CINTA REMAJA

CINTA REMAJA
CINTA DAN PERSAHABATAN


__ADS_3

Terkadang cinta itu tak bisa di remehkan,hal yang sulit dikendalikan adalah mencinta tapi berada diposisi dicintai lebih baik daripada mencinta karena saat hanya kita yang mencinta tampa ada balasan dicintai maka semuanya seperti wujud tanpa bayangan.


Dan mencinta terlalu dalam membuat kita bagai hidup tak bernyawa saat orang yang kita cintai pergi bersama yang lain.


Sorry Vin,aku tak mau mencinta tanpa dicintai. kalo kamu hanya bermain lebih baik kamu pergi saja. I'm fine, mari bersahabat lagi.


Selama perjalanan pulang,kami diam saja, tak ada percakapan. Rasanya hampa, apa selamanya akan seperti ini.


Aku merasakan kecanggungan saat ini,rasanya kami seperti orang asing.


Sesampainya di rumah, aku pun langsung berpamitan pada Vino tapi saat aku akan pergi ke dalam rumah dia langsung mencekal tanganku.


" Gue tau kita lagi ada masalah tapi please jangan kayak gini bab, gue nggak bisa kalo diam dieman kayak gini. Udahan berantemnya ya bab, gue kangen sama kebersamaan kita " ujar Vino sendu.


"Sama,aku juga sangat rindu kebersamaan kita. Baru sehari break ,usah kayak setahun lamanya tapi gue nggak mau menjilat ludah sendiri. Gimana dong gue " gumamku dalam hati.


" Kamu tau kan gimana rasanya melihat pasangan kita dengan mantan jadi begitu juga perasaanmu sama kamu saat melihatnya bersama Alletha. Jangan hanya melarangmu sementara kamu sendiri tak bisa lepas dari mantan. Jadi kita akan baikan kalo kamu sudah ambil sikap ke mantan kamu " umatku lalu pergi tanpa mendengarkan jawaban Vino. Saat ini aku butuh tindakan dan aksi bukan bacot tak bermutu.


Sebelum aku benar benar masuk ke rumah,aku melihat Vino terlebih dulu yang hanya terdiam di tempatnya dan terlihat frustasi.


" Sorry Vin,bukan aku nggak sayang lagi sama kamu tapi aku hanya mau kamu memperjelas hubungan kita di depan mantan kamu " bisikku dalam hati.


Setelah itu aku pun akhirnya mutuskan benar benar masuk ke dalam rumah. Malam ini rasanya sangat berat dsn menyesakkan,pada akhirnya ini semua menyiksaku dalam kerinduan dan kesunyian.


Apa aku terlalu kekanakan ya, tapi aku benar benar tak suka dengan sikap Vino yang tak bisa mempertegas sikapnya pada Alletha.

__ADS_1


Aku pun tidur malam ini dalam kegetiran, dua kali memiliki kisah tapi tak ada yang berakhir menyenangkan.


"Amanlah kisah kita akan berakhir bahagia Vin, I misa you si bad " bisikku lirih.


Baru 2 hari tak bertemu dan tampa ada kecanggungan ,itu sangat menyiksaku.


Aku tutup malam dengan harapan Vino bisa memberi jalan keluar dengan hubungan kami tanpa menyakiti Alletha.


Pagi yang cerah, tapi sayang hatiku masih mendung karena permasalahanku dan Vino. Saat sarapan aku hanya diam tak bertukar kata dengan mom dan dad, membuat orang tuaku jadi kebingungan karena tak biasanya aku pendiam.


" Ada apa gir, tak biasanya seperti ini. Kamu nggak lagi dalam masalah kan atau berantem sama mantu dad " tanya daddy.


Aku hanya menatap kedua orang tuaku bergantian sebentar sebelum menghembuskan nafas pelan, tampaknya aku harus berbagi cerita dengan mereka mumpung mereka yang bertanya,


" Aku baik, hanya kisah percintaanku yang tak baik dad. Aku dan Vino sedang break dulu karena aku kesal dia tak tega dengan temannya yang entah kenapa muncul lagi setelah berabad abad menghilang. Aku kesal karena Vino tak bisa mempertegas sikapnya pada Alletha. Aku buru dad, sedang kalo aku sama mantan dia langsung marah. Kan nyebelin " ujarku menggebu sangking kesalnya.


" Ada baiknya kamu berbicara dengan kepala dingin gir, jangan bertindak gegabah. Bagaimana kalo Vino akhirnya kembali pada mantannya. Kamu akan menyesal " ujar dad.


" Jika Vino memilih mantannya it ok, aku akan melepaskannya dan memutuskan untuk tinggal dengan grenma and grenfa di Seoul " sahutku tegas.


Mendengar jawabanku, aku tau keduanya gusar. Bagaimana pun mereka sangat berharap hubungannya dan Vino berakhir di pelaminan karena Vino anak sahabat dad and mom tapi keputusanku sudah bulat. Jika Vino tak tegas maka aku akan mundur. Tak apa kehilangan kisah kedua kalinya,bukankah ini masih cinta monyet. Siapa tau aku dapat yang lebih baik setelah ini, meskipun menjalaninya sangatlah sulit.


Setelah itu semuanya diam tak ada percakapan lagi sampai kami berpisah untuk melakukan aktivitas masing masing.


Aku tau ini egois tapi aku selalu yakin cinta dan jodoh tak akan kelana, kalo seandainya Vino memang memilih Alletha aku akan melepaskan seperti yang aku ucapkan pada dad and mom buat, anggap saja ini adalah proses mengukur cinta kami,seberapa besar dan seberapa kuat cinta yang kami miliki.

__ADS_1


Maybe,saat dewasa baru cinta ini bersatu. Jika sang pemilik takdir mengizinkan kami bersatu. Tak ada yang tau kan,


Aku pun berangkat ke sekolah dengan langkah yang ringan,aku sudah mengambil keputusan yang tepat. Biarlah cinta ini berkembang karena di dalam hati dan mimpiku saja, aku terlalu malas untuk bertengkar hanya karena seorang pria.


Aku pun sampai di sekolah, hampir terlambat tapi masih ada waktu beberapa menit lagi sebelum guru mapel masuk.


Tak ada yang mengusikku, termasuk sahabatku Bianka. Sudah beberapa hari ini aku juga ikut mendiamkan para sahabatku.


" Bi, gue mau ngomong tapi lor jangan potong omongan gue sebelum gue


selesai " ujarku padanya.


" Ada apa sih, lor ribut sama Vino tapi ngediemin kita semua tau nggak. Loe jangan kayak ginilah " ujar Bianka protes.


" Sorry,gue kacau banget tau nggak sih beberapa waktu ini. Sekarang gue cuma mau ngomong kalo gue kayaknya mau ke Seoul meneruskan pendidikan gue di sana dan kuliah di sana " umatku padanya.


Aku lihat Bianka syok, mendengar ucapanku.


" Lor jangan kayak anak kecil dong Mith,nggak kayak gini juga menyelesaikan masalah loe sama Vino. Dewasa dikitlah " ujar Bianka.


" Gue tau sih ini kekanakan,cuma gue kesana hanya ingin fokus aja. Disini bikin gue nggak nyaman lagi, apalagi Anda masih suka ganggu gue. Gue mau fokus sekolah aja, kalo masalah Vino, gue akan ngomong kok sama dia. Kalo setelah ini dia berubah dan punya yang lain maka gue akan lepasan dia. Gue cuma malas dan capek aja bertengkar gara gara Alletha dan Andra yang selalu bikin gue dan Vino berantem. Parahnya Vino nggak bisa tegas sama Alletha, ngeselin kan " ujarku sendu.


" Terserah loe lah Mith,loe yang jalanin. Gue cuma berharap lor nggak akan nyetel setelah ini karena lor nggak bisa lagi menarik semua keputusan loe setelah loe ngomong ke Vino " ujar Bianka pelan.


" Ya, gue tau kok Bi. Thanks udah ngingetin gue " ujarku sambil memeluknya.

__ADS_1


Semoga ini keputusan yang tepat


__ADS_2