
Hari baru tampa sahabat sahabatku batru saja dimulai,saat ini aku sedang bersama anak DEVILE ANGEL yang kebetulan mereka bermain ke kelasi.
Aku hanya diam sambil mendengar percakapan mereka yang kadang membuatnya geleng geleng karena mendengar percakapan para cowok yang kadang vulgar.
" Woi,kalo mau ngomong mesum jangan di dekat gue ba****t. Bikin otak gue traveling aja loh pada " ujarku sebel.
" Hahaha,sorry bos. Enggak sadar kita kita kalo lor di sini " ujar Akmal nyebelin.
" Dah lah, sana kalo mau ngomong mesum. Jangan dekat gue, oh ya biar malam ada lawan nggak. Gue lagi butuh yang eksrim nih " umatku tanpa mengalihkan fokusku dari ponsel.
" Ada bos,ada banget tapi anak Asanger. Mau loe bos " tanya Bara semangat.
" Atur, gue nggak mau ribet " ujarku pada Bara.
Hari ini dan detik ini aku ingin sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang menantang setelah sekian lama aku berada dalam kehidupan monoton dan datar.
Yeah, Leomuha is comeback
Sesuatu yang akhir akhir ini aku hindari. Balapan,akhirnya aku memutuskan untuk kembali jadi ratu jalanan. Dengan masih dengan bendera DEVILE ANGEL. Aku akan mulai menikmati dunia malam yang menantang.
Tak ada notice dari siapa pun, tampaknya aku sudah mulai dilupakan dan aku akan sendirian.
Jam pelajaran hari om no usai. Aku pun melangkah santai ke arah parkiran dan memasuki mobil kesayanganku dan melaju kencang.
Hari ini aku akan mulai tinggal dirumah baru,setidaknya aku tak akan jadi pecundang di depan Vino.
Malam ini langut sangat cerah dengan bintang yang gemerlap menghiasinya. Aku turun dari atas motorku. Menghampiri anak DEVILE ANGEL yang sudah berkumpul.
Saat aku sedang bercanda dengan anggotaku,terlihat sekumpulan pemotor yang sedang melaju ke arah kami.
__ADS_1
Ck, aku mendesah malas. Vino dan yang lainnya, kenapa mereka harus datang saat aku sedang butuh waktu untuk melupakannya malah muncul. Sialan,
Aku pun mengabaikan mereka semua dan tetap berbincang dengan yang lainnya sampai Olivia dan lainnya datang menghampiriku.
" Goid night sista,gue dengar lor turun malam ini. Loe serius Mith " tanya Olivia.
Mendengar pertanyaan Olivia, aku hanya memutar bola mata malas.
" Iya, tapi gue nggak nyangka kalo loe semua datang juga malam ini padahal gue lagi butuh ketenangan dan kenyamanan " sahutku malas.
" Eh, enggak gitu Mith cuma kita kita kangen sama loe. Ya kali kita kita loe diemin juga sih " ujar Bianka sendu.
Mendengar jawaban Bianka aku sedikit merasa bersalah
" Sorry, gue hanya belum siap aja dengan kondisi saat ini lagian kenapa dia ada disini juga padahal dia bukan bagian dari DEVILE ANGEL " ujarku sambil menatap tajam ke arah Alletha.
" Mith, kamu jangan ngomong begitulah Dia ikut aku jadi kamu nggak boleh ngusik dia " sahut Vino pelan.
Saat sedang bersiap tiba tiba ada sekelompok anak motor yang dipimpin oleh Marsel yang bernama Marsenger Black mendekatiku.
Marsel, dia adalah salah satu cowok yang pernah dekat denganku saat aku di SMP. Kami dekat tapi tak pernah pacaran, hanya hubungannya dengan Marsel cukup baik
" Widih,ada cewek cantik nih. Boleh godaan nggak " ujar Marsel jahil.
" Diam loe jambul, gue lagi nggak mood jadi jangan ganggu gue " ujarku ketus.
" Sih, kenapa loe nyet,berantem loe sama pangeran loe " ujar Marsel nyebelin.
" Apa sih Sel,loe kalo dah tau diri aja. Gue hajar juga loe an**** " balasku emosi.
__ADS_1
"Sih, santai aja sih yang. Tenang aja kalo dia enggak setia sama loe masih ada gue. Gue mau loh jadi pacar " ujar Marsel makin menjadi.
Malas meladeni Marsel, aku hanya diam dan tak lama memanggil Arkan untuk menanyakan kapan akan di mulai balapan.
Setelah mendapatkan info,aku pun membuka akun media sosialku sambil sesekali menanggapi omongan Marsel.
Saat aku dan Marsel berbincang tiba tiba ada yang datang dan memukul Marsel. Jelas ajalah aku sedikit terkejut. Saat aku melihat siapa yang menghajar Marsel. Ternyata Vino, cih malas banget aku melihat cowok satu ini. Cowok plin plan.
Saat Vino makin gencar menghajar Marcel, aku langsung menahan tangannya sambil menatapnya tajam.
" Berhenti, berhenti buat ngusik cowok yang dekat sama gue karena gue nggak pernah lagiengusi cewek yang dekat sama loe Vin. Gue bebas karena lor udah menentukan pilihan loe dan yang jelas bukan gue. Jadi berhenti ngatur gue dan larang gue buat dekat sama siapa pun. Itu bukan urusan loe. NGERTI " ujarku sambil menghempaskan tangan Vino dan meminta teman temannya Marcel memapah Marsel ke pinggir karena pertandingan akan dimulai tapi sebelumnya aku mengobati Mandel dulu.
Saat sedang mengobati Marsel, Mandel berkata.
" Laki loe muna banget anjir,itu yang namanya putus dan nggak ada hubungan lagi,ngeliat loe sama gue aja hadeh pukulannya. Enak banget " omel Marsel kesal.
" Kalian siapa suruh ngedeketin gue oncom. Gue tadinya nggak mau ngeladenin loe ya " ujarku ikutan kesal.
Saat sedang bertengkar dengan Mandel tiba tiba Arkan datang dengan muka di tekuk.
" Kenapa loe,wajah lor kayak baju belum disetrika. Kecek banget " tanyaku penasaran.
" Ck, gunanya muka gue nggak kusut,bos Vino ngomel ngomel dan marahin kita orang karena nggak ngasih tau dia soal loe yang sekolah DHARMA " ujar Arkan sebel.
Mendengar ucapan Arkan,aku jadi kesal sendiri maunya apa sih tuh laki. Dia sendiri yang mutusin nyuekin aku pas dibalas malah dia yang nggak terima. Dasar,nyebelin banget sih. Untung aku masih sayang kalo nggak udah aku hajar dari tadi.
Aku pun pergi ke tempat Vino dan yang lainnya. Aku lihat Alletha sedang menenangkan Vino yang sedang marah marah nggak jelas.
Hadeh, adem banget deh si Vino.
__ADS_1
Aku pun melangkah kearab Vino dan berdiri dihadapkannya sambil melipat tangan di dadaku,aku tatap Vino dengan tajam.
" Mau loe apa hah,loe nyuekin gue gue diam. Lor sama dia gue diam MAU LOE APAAAA " umatku emosi.