
Hal yang paling aku benci adalah penghianatan,sebesar apapun aku mencinta tapi aku akan pergi saat aku dikhianati.
Aku hanya terdiam ditengah desakan orang tuaku dan Vino yang memaksa kami untuk segera menikah.
Apakah aku harus memberikan kesempatan kedua pada Vino. Aku takut dia kembali menyakitiku. Aku hanya mendesah pelan untuk menenangkan hatiku yang risau.
" Dad,apa keputusan dad dan lainnya tak bisa di undur sampai aku dan Vino lulus sekolah " tanyaku berharap dad memberi kelonggaran.
" No,besok pagi kalian akan menikah. Tanang saja kalian menikah secara siri saja dulu tapi dad tetap mendaftarkan ke negara karena umur kalian sudah cukup " jawab dad yang membuatku syok.
" What,are you seriuose dad. Ck,apa dad pikir menikah itu seperti kucing mau
kawin " celetukku sewot.
" Emang tidak but semuanya bisa jika dad yang urus " ujar dad nyebelin. Aku lihat kesamping,Vino hanya diam saja tampa mau membantuku membujuk dad dan kedua orang tuanya. Aiss,dasar Vino nyebelin.
Aku hanya bisa mendesah pasrah,semoga saja keputusan dad menikahkanku secepetnya dengan Vino tak membuatku semakin merana.
Setelah makan siang,para orang tua pulang meninggalkan rumahku setelah membuatku kesal. Aku lihat Vino masih di rumahku dan tak ikut pulang bersama orang tuanya,membuatku semakin kesal saja.
Aku sengaja mendiamkannya,meskipun Vino berusaha mengajakku berbicara
" Aku tau kamu kesal sama papi dan daddy tapi jangan lampiasin kesal kamu ke aku dong bab " ujar Vino tampa merasa bersalah.
Mendengar ucapannya Vino membuatku semakin kesal. Benar benar ya Vino itu nyebelin banget. Padahal ini semua karena dia dan kekeraskepalaan dia membuat kita berdua disidang sama para orang tua itu.
" Kamu benar benar nggak merasa bersalah sama aku karena kekonyolan kamu kita di sidang dan bentar lagi dinikahkan " omelku sambil berkacak pinggang.
Mendengar omelanku Vino hanya cengengesan dan dia dengan santainya membalas ucapanku.
" Apa masalahnya bab,toh pada akhirnya kita nikah juga. Aku hanya mempercepat aja " jawab Vino tampa dosa.
Resek banget sih Vino,
__ADS_1
Aku hanya diam dan mendesah pasrah akan apa yang akan terjadi di masa depan.
Melihatku yang terdiam tiba tiba Vino mengarahkan wajahku ke arahnya. Dia menangkup pipiku lembut lalu berkata,
" Dengarin aku ngomong bab,mungkin setelah hal konyol yang aku lakuin sama Alletha membuat kamu sakit tapi yang harus kamu tau aku dan rasaku ke kamu masih sama jadi jangan berpikir aku dah berubah dan melupakan tentang kamu. No,sampai kapan pun kamu adalah gadisku. Kemaren,besok dan di masa depan hanya kamu yang aku inginkan jadi pendamping masa depanku. Jadi sayang,percaya sama aku. Aku selalu milik kamu " ujar Vino serius.
Aku hanya diam mendengar ucapan Vino. Entah apa yang aku rasakan saat ini,di sisi lain aku senang karena Vino dan rasanya tak berubah tapi disisi lain aku tetap tak bisa lupa dengan apa yang dia lakukan dengan Alletha.
" Kasih aku waktu buat perbaiki semua karena tak mudah buat aku lupa tentang kamu dan Alletha " ujarku sendu.
" It ok,aku tau kamu sakit karena kebegoan aku tapi please jangan menghindar lagi bab. Aku nggak bisa tampa kamu,apalagi sekarang kamu udah nggak satu sekolah lagi sama aku bab " ujar Vino menatapku sendu.
Aku hanya diam mendengar uczpan Vino,kalo dipikir pikir aku lumayan childish juga tapi apa boleh buat namanya emosi dsn cemburu menguasai. Mana bisa mikir jernih,whateverlah.
" Kamu maunya gimana sekarang,soal rencara para orang tua jadi kamu setuju. Terus gimana kita sekolah, kalo dikeluarin gimana " tanyaku cemas.
" Tenang aja bab,serahin aja ke daddy dan papi. Mereka pasti udah ada antisipasi masalah ini,kalo nggak mana mungkin mereka maksa kita nikah " ujar Vino menenangkanku.
Sekarang aku sendirian di rumah,Vino sudah pulang setengah jam yang lalu. Itu pun di desak papi supaya Vino pulang dulu karena nggak baik kalo kita hanya berdua saja.Itu pun papi sampe mengancam Vino untuk nggak ngebolehin dia ketemu aku itu pun juga ancaman dari daddy. Dasar orang tua,
Karena tak mau ancaman papi dan dad jadi kenyataan. Vino pun pulang ke rumah dengan berat hati.
Sebelum pergi dia pun berkata,
" Besok aku jemput ya,aku anterin kamu ke sekolah. Nggak terima penolakan bab,jadi siap siap aku jemput " ujar Vino sambil berlalu keluar rumah.
Saat sendirian kayak gini,aku ingat sahabatku Bianka,nina dan Olivia. Aku pun mengirimkan notice ke mereka,aku tak terlalu berharap mereka membalas karena pastiny mereka masih sekolah.
Aku pun mengirimkan notice pada mereka.
" Me : Woi lupa loe pada sama besty loe yang cantiqq ini "
Setelah aku mengirimkan notice itu aku langsung membuka akun media sosialku.
__ADS_1
Ting
Ting
Ting
Tak lama kemudian poncelku tak hentinya bergetar karena ada notice masuk.
Gercep juga tuh orang,jangan jangan bolos mereka. Whateverlah,aku pun membuka notice mereka satu persatu.
" Olivia : Woi anjir,beneran loe sama Vino mau married "
" Me : Hah gila sumpah,kalo bisa pengen kabur gue karena nggak mau nikah dini "
" Nina : Kok bisa kegep sama para daddy dan mommy,gimana ceritanya bab "
" Me : Si Vino ngebuntutin gue semalam ke rumah gue yang baru njir,mana pake nggak mau pulang lagi padahal semalam hujan lebat. Bangsat banget tuh orang,sengaja dia biar kita dslam situasi kayak maling kepergok warga tau nggak. Padshal gue dah minta dia pulang semalam kalo hujan dah reda "
" Bianka : yakin loe sama Vino,masalah kalian dah kelar "
" Me : tau deh,gue masih abu abu sama penjelasan si Vino. Menurut loe pada gimana nih,soal Vino yang pura pura pacaran sama Alletha buat membantu Alletha menghindari mantannya yang suka kdp "
" Olivia : Hah,kok kita nggak tau ya kalo si Vino ngebuntutin loe semalam. Kalo tau kan kita juga ikutan,ih nggak asik si Vino. Padahal kan hue dari kemaren mau ke rumah loe besty "
" Nina : tau nih,mending semalam loe ngirim kita notice jadinya kan ada teman. Tapi kayaknya daddy ngasih orang deh buat ngawasin loe bab,janggal banget tau nggak sih kalo di geb sama para orang tua dengan mudah kayak gini,menurut loe ada gimana. Setuju nggak dengan pemikiran gue "
" Bianka : Bener deh,apa kata si Nina,kayaknya daddy ngasih loe mata mata atau ada cctv di rumah baru loe bab but loe dah siap buat married sama Vino "
" Me : Iya juga sih,kenapa nggak kepikiran ya. Ck,siap nggak siap harus siap kan. Taulah,kesini napa loe pada. Cuek banget sama gue,mentang mentang gue udah cabut dari Pratama "
Setelah aku membalasnya,aku pun memutuskan untuk menyudahi membalas pesan sahabatku karena kepikiran sama ucapan mereka yang adanya mata mata dari daddy untuk mengawasiku.
MAAF SEBESAR BESARNYA KARENA MANGKIR UNTUK TIDAK UPDATE BAB DALAM BEBERAPA HARI INI DIKARENAKAN SAYA SAKIT DAN DIRAWAT KARENA DIARE DAN MUNTAH PARAH ( MUNTABER) BEGITU JUGA PUTRI SAYA YANG BUNGSU. SEKALI LAGI MAAF YANG SEBANYAK BANYAKNYA.
__ADS_1