CINTA REMAJA

CINTA REMAJA
CINTA REMAJA


__ADS_3

Hari ini aku dan Vino berencana untuk berkumpul bersama yang lainnya di base camp. Tepatnya nanti malam,entahlah rasanya sudah lama saja kami sibuk dengan urusan masing masing dan lama tak berkumpul bersama di club.


" Guys buat ntar malam gimana. Dah siap semuanya " tanyalu pada sahabatku sekaligus inti DEVILE ANGEL.


" Udah kok Mith,ardi dan lainnya yang handel " sahut Kelvin.


" Ok,siip ya tapi cafe tutup dong ntar malam " tanya Olivia.


" Ya iyalah say,nggak pa palah biarin mereka istirahat dulu. Kasihan kalo kerja terus. Soalnya gue ada rencana nih buat buka cafe cabang ke dua. Lumayanlah buat bantu anggota kita yang kesulitan keuangan sama anak anak putus sekolah yang bingung mau kerja apa " ujarku santai.


" Good job sista,semoga lancar " ujar Nina tulus.


" Thanks guys " sahutku senang. Senang karena aku berada diantara sahabat yang tulus menyayangiku tampa ada maksud dan tujuan.


Hari itu kami habiskan untuk membahas acara barbeque yang diadakan di bascame DEVILE ANGEL. Saat kami berkumpul di cafe Bintang.


Saat kami sedang asik berdiskusi tentang acara nanti malam. Kelvin menyeletuk,


" Guys gue ada berita nih buat kalian. 3 hari lagi gue dan Bianka mau ijab qabul nih. Akhirnya gue nyusul loe berdua bro " ujar Kelvin senang.


" Aaaaaaa,are you seriuse Vin. Akhirnya ada juga yang nyusul gue nikah muda. Good besty,gue mendukung nikah muda " ujarku semangat.


" Dih,dasar loe Mith. Semangat amat sih dengar gue sama Kelvin mau nikah,biar ada teman satu status kan loe " sahut Bianka malas.


" Ya lah,biar jangan gue aja yang statusnya beda. Abis ini siapa nih yang mau meresmikan statusnya " ujarku sambil melirik pasangan Bryan-Nina dan Darren -Olivia.


" Apa sih Mith,ngaco deh " sahut keduanya kompak dengan muka memerah karena malu.


" Dih,bukan ngaco ye say,pada akhirnya kalian juga akan menuju ke sana kali kecuali kalo nanti kalian utus dan ketemu pasangan lainnya " sahutku gemas dengan 2 pasangan itu.

__ADS_1


Karena hari sudah mulai sore kami pun pulang ke rumah masing masing setelah sebelumnya membantu anak anak DEVILE ANGEL menutup cafe.


Selama perjalanan pulang aku memutuskan tidur sebentar karena semalam tidak tidur karena Vino yang menggangguku,ck ini nih yang bikin aku males kalo nikah muda ya meskipun aku juga ya suka hehehe tapi kita kudu mau bangun pas lagi tidur senyenyak apapun karena ada yang musti diladenin.skiip besty


Saat bangun ternyata sudah ada di kamat,pastinya Vino yang gendong aku. Aku pun bersiap untul mandi karena hari sudah jam 21•00 WIB. Sebelumnya aku mencari Vino dan ternyata dia sudah bersiap dan sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh papi.


Yah sekarang Vino mulai bekerja di perusahaan papi. Aku juga mulai kerja sih di perusahaan daddy tapi dari rumah saja,belum dilerkenalkan oleh dad ke semua karyawannya karena aku masih terlalu muda. Kata dad


Aku pun menghampiri Vino dan duduk disampingnya,melihat apa yang dikerjakan olehnya.


" Vin,kamu dah siap atau kita nggak jadi pergi ke base camp. Kayaknya kamu sibuk banget sih " tanyaku padanya


" Jadi bab,kamu siap siap aja gih. Aku dah tinggal ambil jaket aja,sana mandi. Tadinya aku mau bangunin kamu bentar lagi karena aku liat kayaknya kamu kecapean


banget "ujar Vino tampa dosa.


Ck,dasar laki nyebelin. Nggak nyadsr apa kalo gue kelelahan gara gara dia yang minta jatah nggak kira kira. Aiss,kalo ingat semalam. Pengen betul ngejitak kepala Vino tapi apa boleh buat aku juga nggak bisa nolak hehehe.


Mendengar ucapanku Vino hanya cengengesan dan mengacak rambutku gemas.


" Ck,tapi suka kan. Dih,perasaan kamu deh yang paling semangat " ujar Vino mengedipkan matanya menggodaku.


" Dih siapa,kamu kali. Aku biasa aja tuh " ujarku galak tapi tak bisa menutupi sikapku yang salah tingkah.


Ck,dsripada makin bimin aku salah tingkah mending mandi dan bersiap siap dulu.


Selama aku bersiap,aku tetap tak bisa menghilangkan rasa malu dan salah tingkahku. Entah kenapa sejak menikah dengan Vino alu jadi berasa kayak cewek yang selalu malu malu kucing didepan Vino meskipun aku tetap galak.


Akhirnya kami pun berangkat ke base camp. Selama perjalanan,aku hanya diam saja karena tidak mau mengganggu Vino menyetir.

__ADS_1


" Oh ya bab,ngomong ngomong soal baby kamu dah siap jika kita punya bayi. Secara kita nggak pake pengaman lho dari pertama kali melakukannya " tanya Vino padaku.


Degg


Apa yang dikatakan Vino ada benarnya,kami dari awal melakukan kegiatan suami istri tak memakai pengaman apa pun tapi setelah dipikir pikir lagi,nggak ada gunanya disesali toh kami pansangam halal. Siap tak siap kami harus siap kan jadi orang tua muda. Aku jadi


ngebayangin betapa repotnya jadi mama muda membuatku jadi melamun sepanjang perjalanan. Bahkan aku tak menjawab pertanyaanku,padahal aku tau kalo Vino menanti jawabanku.


Tak lama kami pun sampai di base camp. Aku lihat sudsh banyak yang datang,termasuk sahabatku dsn terlihat mereka sudsh mulai memanggang.


Sebelum turun aku pun menjawab pertanyaan Vino,


" Kamu tenang aja by,siap tsk siap aku akan menerima kehadiran bayi di antara kita. Aku pikir aku bisa home scholing sementara waktu jika selama sekolah aku hamil " ujarku tenang dsn setrlah mengatakan itu. Aku pun langsung kelyar dari mobil setelah mengatakan itu.


Hari ini benar benar menyenangkan,sekali gus merayakan salah satu pasangan yang tak lain Kelvin -Bianka yang akan menempuh hidup baru.


" Oh ya Bi,kok bisa sih loe kepikiran mau nikah sekarang. Bukannya loe bilang mau kuliah dulu baru abis itu married " tanyaku sast kami para ladies berkumpul di meja terpisah.


" Ck,papa dan papinya Lelvin dah khawatir sama hubungan gue dan Kelvin yang merela takutkan kita berdua kebablasan jadi makanya mereka memutuskan untuk meresmikan hubungan kita berdua " ujar Bianka.


Mendengar alasan Bianka,kami pun mengerti dan membenarkan ketakutan para orang tua


" Yah,loe benar juga sih. Tapi lebih baik kita meresmikan hubungan sih jadi nggak ada lagi ketakutan kita terjerumus dalam pergaulan bebas. Loe berdua gimana,kapan meresmikan hubungan kalian " tanyaku pada Nina dan Olivia.


Mendengar pertanyaanku mereka hanya diam saja.


" Sebenarnya sih gue dah dilamar sama Darren pas kemaren abis pulang dari cafe cuma gue masih ragu aja Mith,entahlah " ujar Olivia pelan.


" Sama,gue dah dari sebulan yang lalu dilamar sama Bryan tapi yaitu gue masih ragu,gue takut kejadian kayak bunda keulang lagi. Takut gue " ujar Nina sendu yang membuat kami pun merasa bersalah karena menanyakan hal sensitif ada Nina.

__ADS_1


" Sorry Nin,gue nggak maksud buat ngingetin loe soal bokap loe " ujarku sambil memeluk Nina diikuti yang lainnya.


Trauma,aku lupa jika Nina trauma dengan pernikahan. Sorry Nin


__ADS_2