke kamarmu,setelah membersihkan badan. Aku langsung merebahkan tubuhku di tempat tidur.


Sudah setengah jam aku merebahkan diriku di tempat tidur tapi anehnya aku tak bisa tidur, entah kenapa aku keikiran dengan Vino.


Apa dia sudah pulang atau masih dimuat, tapi tak mungkin masih di luar. Pasti dia sudah pulang dan menemui Alletha, pasti


Tapi karena rasa penasaranku kuat, jadi aku pun langsung membuka kaca penghubung ke balkon. Aku tak berharap Vino masih di depan rumahku tapi ternyata


Degggg


Vino masih berdiri dengan tenang di depan rumahku, dia menyendiri ke motor kesayangannya. Jelas saja aku bingung, ada apa dengannya. Bukannya dia sudah tak ada keinginan lagi bersamaku. Dia sudah punya Alletha, kenapa masih melakukan hal konyol kayak gini.

__ADS_1


Bikin aku berharap saja,


Aku berusaha untuk tak perduli tapi alam sepertinya ingin kami berdua menyelesaikan masalah kami dengan kepala dingin.


Karena saat aku akan merebahkan tubuhku kembali ke tempat tidur,terdengar suara petir dan diikuti hujan yang deras.


Melihat itu aku sedikit panik, sebencinya aku pada Vino. Aku tak bisa melihatnya sakit,tapi egoku melarangmu untuk berbuat baik padanya.


Lama aku berperang menekan egoku, akhirnya aku mengambil paying Dan Peri menghampiri Vino.


Semarang aku sudah didekatnya, menatapnya Vino kesal sekaligus kasihan.


" Loe, maunya apa sih hah.Apa lie berharap gue morass bersalah Karena day membuat lie kayak gini. Childish banget cara loe,sekarang loe ikut gue ke dalam. Setelah human reda,loe cabut dari rumah gue. Lain kali,gue bear benar nggk Alan perduli sama loe " ujarku ketus.


Sulit until tak perduli sama kamu Vin,tapi kami sendiri yang membuat kita berjarak seperti sekarang.


Sesampainya di dalam rumah, aku Lansing mengambilkan baju ganti punya dad yang sengaja ditaruh do rumahku buat haha haha jika sewaktu waktu dad menginap dan handuk bersih untuk mengelap tubuhnya Vino.


Aku menyuruh Vino memasuki kamar tamu untuk berganti pakaian. Sementara aku ke dapur membuat minuman hangat buat Vino dan aku.


Selama membuat the, aku jadi penasaran. Apa sih maunya Vino, lol aneh banget. Harusnya kan dia tak perlu mengorbankan diri sampe human hujanan kayak gini. Cukup pergi dari sini dan menghabiskan Waktu dengan Alletha.


Dasar aneh, aku morass akhir akhir uni Vino itu aneh sekali,seperti ada rahasia yang dia simpan. Serahlah,


Aku pun membawa minimal hangar yang aku busy ke rang santai dan terlihat Vino duduk disana,seperti bertukar pesan. Paling dengan Alletha,mendadak aku jadi jengkel padanya.


" Kalo khawatir, kenapa maih disini. Harusnya lie pulang Dan samperin creek lie itu. Bukan malah tetap disini Dan ngerepotin gue " ujarku ketus.


Mendengar aku yang berkata ketus padanya, Vino hanya tersenyum geli. Sialan, apa sih maunya. Berasa kayak prang bego aku kalo kayak gini dan jangan biarkan Vino berpikir aku cemburu walaupun kenyataannya benar.


"Kenapa loe,senyam senyum nggak jelas setres loe Vin " ujarku lagi tak Kala let's dari yang tadi.


" Apa sih bab,aku Avis berbalas pesan sama calon mertua kamu alias mami bukan Sana gadis lain. Cek aja kalo nggak percaya " ujar Vino sambil memberikan poncelnya.

__ADS_1


Deggg


Apa tadi katanya, calon mertua. Nggak salah,bukannya dia sama Alletha. Kok jadi aneh gini ceritanya,membingungkan banget Vino ini. Enggak mungkin, sepertinya dia ngelindur deh. Karena abis kehujanan, serahlah mau ngomong apa dia. Mending aku tidur sekarang,daripada nemenin Vino yang nggak jelas


__ADS_2