
Dad dan mom benar benar nggak peka sama perasaan anaknya. Udah tau anaknya may menenangkan diri,malah seenaknya mengatur. Hadeh, percuma ajalah kalo cuma Pindar sekolah. Tetap aka aku bakalan ketemu juga akhirnya.
Hadeh, punya orang tua bener bener dah. Pengen aku tukar aka kalo bisa. Tukar sama Bundanya Nina seru kayaknya,canda besty he he he.
Akhirnya aku pun mengirimkan notice ke grup khusus sahabat cewekku. Yang aky namai DEVILE GIRL.
" Woi,lagi bet nih gue "
Setelah mengirimkan notice itu, bestyku langsung membukanya. Dan tak lama mereka mem6las noticeku.
" Olivia : Kenapa loe ege "
" Bianka : Amanlah loe nyet "
" Nina : Ada masalahkah "
" Me : Gagal total, semua rencana gue. Dad malah mindahin gue ke DHARMA WIJAYA guys, besok gue dah sekolah disana. Dad juga dah beliin gue rumah di perumahan yang nggak jauh dari DHARMA. Besok pulang sekolah temenin gue ke sana "
Balasku tak semangat,tapi setidaknya gue bisa tenang belajar tampa harus makan hati karena Vino yang nggak punya perasaan.
Tak lama, masuk notice balasan dari bestyku. Aku pun membukanya.
" Olivia : Cyus, DHARMA WIJAYA. Bagus deh, jadi kita kita masih bisa nyamperin loe Mith setiap hari kalo bisa hehehe "
" Bianka : Good, om gue temenin sista "
" Nina : Itu lebih baik Mith,daripada ke Jogja atau Seoul. Kita kita nggak bisa nyamperin loe kalo beneran loe ke Seoul atau Jogja kalo nggak libur sekolah "
Beber juga sih kata Nina, otomatis kita akan sulit ketemu. Kalo cuma di DHARMA WIJAYA kan masih bisa ketemu tiap hari.
Ya ubahlah, bener apa yang dibilang sahabatku jadi dienakkin ajalah.
Besok semua serba baru, kelas baru,teman baru,sekolah baru,guru baru dan jangan baru. Lengkap sudah semu hal baru gue dalam menikmati masa tenang gue.
Pagi ini, aku akan pergi ke sekolah yang baru. Aku mengendarai mobil kesayanganku menuju SMA DHARMA WIJAYA. Sesampainya di sana,aku menenangkan diri sejenak didalam mobil. Setelah itu aku keluar dari mobil dan semua anak DHARMA WIJAYA menatapmu,seolah olah aku hewan buruan. Canda besty, mereka memang menatapku tapi ya whateverlah.
__ADS_1
Aku pun melangkahkan kaki dengan santai ke gedung SMA DHARMA WIJAYA yang hampir sama elitenya dengan SMA PRATAMA.
Saat sedang berjalan ada yang menyeletuk,
" Guys, kayaknya kita kedatangan tamu agung nih. Sejak kapan DHARMA WIJAYA JADI PRATAMA. Apa loe masih tidur Mith sampe nggak bisa bedain gedung " celetuk Abyan,salah satu rival DEVILE ANGEL.
" Diam loe Bi, brisik. Fajar anterin gue ke kantor kepala sekolah sekarang " jawabku sebel.
" Ok bos,ikutin gue tapi ngomong ngomong kenapa loe jadi ngasar ke sini " tanya Fajar penasaran.
" Ck, apa sih Jar. Gue bosan di PRATAMA, mau ganti suasana gue " sahutku malas.
" Ck, lagi berantem loe bos sama bos Vino. Gue liat dia sama cewek lain di Bintang kemarin " ujar Fajar pelan.
" Ck,loe dah tau jawabannya jadi jangan tanya lagi. Gue cuma pengen membuat diri gue tetap waras aja makanya gue disini. Loe mending diam Jar,jangan bilang gue di sini sama bos loe yang satu itu " ujarku malas.
" Sip lah bos, gue sama anak anak pasti jagain loe disini. Tenang aja " ujar Fajar pelan.
" Ok but gue nggak mau terlalu mencolok,jadi kasih tau pada yang lain ok. Ya udah,gue ke dalam dulu " ujarku sambil mengetuk pintu.
Pelajaran hari ini berlalu begitu saja dan sekarang sudah jam makan siang. Malas keluar, akupun memutuskan merebahkan kepalaku di meja. Saat sedang merebahkan kepalaku untuk tidur sebentar,tiba tiba ada yang menepuk pundakku.
" Bos,loe nggak kekantin " tanya Fajar.
" Nggak,males gue Jar " sahutkh pelan.
" Gue beliin deh, mau apa. Bakso mie ayam mau " tanya Fajar.
" Mmm, iya deh mau. Pedes tapi Jar " ujarku semangat. Emang cuma bakso mie ayam yang pedas yang bisa mengembalikan moodku.
Saat Fajar sudah mau meninggalkanku, ada Fatan yang datang menghampiriku. Cm, pasti mau meledekku nih anak. Kurang asem emang, hadeh sialan.
Liatkan beber, senyumnya aja dah mencurigakan. Malas banget gue kalo kayak gini.
" Widih,quen DEVILE ANGEL lagi ngambek guys " ujar Fatah nyebelin.
__ADS_1
" Berisik, diam deh Tan atau gue makan tuh mulut " umatku kesal.
" Sih, coba kalo berani. Kue sekarang lagi di tempat gue kalo loe lupa Le " ujar Fatan meremehkanku.
Sialan, dia ikut selama ini aku jadi quen DEVILE ANGEL karena aku berlindung di bawah kekuasaan daddy. Dini, kebetulan aku butuh samsak hidup. Akhirnya aku pun langsung membungkam mulut Fatan dengan pembalut yang ada di tasku.
Mampus,Hahaha
Aku lihat Fatan langsung membuang pembalut itu dan langsung muntah muntah karena jijik. Hahahaha,Leomhita ditantang.
" Ups, sorry brader. Gue pikir lakban eh, malah yang itu ke ambil. Dari pada nggak jadi ya udah gue pake aja tapi masih bersih kok belum gue pake hehhehe " ujarku sambil cengengesan.
" Aiss,sialan loe Mith. Gila tau nggak
,week " omel Fatan sambil muntah muntah. Aku hanya menatap Fatan geli, aku lihat di kelasku sudah banyak anak DEVILE ANGEL yang sedang siaga untuk melindungiku,mereka terlihat menahan diri untuk tak menertawakan Fatan.
Arkan mendekatiku sambil tertawa geli,
" Dapat pembalut km loe Tan, makanya jangan pernah ganggu bos gue kalo lor nggak mau dapat yang lebih fatal dari selembar pembalut, anak curat misalnya. Bayangin aja masuk ke mulut loe bro " ujar Arkan geli.
Week
week
Fatah langsung muntah muntah,maybe dia membayangkan apa yang dikatakan oleh Akan. Hahaha,rasain
Aku pun kembali duduk tenang di tempatku,dikelilingi anak DEVILE ANGEL yang selalu siap siaga.
Sambil melipat tangan didadaku,aku menyeletuk.
" Gue emang anak baru di DHARMA WIJAYA but lor nggak lupa kan kalo disini ada anak gue jadi nggak usah belagu di depan gue atau gue jejelin lor sama pempers bayi yang ada isinya " umatku datar dan di sambut tawa anak DEVILE ANGEL.
Aku lihat Fatan dan anggotanya yang dia bakalan Fangers Club terlihat pucat pasi. Tapi pada dasarnya Fatan bukan musuh DEVILE ANGEL tapi juga bukan sekutu.
Tak lama Fajar datang membawa pesananku. Aku pun makan dengan lahap, sesekali anak DEVILE yang lain ikut makan. Yah aku nggak keberatan untuk berbagi dengan mereka dengan satu sendok rame rame.
__ADS_1